cerita sandal jepit

gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani melirik ubertwit di blekberi nya. semakin lama, semakin santai dan yakin, bahwa dirinya ndak bakalan diusir keluar sama satpam.

padahal sebelumnya, ia yakin banget bakalan diusir keluar, seperti beberapa waktu sebelomnya, gadis itu pernah menyaksikan sendiri, bagaimana petugas keamanan, “mengamankan” seorang bapak, yang mungkin berpakaian sedikit tidak layak, yang mungkin bisa dikatai gembel dan sebagainya, padahal, siapa yang tahu, hendak apa bapak itu kesana, siapa tahu dia ingin membeli sesuatu, toh kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya bukan?

ah, manusia memang hanya melihat penampilan, dengan nada suara tegas, nyaris membentak, si pengaman menyuruh bapak itu untuk pergi, dijawab oleh si bapak, tapi jawabannya tidak dapat terdengar, karena jarak diantara mereka begitu jauh, lalu tiba2 sang petugas sudah “menggandeng” si bapak nan malang itu, dan menggiringnya keluar.

sang gadis tadinya berfikir bahwa dia akan mengalami nasib naas yang sama, sial baginya terpeleset dan membuat sendal cantiknya putus, namun ia cerdik, dan kebetulan di warung terdekat ada yang menjual sendal jepit, maka memakai sendal jepit berwarna kuning gonjrenglah dia. makanya, ketika gadis itu mampir ke dept store, tempat dimana petugasnya pernah mengusir seorang bapak yang mengenakan sendal jepit, dia agak khawatir. apakah dirinya akan mengalami nasib yang sama? karena setahu nya, ada peraturan bahwa pengunjung dilarang menggunakan sendal jepit.

tapi rupanya dewi fortuna masih berpihak kepadanya, tidak ada satu orang petugas pun yang menyadari kalau si gadis hanya memakai sendal jepit. apakah karena ia berpakaian pantas, atau karena dia menggenggam blekberi?

ah, dimana-mana memang masih memandang sesuatu atau seseorang dari kulit luarnya saja… sungguh picik..

=============================================

ya, gadis itu saya. bahkan saya sempat memfoto kaki saya yang memakai sendal jepit itu ditengah keramaian.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Comments

  1. lindaleenk says:

    karena kamu bawa BB makanya si satpam ndak ngusir..
    coba kamu bawa kipas sate…
    alamat bakal digiring keluar jg -_-
    jadi inget sodara yang pake baju rumah,karna mmg ndak ada rencana mo ke mall…
    selama di planet surf,dia diperhatiin dengan pandangan lumayan sadis…
    untung dia belanja *menandakan dia mampu buat belanja disitu*
    .-= lindaleenk´s last blog ..Wisata murah meriah – Melihat kereta api =-.

  2. zam says:

    itu di mol mana?? sini, kubelinya mol pongah itu!!
    .-= zam´s last blog ..Sumbangan (Paksaan) PMI di Blok M Cineplex 21 =-.

  3. venus says:

    yang gini2 emang bikin eneg. kalo cuma pake sendal jepit, atau dandan gembel seadanya, trus gak boleh masuk mall? yg boleh cuma yang (terlihat) keren dan punya duit? dunia yang aneh…
    .-= venus´s last blog ..Threadless Tshirt Giveaway at jaypeeonline.net =-.

  4. venus says:

    loh komenku ilang???????
    .-= venus´s last blog ..si angkot dan printhilannya =-.

  5. hedi says:

    itu karna kamu orang lokal, coba kalo bule…biar pake sendal jepit pasti dilayanin sampek bungkuk2 :(
    .-= hedi´s last blog ..Eksklusif Kebablasan? =-.

  6. Nazieb says:

    Kalo diusir bilang aja “Waduh, padahal saya mau beli sandal yang harganya 2 juta itu lho pak, lumayan kan buat nggaji bapak sebulan?”

    *sadis*

  7. Fenty says:

    hahahaha, setuju kata linda, kamu bawa BB warna pink yang genjreng, no wonder bapak satpamnya hoke hoke haja … hahahahaha

  8. elmoudy says:

    sandal cantiknya putus… pertanda apakah ini???

    mikir2,,,

  9. tapi mungkin gini dil: ada dress code utk setiap tempat atau acara. dulu gw jg mikir gini sampe waktu sodara gw dilamar kemarin. kita semua pake pakaian rapi. batik, kemeja, jas, dll. trus ada 1 orang dari keluarga seberang yg pake jeans robek dan kaos. gw ga suka liatnya karena dia ga bs menghargai pentingnya acara ini. gitu kali yah.. :D
    .-= elia bintang.´s last blog ..sesepuh dan teknologi. =-.

  10. AngelNdutz says:

    cobak sandal jepitnya ungu, malah dapet bonus tiket XX1 :mrgreen:
    .-= AngelNdutz´s last blog ..Menjadi dewasa itu semelelahkan membenci orang =-.

  11. Saya belum pernah lihat ada department store pasang pengumuman bahwa pengunjung dilarang pakai sendal jepit. Padahal sekarang banyak sekali store yang jual sendal jepit dan sendal mereka mahal-mahal. Apa mereka melarang pengunjung memakai sendal jepit karena takut sendal dagangan mereka tidak laku?

  12. kanglurik says:

    kadang emang manusia dinilai dari yang keliatan aja… Belum tau tuh satpam kalo kantong bapak itu berisi uang yang bisa nggaji tuh satpam stahun…
    .-= kanglurik´s last blog ..Antara Komitmen dan Amanah =-.

  13. mungkin sandal jepitnya masih baru n kinclong :D
    .-= rental mobil di surabaya´s last blog ..Mobil bekas apa yang paling diminati surfer Indonesia ? =-.

  14. buyung says:

    Wah, bagus nih artikelnya sangat membantu sekali. Lain kali jangan lupa untuk mengunjungi http://www.direktori-iklan.com dan http://www.referensi-iklan.com ya!!! Di sana Anda dapat memasang iklan atau mempromosikan website Anda secara GRATIS dan dapat pula meningkatkan traffic website Anda secara singkat !!!Tersedia juga berbagai ebook dan software premium untuk didownload secara FREE juga.Nah, jangan lupa beri komentarnya ya ! dan tukar/pasang linknya juga. Salam Sukses Selalu !!!

  15. BOY HIDAYAT says:

    sepertinya istilah dont just book from the cover, tidak berlaku di indonesia

  16. lagi blogwalking dapet info yang bagus ini, makasih :)

Trackbacks

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by fairyteeth and fairyteeth, fairyteeth. fairyteeth said: cerita sandal jepit http://bit.ly/1W7ahh ah, manusia memang hanya melihat penampilan… :) [...]