Aku Rindu Kamu…

Aku rindu mendengar suaramu, riuh renyah tawamu, maupun tatapan dalam diammu…
Aku rindu kamu…

Aku rindu sisa harum tubuhmu yang tertinggal, nasihat2 kecil yang kau lontarkan padaku…
Aku rindu kamu…

Aku rindu melihat senyummu, mendengar degup nafasmu ketika kau terlelap, dan igauan kecil yang terlontar dari bibirmu..
Aku rindu kamu…

Aku rindu kehadiranmu disampingku, obrolan ngalor ngidul yg biasa kita lakukan, nyanyian kecil yg selalu kamu senandungkan…
Aku rindu kamu…

Aku rindu lentiknya jari jemarimu, lekuk senyum dibibirmu, dan juga bahasa tubuhmu yang lainnya…
Aku rindu kamu…

Aku rindu mencoba berbagai jenis makanan baru, bertualang dari satu resto ke resto lain, dan rasa kenyang setelahnya bersamamu…
Aku rindu kamu…

Aku rindu efek yang kau timbulkan ketika kita bersama, juga rasa sepi yang kau tinggalkan ketika kita berpisah…
Aku rindu kamu…

Love is…

Love, it’s not just “I love you” but “My Affection, Attention, and Appreciation for you!”
Love, it’s not just “I’m here” but “I’ll never leave you.”
Love, it’s not just “don’t go there” but “let me go with you.”
Love, it’s not just “don’t worry” but “I’ll never give you reason too.”
Love, it’s not just “I’m sorry” but “I’ll never hurt you again.”
Love, isn’t just “you can trust me” but “I’ll never make you doubt.”
Love, isn’t just about the words but the meaning behind it.. :)

—————————————-

[Read more...]

Luv U Mum

[photoxhibit=2]

ya ya ya saya tau, Hari Kartini udah berlalu, dan Hari Ibu masih lama.. tapi satu yang saya tahu pasti, Kasih ibu tak kan punah… Kasih ibu sepanjang masa, jadi boleh donk kita nginget2 Ibu/Bunda/Mama/Mami/Mum/Umi/Ambu/dll…

[Read more...]

Kamu, Aku dan Dirinya

Matahari

Sinar dan hangat menyingsing pagi
Membelai egoku
Menceriakan
Membakar nafsu
Menyuntikan semangat baru
Menyentak kalbu
Menyengat sanubari
Rasa ingin bercinta

[Read more...]

Cinta itu… part.2

Saat ku duduk diam diatas pesawat yang membawaku kembali ke jakarta, ditemani secangkir teh tariik hangat ku termenung. tiba-tiba terbersit satu kata diotakku. C.I.N.T.A

apasih artinya cinta?

[Read more...]

Goodbye Hon…

Begitu ku melangkahkan kaki menaiki ferry yang kan membawaku ke Singapore, perasaan aneh mulai melingkupiku. Hon, masih ingatkah kau kepadaku?

Memandang ombak diluar sana, diiringi kicau burung dan belaian lembut angin diwajahku, perlahan jatuh sebutir airmata. Tergesa kuusap sebelum ada yang melihatnya. Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali kumenapakkan kaki disini.

Dulu… Setiap tahun kita pergi ke Singapore. Tanah impian kita.

Masih ingatkah kamu dengan janji-janji itu?

Alunan cinta yang kita rajut bersama. Sekarang menguap tinggal kenangan. Aku terlalu takut untuk membayangkan menginjak tanah ini tanpa dirimu. Rasanya sungguh menyesakkan.

Ah… Ferry ini sudah menepi. Sanggupkah ku bejalan tanpa terkenang akan dirimu?

Setiap langkah, setiap ke menengokkan wajah kebelakang, rasanya aku masih bisa melihat dirimu berdiri disana dengan senyum hangat mu. Kamu yang selalu berjalan dibelakangku, entah dengan alasan apa. Katamu, “Agar aku selalu dapat mengawasimu!”. Kamu tidak ingin kehilangan diriku. Benarkah begitu?

Lalu jika benar, dimana dirimu saat ini?

Mimpikah semua yang tlah kita lalui selama ini.

