#Soyjoy Gym Licious

Jadi… Pada hari perjumpaan pertama para finalis #SoyjoyHealthylicious 2 yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, setelah brief tentang Kedelai dan photo session, kami para finalis beserta tim Soyjoy berangkat menuju Celebrity Fitness di Gandaria City untuk pertama kalinya.

Setelah kita ganti baju olah raga, kita diberi brief oleh orang CelFit nya, lalu perkenalan alat, saya pikir udah donk.. Ternyata saudara-saudaraaaaa… Pembantaian dimulai!! Mulailah kita disuruh sit up 15 kali pake bola setengah (entah apa namanya), dilanjut naik turun step 30 detik diawali kaki kanan, lalu gantian pakai kaki sebelah kiri.

Cukup?

[Read more...]

#Soyjoy Drama Licious

Setelah sebelumnya kami 100 semifinalis diberi tugas untuk membuat artikel mengenai kedelai, dan tentu saja voting melalui social media (facebook dan twitter). Kebetulan saya membuat dua postingan.

Jreng jreng!! Hari Sabtu 14 Mei 2011 lalu, kami 10 finalis #SoyjoyHealthylicious 2 2 dipertemukan untuk pertama kalinya, setelah 2 hari sebelumnya diumumkan bahwa kami ber 10 lah yang berhasil menyisihkan 90 semifinalis lainnya dan menjadi finalis #SoyjoyHealthylicious season 2.

Melalui brief singkat lewat email dan telepon, diberitahu kalo kita ber 10 harus kumpul di Kantornya Soyjoy di bilangan Pondok Indah jam 8 pagi.

And the #drama #SoyjoyHealthylicious 2 begin!!

[Read more...]

Rejeki Itu Terletak dalam Restu Mama

Saya mahasiswa kedokteran gigi angkatan 2002, iya tau itu sudah 8 tahun saya kuliah dan masih belum lulus juga. Lulus S1 dalam waktu 7 semester, dengan IPK 3 kurang sedikit sekali. Tentu ke-2 orang tua saya bangga, dan mereka berharap saya bisa menyelesaikan jenjang pendidikan berikutnya, yaitu kepaniteraan klinik juga dalam waktu sesingkat-singkatnyanya. Saya sendiri tentu juga mengharapkan hal yang sama. Apalagi saya sempat mendapatkan beasiswa dari Listerine di tahun pertama kepaniteraan klinik saya. Tetapi seperti yang kita ketahui bersama kadang kenyataan tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan.

Setelah 3 tahun di kepaniteraan, saya mulai mempertanyakan banyak hal, seperti apa arti hidup ini, salahkan pilihan dan keputusan yang pernah saya ambil dan lain sebagainya. Karena satu dan beberapa hal, saat itu saya merasakan tekanan dalam hidup. Saya merasa gamang dan bimbang, apakah memang saya ditakdirkan jadi dokter gigi? Apalagi melihat beberapa teman dekat saya sudah sukses menyelesaikan kepaniteran dan jadi dokter gigi. Padahal namanya juga kehidupan, yang rodanya selalu berputar, harusnya saya tidak terlalu mengambil hati. Saya seharusnya tetap berjuang menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Tapi disanalah jiwa pemberontak saya meronta. Selama 4 semester kemudian saya tidak pernah masuk kampus buat menyelesaikan kepaniteraan saya. Saat itu saya mencoba terjun kedunia lain yang sebelumnya tidak saya geluti.

[Read more...]

This Is My Story: Dentist 2.0

*) Disclaimer: Berhubung postingan ini gak masuk 16 besar lomba #MyStory, maka saya edit jadi extended version nya, dan konteks nya saya ubah sedikit (300 kata tak cukup buat menceritakan mimpi saya :lol: ).

Pada tahun 2016 (5 tahun lagi ya, soalnya 20 tahun kelamaan), saya telah menjadi Dentist yang memiliki Dental Clinic 2.0. yang bukan sembarang klinik dokter gigi biasa. Klinik saya nanti akan menjadi klinik gigi digital pertama, semuanya terintegrasi sama internet. Saat ini kemacetan sudah menjadi makanan sehari-hari kita, dengan adanya Klinik gigi saya akan memudahkan calon pasien dalam melakukan appointment dengan dokter giginya. Selain itu klinik saya memberikan discount khusus bagi pasien yang menjadi follower twitter ataupun fans di FB page klinik tersebut. Adanya socmed account selain untuk mendapatkan discount juga dapat dijadikan sarana komunikasi antar dokter dengan pasien. Sehingga pasien bisa mendiskusikan keluhannya terlebih dahulu atau mendaftarkan kunjungan sebelum bertemu fisik dengan dokternya, sehingga dapat mengurangi terbuangnya waktu. Ketika melakukan registrasi melalui form, ada kolom keluhan yang bisa diisi, sehingga kita bisa mengelompokkan jenis sakit yang diderita, untuk mempermudah memasukkannya ke list dokter gigi umum, atau spesialis (tergantung kebutuhan dan kasus).

[Read more...]

Kepepet? Senyum Aja!

Sejak jaman kuliah, hal paling deg-degan itu kalau dipanggil dosen buat jawab pertanyaan beliau. Kalau jaman ko-as hal paling bikin deg-degan itu kalau lagi menghadap dosen buat indikasi pasien, soalnya pasti ditanyain macem-macem, kan gawat kalo gak bisa jawab, ujung-ujungnya pasti disuruh nyari referensi ke perpustakaan. Ada satu lagi yang paling saya takuti, kalau lagi nyetir disuruh minggir sama pak polisi, jantung saya makjleb langsung berhenti berdetak selama sepersekian detik.

