#DearL, Kemarin

Dear L,

How’s life?

Beberapa hari belakangan hujan semakin sering turun ya, Buatku hujan meninggalkan banyak kenangan yang manis maupun yang tidak. Namun hujan juga bisa menjadi kamuflase pembilas airmata yang hingga kini belum juga kunjung reda. Anyway, kalau motoran hati-hati ya, selain jalanan licin karena hujan, kalau kamu gak pake jaket yang proper nanti gampang sakit.

Kemarin aku kembali belajar bagaimana merasakan kehilangan. Kehilangan seseorang yang di sayang memang tak pernah mudah. Sebagai anak tunggal yang tidak mempunyai kerabat dekat yang sangat dekat, kehilangan terakhir yang benar-benar melekat adalah ketika Nenekku meninggal beberapa tahun lalu. Mungkin itupun disebabkan karena aku besar bersama nenek. dan Nenek banyak menghabiskan waktu dirumah bersamaku ketika ku kecil dulu. Setelah itu aku jarang merasa kehilangan yang benar-benar hilang, hingga Senin kemarin Oom ku meninggal. Mungkin kami memang tidak sedekat itu, tapi aku masih ingat persis pesan kedua orang tuaku sebelum pergi Haji dulu, kalau ada apa-apa dengan mereka, Oom ku itu yang akan menggantikan kedua orang tuaku menjadi waliku. Well, at least that’s mean something kan ya.. L, kapan terakhir kali kamu ditinggal pergi orang yang dekat denganmu?

Kemarin aku serasa diingatkan kembali, kenapa aku susah untuk benar-benar dekat dengan orang lain. Balik karena aku selama ini terbiasa sendiri, tapi ternyata itu disebabkan karena aku tidak ingin kehilangan orang-orang yang aku sayang. Karena ketika kita begitu dekat dengan orang lain, rasa sakit yang ada bila kehilangan begitu dalam, seperti ada lubang besar yang menganga dihati. Tapi aku merasa beruntung memiliki teman-teman yang baik dan bisa menjagaku dengan baik juga, termasuk kamu. :)

Kapan kamu terakhir kali berjumpa kembali dengan cinta pertamamu? Kemarin, aku mengerti bahwa cinta pertama ternyata memang tak pernah bisa mati. Iya cinta pertamaku adalah salah satu kerabat terdekatku. Ketika sudut mataku menemukannya diantara banyaknya kerumunan orang, masih ada getar yang tersisa di suatu tempat di dalam sana. Damn! Walau aku tau itu semua tidak berarti apapun.

Dan kemarin aku akhirnya tersadar, bahwa dia yang terakhir singgah dihati belum juga bisa tergantikan. Yeah I know, kamu berulang kali bilang “Kalau besok kau sudah siap berjalan lagi, jangan terlalu sering nengok ke belakang. Nyampenya lama.” Tapi kapankah besok yang selalu kamu sebut itu tiba?

Well, aku harap hari kemarinmu lebih baik dari kemarinku. Dan besok yang dinanti-nanti itu akan tiba lebih cepat dari yang selama ini kita pertanyakan.

Sincerely,

D

5 comments

  1. Ajeng Lembayung says:

    Mungkin ada baiknya mulai mempersiapkan diri untuk menjadi dekat dengan orang lain. Mempersiapkan kedatangan dan juga kepergian. Seperti yang pernah aku tuliskan soal itu. Dan iya, ini juga ngomongnya sambil ngaca, karena aku takut dekat dengan orang lain.
    Ajeng Lembayung recently posted..Banjir Luapan Rindu

  2. Ivan Prakasa says:

    Turut berduka ya kak dita… yg sabar…

    Well… mungkin perasaan tidak ingin ditinggal orang yang disayang harus dibuang jauh2 kak dita…
    dlm hidup pasti ada orang yang datang dan pergi. Tapi kepergian seseorang itu suatu saat nanti pasti akan kita lupakan atau bahkan kita ingat selalu tergantung dari kesan yg mereka tinggalkan.

    Kita sama2 aquarius (as I know) dan tipikal aquarius itu (jika kak dita sama denganku) adalah kalau sudah suka dan dekat dengan seseorang pasti akan sangat care dan ga ingin jauh.
    Dan jika berpisah pasti kita akan merasa sangat kehilangan.
    Aqua memang tipikal yg setia kawan… Tapi meski takut kehilangan janganlah takut untuk mencari sahabat2 baru di luar sana. Meski mencari sahabat tidak semudah mencari seorang teman, tetapi percayalah bahwa kedatangan sahabat baru bisa mengisi kekosongan hati yang ditinggalkan oleh sahabat lama.
    Ivan Prakasa recently posted..2013 First Snow in Tokyo on Mature Day

Leave a Reply

CommentLuv badge