Hon, ingatkah bagaimana impian kita membangun keluarga kecil bahagia disini. Kamu ingin sekolah lagi mengambil spesialis, sementara aku berperan jadi ibu rumah tangga yang bahagia. Kita akan menjalani masa depan kita bersama anak-anak kita kelak. Kamu berangkat ke rumah sakit dimana aku mengantarkan anak-anak pergi kesekolah. ya… saat itu kamu berkata kalu sebaiknya aku jangan bekerja dulu sementara kamu sekolah lagi.

Sekarang semua itu tinggal angan yang tak sampai. Kita berpisah baik-baik dan semua mimpi itu sirna bersama perpisahan kita.

3 tahun Hon, aku tidak berani menapakkan kaki disini, karena takut airmata kan membanjiri wajah maupun hatiku.

Sekarang ku coba kembali ketempat ini. Tak tahu apakah diriku dapat melupakanmu ataukah S’pore tetap menjadi tempat impian kita. I must try Harder… Sekarangpun mataku telah basah.

Hon, aku tidak tahu apakah rasa itu masih ada, yang pasti every time I close my eyes, You always there. Smile at me.

I know you’re with someone now, but me… I’m still alone. Not because I can’t forget you. tapi karena aku masih terlalu nyaman dengan kesendirianku. Terlalu banyak mimpi indah yang telah kita rajut bersama.

Hon, mungkin memang perpisahan yang terbaik. Kita sama-sama keras kepala, sama-sama egois. Walaupun rasa cinta dan kasih yang kita miliki pun begitu besar, tidak dapat menjembatani perbedaan besar yang seperti jurang menganga dihadapan kita. Betapapun besarnya cinta itu takkan dapat mengalahkan itu.

Hon, bila waktu itu kita tidak berpisah. Akan seperti apakah kita sekarang? Apakah kita telah memiliki putra-putri cantik yang waktu itu kita impikan. Terkadang aku masih memikirkan itu.

Andai… waktu itu kita tidak berpisah… Andai kamu mau berpindah keyakinan, atau andai rasa cinta yang kita miliki begitu besar sehingga perbedaan itu tidak menghalangi kita untuk bersatu. Ya, tapi toh semua itu sudah ada yang mengatur. Mungkin aku memang bukan yang terbaik untukmu, begitu juga sebaliknya.

Hon… Aku harap akupun dapat segera menemukan kebahagianku, sebagaimana yang kamu akui telah kau temukan bersamanya. Dengan mencoba melangkahkan kaki di negri impian kita ini, aku harap dapat mengusir semua bayangmu dari relung hati ku.

Goodbye Hon… I will allways remember you…

(Untitled) 2.0

saya adalah orang yang terbiasa mendapatkan segala yang diinginkan (bukan masalah hati atau cinta loh). seperti prinsip ‘the Secret’ “kalau kamu yakin kamu bisa, maka kamu bisa” segala nya itu ada dalam kekuatan pikiran.. saya adalah orang yang terbiasa berkompetisi dengan diri sendiri “menetapkan cita2 setinggi langit lalu berusaha keras menggapainya” bukan jenis yang yang iri karena rumput tetangga lebih hijau, atau terganggu oleh prestasi yang dicapai orang lain… hell no!! dari kecil saya tidak pernah diajarkan untuk takut atau kalah sama sesuatu ataupun seseorang.

diriku lebih takut bila kalah sama diri sendiri n damn, itu beneran terjadi (idiot)

saat satu-persatu apa yang dicita2kan / diinginkan gugur, atau tidak tercapai dalam target yang ditentukan (oleh diri sendiri) semakin goyahlah keseimbangan dalam diri dita… *ini tidak berkaitan sama ke PD an dita loh* ini masalah yang ada jauh didalam sana… saya mah tetep PD abis, tanya aja ama orang2… (LOL)

mungkin juga terpengaruh sama posisi dita sebagai anak tunggal, jadi seakan2 ada beban, untuk membahagiakan dan mensejahterakan ke2 orang tua dita… apa lagi kalo ngeliat orang2 seumuran sudah pada bisa ngasih uang kepada orang tuanya, sedang diriku hanya bisa nyusahin ajah.. padahal dari pihak ortu ndak pernah tuh terlontar percakapan macam itu… cuman sayanya kali yang terlalu keras terhadap diri sendiri… (idiot)

seperti kata ibu Jane Rubietta,

Someone may have stolen your dream when it was young and fresh and you were innocent. Anger is natural. Grief is appropriate. Healing is mandatory. Restoration is possible.

