Conversation between 3yr old boy with unborn baby brother

Diambil dari kisah kakaknya bestfriend kuw si Vina yaitu mba Indri…

alkisah… saat mbak Indri hamil anak kedua nya, dokter kandungannya memprediksikan perkiraan tanggal kelahiran sang buah hati adalah pada kirasan tanggal 25 agustus-5 september, tetapi ternyata, si jabang bayi memiliki keinginan yang berbeda!! dan Dia (entah gimana caranya) ngasih tahu ke kakak laki2nya… Somehow, anak-anak berkomunikasi dengan cara mereka sendiri yang hanya mereka dan Tuhan yang tahu.. (bigeyes)

Tanggal 16 Agustus malem, setelah makan malam, mba Indri mulai merasa ndak enak, sehingga memutuskan untuk pergi ke rumah sakit buat check up. Sementara bersiap-siap untuk pergi ke RS, mba Indri bercanda dengan Ariq (anak pertamanya yang saat itu berusia 3 tahun) untuk bertanya pada adek bayinya yang masih di dalem perut, kapan dia ingin dilahirkan. Ariq bertanya ke perut ibunya lalu menempelkan kupingnya ke perut mba Indri, seakan-akan mendengarkan jawaban sang calon adek. Setelah beberapa saat, dia bilang kepada ibu dan neneknya “jam 9!”

Mba Indri lalu bertanya kepada Ariq tentu saja dengan bercanda, “Oh ya? Apa kamu yakin?” Dia menjawab kalo dia yakin.

Lalu neneknya bertanya, “jam 9 pagi atau malam?” Ariq kembali bertanya ke arah perut ibunya dan menempelkan kembali kupingnya. Setelah itu dia menjawab “malam!”

Mereka sekeluarga lalu tertawa… karena adegan tersebut luchu banget, seakan-akan, si Ariq bisa bicara sama adeknya di dalem perut sana. setelah percakapan tersebut, sekitar jam 22.30 mba Indri berangkat check up ke RS.

setelah pemeriksaan, bidannya bilang untuk pulang saja, karena belom  waktunya melahirkan. dan pulanglah mereka.

tapi ternyata malemnya mba Indri ndak bisa tidur karena kontraksi yang menerpa setiap 10 menit. dan menjadi semakin kuat pada jam 5 sore tanggal 17 Agustusnya. Sang kakek, sangat khawatir sebab di depan rumah sedang ada perayaan 17 agustus. sekitar jam 17.30 sang nenek bilang sambil bercanda ke si jabang bayi, kalo dia ndak perlu khawatir menunggu kepulangan bapaknya dari Yaman kalo emang udah mau lahir sekarang.

Si bayi seakan-akan mengerti dan mba Indri langsung mengalami kontraksi lebih kuat lagi yg tadinya setiap 10 menit menjadi 5 menit sekali, dan hebatnya mba Indri masih sempet mandi dan siap-siap untuk berangkat ke RS again!

jam 18.45 mereka tiba di RS, dan 10 menit kemudian sudah berbaring di tempat buat melahirkan di rumah sakit. Suster (ato bidan??) memperkirakan si bayi akan lahir kurang lebih 2 jam lagi, dan berusaha menelepon dokter kandungannya.

lalu ternyata sang dokter sedang pergi kondangan dan meninggalkan Hape nya dirumah, ketika si suster mengkonfirmasikan bahwa proses kelahiran akan digantikan oleh dokter kandungan yang lagi jaga saat itu, mba Indri meng-iya-kan.

ternyata ndak lama setelah sang dokter pengganti mengenalkan dirinya dan berlalu, si suster dateng lagi dan berkata, bahwa dia harus memanggil dokter pengganti yang lagi-lagi, sebab dokter yang tadi tiba-tiba harus mengoperasi pasien lain yang mengalam problem ketika proses melahirkan, dan mba Indri kembali meng-iya-kan.

akhirnya, jam 20.45, dokter kandungan mba Indri yang aseli menelepon, semua orang langsung merasa lega. salah satu ibu bidannya bertanya apakah dia bersedia menunggu hingga sang dokter tiba? dan dijawab “Iya” oleh mba Indri. si ibu bidan itu langsung berkata kalo emang dirasa si bayi udah mau mbrojol, ya ndak usah nungguin dokternya dateng, soalnya kondisi bayi dan si ibu toh dalam keadaan baik dan tak ada kelainan, dan si ibu bidan akan dengan senang hati menolong bila dokternya belom tiba juga. dan kata-kata tersebut melegakan hati mba Indri dan orang tuanya.

salah satu suster mangatakan bahwa dokternya setengah jam lagi nyampai. tiba-tiba, mereka (mba Indri dan ibunya)teringat percakapan kemarin dengan Ariq. mereka mengulangi cerita tersebut ke si ibu bidan, dan bidan tersebut berkata bahwa melihat dari kondisi mba Indri saat itu, sangat mungkin si bayi akan lahir sekitar jam 9 malam nanti.

Kontraksi rada mereda salama menunggu kedatangan sang dokter kandungan, dan luchu nya begitu dokternya akirnya datang juga pada waktu 9.15, si bayi di dalam perut ibunya itu mendadak bergerak lebih aktif.

jam 21.30 dokter masuk ke ruangan bersalin dan langsung memulai proses kelahiran. Andika Zaffar (Aza) lahir pada pukul 21.37 dengan berat 3440 gram dan panjang 50 cm. (yahoo)

Wow… Aza benar-benar memutuskan untuk lahir jam 9 malam dan memberitahu kakaknya terlebih dahulu, ndak tau sebenernya itu cuman bercanda ato emang ikatan bathin yang begitu kuat antara kedua kaka beradik tersebut, apapun…it’s a miracle… (headspin)

Ariq dan Aza 1

Ariq Fatahillah dan Andika Zaffar

ariq & aza 2

Ariq & Aza sekarang (foto terbaru)

sekarang Aza sudah berumur 2,5 tahun sedangkan Ariq 5,5 tahun, mau masuk SD loh tahun depan…

10 comments

Comments are closed.