Cinta, Rasa, Kata

Ketika cinta hanya berupa kata, kenapa begitu banyak rasa membuncah di dada?

Ketika cinta hanya kata dan rutinitas belaka, apakah rasa itu masih ada?

Ketika cinta bukan sekedar kata, kemana perginya semua rasa yang pernah ada?

Ketika kata tak bisa ungkapkan cinta, hanya rasa yang tertinggal.

Ketika cinta memenuhi ruang di dada coba ungkapkan rasa dengan kata.

Ketika rasa tertahan oleh kata, relakan cinta pergi kemana.Ketika cinta dan rasa telah hambar, kata pun tak cukup jadi penawar.Ketika cinta tanpa rasa, semua kata yang ada hanya sekedar kata.

Ketika aku tak pandai berkata-kata, tapi aku yakin semua yang ku rasa ini, cinta.

Ketika rasa dan kata tak pernah bisa sejalan, lupakan cinta yang pernah ada.

Ketika cinta dirusak oleh kata, rasa itu hilang dari sana.

Ketika kata terucap dari mulutmu, sesungguhnya rasa cinta kah yang hadir disana?

Ketika cinta adalah rasa, mengapa banyak kata tertahan tak terucap?

Ketika cinta adalah kamu, mengapa sulit katakan rasa yang ada?

Ketika cinta sulit diungkapkan dengan kata, jangan takut perlihatkan rasa yang ada.

Ketika cinta kehilangan rasa, bagaimana kata yang harus diucapkan?

Ketika banyak kata yang terucap dan rasa yang diraba, tapi cinta itu tidak kunjung ada?

Ketika rasa adalah segalanya, kata dalam cinta tidak lagi perlu ada.

Ketika rasa dan kata tak lagi sejalan, jangan kau tanya cinta kemana?

Ketika semua kata hanyalah repetisi, rasa dan cinta yang pernah ada kini dipertanyakan.

Ketika cinta adalah rasa, maka tak perlu banyak kata.

—————

Hasil pekerjaan iseng ketika tak lagi yang mampu mengungkapkan semua Rasa dan Cinta yang ada, maka munculah permainan Kata ini… :D

Gambar di pinjam dari sini

7 comments

Leave a Reply

CommentLuv badge