saat ini, mungkin dita lagi berada dalam tahap Griefing… so now, it’s time to healing

menurutku, keyakinan akan kemampuan itu yang paling susah disembuhkan… mungkin kok kesannya gimana banget yah, rapuh, mudah terluka… walaupun begitu saya masih cukup PD sama segala kemampuan saya yang lain… hanya sama 1 hal aja itu runtuh, dan sampai saat ini saya masih percaya dan yakin seyakinnya kalo saya BISA (woot) dan saya masih mampu berjuang dijalan itu… tapi rasa nya kok udah mati yah (thinking) mati rasa kamsudnya… mungkin dita lagi butuh pelarian ajah… a great escape…

lalu… kemana saya akan pergi?? apakah ke hati mu?? hihihihi… (haha)

# eits jangan Ge-eR :-D

saat ini diriku sedang mengumpulkan serpihan2 itu, mencoba merekatkannya kembali (ndak pake aibon loh)… entah akan memakan waktu berapa lama, sampai bisa pulih dan kembali membentuk hati yang utuh. coz, daku itu lama dalam memaafkan, terutama memaafkan kesalahan diri sendiri. it took a year… jadi mari kita sudahi bermuram durja ini, dan kembali menggali potensi diri.. so…

Conquer Yourself And Not The World

or… Conquer yourself before you can Qonquer the World…

God please help me find my old dita.. amiin… (worship)

**sekali lagi diingatkan, ini bukan postingan patah hati ato patah cinta. tidak hati yang terluka dalam proses pembuatan postingan ini kecuali hati ku sendiri**

(Untitled) 1.0

**disclaimer: taken from my bestfriend notes at facebook** (scenic)

To be able to stand up straight, and always face life with a smile…
Don’t know when I can actually achieve that…

Looking back at the years that’s passed,
realising how much I’ve grown…
but still,
that impatience,
that feeling of “I’m still soo far away from where I need to be…
and nowhere closer to who I need to become…”,
comes back to me every now and then,
as if it has never actually gone away…

Time and time again,
I tell myself to be patient… with me…
but still,
I turned out to be the worst patient I can have…
hesitant… but also soo damn stubborn…

It’s been a while since my birthday,
but I think I’d like to add one more wish…
“If in the first 25 I only got around getting to know me…
may in the next 25 I can get around accepting and loving me, for who I am…”
Amiinn…. :)

kami berdua emang cukup mirip, baik fisik maupun yang lain2 (kalo ndak salah pas test IQ pas SMA dulu hasilnya juga mirip) dimulai dari ulang tahun yang tanggalnya berdekatan (dita tgl 10 dia tgl 15), rumah kami juga berdekatan..

Ternyata ndak hanya sampai disitu saja masalah kemiripan kami… bahkan masalah hati pun kami mirip… saat ini kami berdua sedang dilanda suatu masalah hati (kasus nya kebetulan kali ini berbeda) masalahnya walau kasus berbeda tidak membuat apa yang kami rasakan jadi beda juga…  curahan hatinya di notes pesbuk tersebut pada saat yang sama juga mewakili perasaan dita secara tepat, percis, plek!! ndak tau kenapah, padahal kami ndak janjian untuk mellow bareng…

sangat bodoh kalo dikatakan “saya tidak atau belum mencintai diri saya” dulu sekali saya pernah sangat mencintai diriku… dengan segala kekurangan dan kelebihannya… saat masih naif. tapi saat ini, dita lagi dalam taraf ndak bisa nerima diri sendiri aja kali… seperti di tret plurk dita tadi pagi “right now, I’m just trying to love myself… again” after ‘quarter of a century’ and I think now I know who am I, I must try to love my self too…

and yes, seperti di plurk dita malam ini “I can’t ever trust GOD’s creature named `men`” mahluk yang berjenis kelamin lelaki itu cukup berperan dalam merusak segalanya … kenapa dan bagaimananya, cukup dita yang tau… dibilang trauma sih ndak, yang jelas terluka mungkin.. kalo saat ini ada beberapa orang yang menilai dita ‘player’, it’s up to him, baby… I don’t care… I just wanna have fun with my self right now… persetan dengan segala keinginan menikah muda dan punya anak 7. saat ini girl just wanna have fun. (haha) so kalo kelihatannya flirting sana sini maap yah… (ninja) lagi bosen kok sama cowo… (woot) eh bukan berarti ganti haluan sama cewek loh…
just wanna be alone right now… :-)

dita lagi berusaha memahami mahluk yang bernama lelaki ituh, sekalian berusaha memahami diri sendiri. dita tau, saat kita tidak bisa mencintai diri kita sendiri, kita tidak akan pernah bisa mencintai orang lain (ini general loh yah, bukan hanya pacar)..

dimanakah diriku berada?? I just loose my self.. kalo cinta ilang bisa dicari gantinya… kalo harga diri yang terluka, kemana mencari penggantinya?? (okok)

*bersambung*

warna warni dalam hidupku

sebenernya dita ndak tau mau nulis apa… udah 3 minggu belakangan ini mood ku jelek terus, tapi kalo ditanya kenapa, dita sendiri ndak bakalan bisa jawab kenapa. mungkin emang pengaruh hormon… (kayak apaan ajah) PreMS + M + PostMS tampaknya tidak dapat dipungkiri berpengaruh besar pada up n down nya mood dita kali ini.

dimulai darinya bimbangnya hati ini untuk memilih… sampai bimbang tentang masa depan. setiap ditanya udah kelar belom kuliahnya, ada bagian yang retak ddalam sana… dita tau, kalo dita udah kelamaan klinik, dita sendiri kalo ditanya udah bosen banget pastinya, siapa sih yg ndak kepingin lulus, apalagi dita anak satu2nya, udah pasti doms jadi tumpuan harapan ortu. walau ortu dita sih sekarang sudah mulai mengerti sebab akibat keterlambatan dita lulus… *ndak usah diceritakan disini* tapi lama-kelamaan retakan2 yang timbul setiap kali ada orang yg bertanya akan hal tersebut, semakin besar dan telah membuat lubang di hati ku… makin hampa rasanya. apalagi ngeliyat teman2 yag dulu seperjuangan udah melangkah dengan pasti dijalannya masing2… (ini bukan membicarakan pernikahan) semakin goyah lah pertahananku…

dita pada dasarnya bukan orang yang iri-an, dita paling bisa menerima dengan baik kekalahan… tapi makin kesini, bukan semangat yang didapat tapi malah rasa putus sas yang semakin besar.. ditambah lagi masalah keluarga yang cukup mengguncang diriku, walau didepan kedua ortu dita selalu tampak tabah, tapi tidak didalam sini. I feel empty inside (sekali lagi bukan masalah cowok lho).

kalo kaliyan udah lama kenal dita, pasti keliayatan beda dita yang dulu sama yang sekarang, dita dulu sangat optimis/bukan berarti sekarang jadi pesimis loh, dita dulu penuh gairah, dita yang dulu ndak pernah mikirin apa kata orang… i always do what I like, no matter what.. tapi dita yang sekarang berusaha lebih berhati2 dalam bersikap, berbicara, bertindak… daku tidak ingin disakiti sekaligus tidak ingin menyakiti orang lain… mungkin kalo kata orang2 ini yang dinamakan titik terendah. saat dita ngerasa tidak berharga lagi, ndak bisa bikin orang2 yang dita sayang bangga, ndak bisa membahagiakan orang2 yang dita cintai… merasa tidak dibutuhkan, tidak diinginkan.

dita yang dulu punya segudang cita2, dita yang dulu cita2 nya setinggi langit dan bintang. tapi dita yang sekarang bila bisa lulus jadi dokter gigi aja udah bersyukur banget. ndak perlu lah segala titel spesialis nyangkut dibelakang nama dita. dita yang dulu sangat aktip dan super kreatip, sekarang lebih suka bermalas2an sahaja. kayak ada lubang besar didalam diri ku ini… ntah apa yang bisa menyembuhkannya sampai saat ini dita ndak tau…

masalah lain adalah… masalah pasangan (i know i’m still young) dan akhir2 ini dita emang ndak mempermasalahkan hal itu seribet dulu lagi (sejak peristiwa yang dita jadikan titik balik itu, sekarang dita memutuskan untuk mencoba berteman saja dulu), cuman cukup panas aja mendengar kata “orang tua” (bukan bonyok loh). sebagaimana lagunya oppie yang baru, “mereka bilang aku pemilih dan kesepian / terlalu keras menjalani hidup / beribu nasehat dan petuah yang diberikan / berharap hidupku bahagia” yet I’m single and VERY HAPPY… ada masalah apa sih mereka dengan kesendirian orang lain… dita mungkin emang pengen banget punya anak 7 sebagaimana yang pernah tertulis di postingan2 dita sebelom nya tapi bukan berarti dita nekad menyambar siapun cowo yang lewat didepan mata… nikah itu masalah seumur hidup, ndak bisa diputuskan begitu saja.. yang pacaran lama aja bisa putus, apa lagi kalo sekedar menyambar siapa yg lewat.

pada dasarnya dita adalah orang yang mudah jatuh cinta. cukup beri perhatian sedikit, tunjukan cinta mu kepadaku, maka aku akan jatuh cinta kepadamu. yes, I’m very easy to fall.. jadi bagi cowok2 diluar sana, mudah banget buat dita jatuh cinta. tapi yang menjadi masalah paling besar adalah, ortu dita tidak gampang buat jatuh cinta pada calon menantu mereka… terlalu banyak persyaratan yang diberikan, yang lama2 membuat kepala dita makin pusing… wajar sih, sebagai orang tua mereka pasti ingin yang terbaik buat anaknya… apalagi seperti yang sudah dita sebutkan diatas, dita anak tunggal. mereka ingin menyerahkan dita kepada orang yang bisa menjaga dita dengan baik, menggantikan mereka kelak. bagi mereka sarat yang utrama adalah seAGAMA. ya iyalah… kalo yg ini sih dita juga setuju.. yang berikutnya adalah, selain seagama mereka juga harus taat beribadah (aliyas subuh tepat pada waktunya).. begh… dita aja subuh masih suka telat… udah gitu ribetnya lagi, mereka ndak suka sama orang yang suka tidur begadang, katanya: ndak bertanggung jawab… gimana mo ngasih makan anak istri kalo tidurnya pagi terus… trus ndak bangun subuh, rejekinya nanti dipatok ayam… itu yang paling penting…

yang lainnya sih ndak penting, tidak seperti ortu kebanyakan, mereka tidak mengharuskan titel tertentu untuk calon mantu (kamsudnya, asal s1 ndak papa) tidak mengharuskan bekerja di perusahaan tertentu, besar gaji tertentu, dll… yang penting orangnya memiliki semangat bekerja yang tinggi, masalah rejeki udah ada yang ngatur… lagian kata mereka, dulu pas mereka nikah juga ndak punya uang seperti sekarang, ngontrak rumah petak yang dapur sama wc aja jadi satu… so soal uang bukanlah masalah… yang paling masalah adalah habbit.

kalo dita sendiri termasuk oreang yang tidak takut untuk menikah, sebab dita percaya segala niat baik pasti ada balasannya, lagian nikah kan ibadah… dan menyempurnakan dien… dan lagi dita juga percaya sama yang namanya rejeki menikah, 2 insan manusia ketika menikah menyatukan garis rejekinya.. jadi biasa nya kalo orang banyak yg bilang takut nikah karena ngerasa belom bisa menafkahi, itu bullshit… karena menikah itu sendiri ada rejekinya… sama aja sama anak, anak lahir kedunia ini bawa rejekinya masing2, jadi para ortu ndak usah takut ndak bisa ngasih makan anak2nya lalu KB aja ato menunda kelahiran…

nah satu hal lagi yang ribet adalah, mama punya indra ke-6 yang bikin idupku makin sulit ajah.. kalo dia udah bilang ndak, ya gag bisa dibantah. dan berhubung contoh nya udah banyak dan yang diomongin mama udah terjadi berkali2, mo ngotot pun udah ilfill… sekali liyat kalo bilang “bukan jodoh mu!” ya dita anggap aja emang bukan jodoh dita. tapi lama2 capek juga donk… kalo semua cowok yang dita kenalin dibilang bukan jodoh dita… udah gitu kalo dita berusaha membela, pasti segala bentuk pembelaan dita itu bisa dipatahkan olehnya dengan cara yang dita sendiri akui itu bener… makin patah semangat lah dita… so buat lelaki yang saat ini lagi ngerasa dita kasih harapan.. kuat hati mu… (pe-de amat yah diriku ini) hahaha…

hari ini setelah berbincang panjang lebar sama vina.. sahabat yang paling ngertiin aku. dita udah agak merasa sedikit lebih lega, paling ndak uneg2 tuh emang enak setelah dikeluarkan… mudah2an kedepannya besok mood dita akan kembali membaik… amiin… apalagi ditambah oleh kehadiran nares dan temannya yang bener2 membuka sedikit wawasan dita tentang pendapat cinta dari pandangan lelaki…

terus terang saat ini dita lagi binun, antara memilih satu dari beberapa mahluk yang bernama lelaki itu atau… ya saat ini I’m falling in love, but not with the one who love me back… itu yang bener2 menghancurkan mood dita saat ini, doh… waktu putus cinta aja ndak sampai segininya… dita bener2 bingung karena dita ndak tau, apakah orang yg dita sukai itu suka juga sama dita apa ndak… apa dita harus menunggu ketidak pastian itu, atau menerima yang pasti2 aja… seperti yang pernah dita lemparkan di plurk ” tidak suka ketidak pastian, mau yang pasti-pasti aja” nah yang pasti2 aja nya ini, sebenernya tinggal bilang iya ajah… dan bukan berarti dita ndak suka sama orang ituh.. tapi lebih berat ke orang yang tidak suka sama dita ituh… doh.

like i say sebelumnya kalo dita tuh gampang suka sama orang, maksudnya gampang dibuat suka. seperti kata pepatah jawa kuno: witing tresno jalaran suko kulino. tapi the bigger problem adalah, dita kalo udah cinta jadi sangat subjektip. bener2 buta cinta itu bagi dita… nah saat ini sebelum rasa suka itu berubah menjadi cinta, dita berusaha menekannya sedalam mungkin, agar rasa cinta itu bisa diarahkan ke orang atau tempat lain. rasanya bener2 pengen nenggelemin diri sendiri, bukan biar mati, tapi biar kepala dita dingin. karena kalo dita udah sempet kelanjur cinta sama seseorang yang namanya tidak boleh disebut itu, bisa2 dita menyakiti hatri banyak orang, termasuk diri dita sendiri… rasanya pengen bertapa kegunung,,, mencari pangsit, eh wangsit.. hehehe…

tapi inti dari sesi curhat tadi, adalah bangkit dari keterpurukan, so mula besok dita harus ceria kembali… cowok ndak perlu dipikirin…. hahaha… btw, kalo ada lelaki yang ngerasa dita kasih harapan lalu dihempaskan… sori2 yah, soalnya seperti yang orang2 tua bilang, menikah itu bukan hanya menyatukan 2 individu, tapi menyatukan  2 keluarga besar. dita sejak patah hati yang terakhir kali jadi lebih berhati2 sangat.. tadinya januari kemaren dita akan menjadi nyonya seseorang, tapi seorang pria itu tega menduakan ku dan memilih wanita lain.. walau akhirnya wanita itu juga meninggalkannya (rasain tuh karma) dan dia minta balik… tapi rasa sakit yang dia tinggalkan lebih besar dari rasa sayangnya… sudah pasti daku tolak mentah2, biar aja gagal rencana menikah diumur 24. toh soal jodoh, rejeki, nasib, kelahiran dan kematian adalah rahasia ALLAH SWT.

so… if you ask me now… yes i’m single and very happy, hehe… :D and I will let it flow…

untuk seseorang yg saya sayangi… i will let you free… like i’ll let mine… aku akan mencoba untuk memberikan rasa itu kepada yang lebih berhak menerima… so I think , diriku harus memutuskan memilih dalam waktu dekat ini… amiin…

*sholat istiqarah dulu ah…*

and yes… I miss U so much…

9 Resolusi tahun 2009

doh… pe-er postingan masih banyak… berhubung pala lagi mumet n isinya gag bisa dikeluarin, mending dita posting ini aja, pe-er dari antown

Ok, bila dita diharuskan untuk menbuat 9 resolusi dita ditahun 2009 yang akan segera datang ini, walaupun sebenernya agak sulit sehingga menyebabkan dita harus bertapa dulu 10 hari 10 malem, sehingga akhirnya mendapatkan suatu keputusan, eh… kesimpulan bahwa resolusi dita di tahun 2009 adalah… [Read more...]