Lalu apa yang harus saya lakukan bila menghadapi hal-hal diatas itu? Ya senjata utama adalah senyum (nyengir) dulu. Soal abis itu bisa jawab atau gak, tetep di setrap atau gak, tetep ditilang atau damai, yang penting senyum dulu. Selain senyum itu sebagian dari iman, senyum juga gak ada ruginya. Dari pihak yg tersenyum, dan yang disenyumi sama-sama membuat hati senang. Btw, gambar disebelah rada #lebay siikk, secara senyumnya Putri Indonesia :lol:

[Read more...]

7 Dosa Besar terhadap Rambut

Rambut adalah mahkota wanita. Wanita mana yang ingin merusak rambutnya. Justru segala macam cara akan dilakukannya demi mahkotanya tampak menarik, dari me-rebonding, ngecat warna macem-macem dan masih banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk membuat penampilan lebih menarik.

Kemarin sambil duduk manis menanti pasien di kampus, dita duduk sambil ngobrol sama temen yang sama-sama jilbaban. Dia mengeluhkan kalau rambutnya makin lama-makin rontok. hal yang sama juga terjadi pada diriku. Awalnya dita tidak terlalu menyadari kalau kerontokan melanda rambut ini, padahal tanda-tandanya semakin jelas setiap kali sisiran rasanya rambut yang tertinggal di sisir semakin hari semakin banyak. :’O

Obrolan itu juga mengingatkan bahwa beberapa waktu belakangan ini, dita lagi mencari shampoo yang cocok, yang mengurangi rambut rontok, masalahnya dirumah tuh dita jarang menggunakan 1 merk shampoo yang tetap. Bukannya karena doyan gonta ganti, tapi karena kepraktisan, ngikut shampoonya orang rumah aja gitu. Dulu, rambut dita itu panjang dan tebal, karena pas masih kecil mama rajin banget ngolesin minyak kemiri seminggu sekali ke rambut dita. Tapi sekarang, sedih banget kalau mengingat masa itu.

[Read more...]

Antara KDRT dan Selingkuh

“Some people choose to stay in an abusive relationship because fear of losing is bigger than their pride.” –a friend of mine

Kenapa sih, kamu bisa tahan sama dia? Kita gak sanggup liat bekas memar, bekas cakar, bekas cengkraman dia di tubuh mu? Dia sakit Mir… Dan kamu berhak dapet orang yang lebih baik dari dia. Orang yang gak suka nyakitin secara fisik. Apa kamu gak sayang sama tubuh sendiri? Orang tua mu aja belom tentu pernah nyakitin sampai segitunya.

Apa? Cinta katanya? Kalo cinta kenapa dia bisa nyakitin kamu? Nampar, mukul, sampai bekas tangan nya ada di sekujur tubuh mu.

Tapi hati nya baik? Baik dari mana? Kalo hatinya baik, menyakiti semut aja pasti ndak bisa, apalagi nyakitin kamu.

Ooohh… Manis tutur bahasanya maksudmu? Orang yang pinter ngomong bukan berarti dia baik. Dia pinter ngomong biar kamu memaafkan nya terus menerus, tepat seperti yang sekarang kamu lakuin.

Dia setia, gak seperti pacar-pacarmu sebelumnya? Ya iyalah dia setia, lha kamu nya mau disakiti secara fisik begitu, perempuan lain, mungkin dipukul bales mukul, ditampar bales nampar, or at least I will. Tapi kamu kan lembut hatinya. Kita tau benar gimana kamu Mir.

Paling gak dia setia gak tukang selingkuh kayak pacarnya Vika.

[Read more...]

baik salah! jahat salah! gimana donk?

Di suatu sore yang cerah seorang teman datang mengadu padaku,

“kamu tau gak… aku binguuunnggg….”

“kamu bingung kenapa?” tanya ku

“aku bingung dit. serba susah.”

“ya apanya yg serba sulit” aku semakin gemes mendengarnya.

“kamu tau kan si anu?”

“iya, kenapa dia?” aku makin tertarik begitu dia menyebutkan nama.

“aku sebel! masa dia bilang ke orang2 kalo aku suka sama dia”

“lalu kamu suka juga apa ndak?” aku semakin penasaran sama dirinya.. maklum temanku sudah terlalu lama menjomblo…

“ntah lah dit. sepertinya sih ndak. kalau pun misalnya aku suka jadi ilfill.” begitu jawaban teman ku itu.

“childish banget dit. masa aku kasih perhatian dikit, dia langsung ngadu kalo aku suka sama dia. padahal aku kan juga bisa berbuat yang sama ke orang lain, kebetulan saja saat itu yang ada dia”

“kamu tau kan dit, aku orangnya gimana? aku emang begini, baik sama semua orang, gag cewe gag cowo.”

[Read more...]

One Man One Tree

Gara-gara titiw ngomong soal nanem pohon trembesi, jadi keinget omongan nglantur saya dulu di twitter atau plurk?!? By the way, saya bukan aktipis/blogger lingkungan hidup loh.. Boro-boro aktip[is] lha disuruh jalan kaki aja paling males, sayah pecinta kendaraan pribadi, mohon maap yaah.. *dibacok deh eike*

Jadi begini yaaa… Gara-gara dirumah saya udah kayak kebun binatang, kebun bunga, kebun buah, dan kebun tamenan obat. *iya kalian gak salah baca kok* Mama saya itu tangannya dingin, kalau nanem apapun jadi. *Gitu bukan istilahnya?* Sejak kecil dan masih tinggal dirumah lama, mama membiasakan diriku untuk ikut membantunya bila sedang bercocok tanam, dimulai dari menyiram taneman, menanam pohonnya, sampai mencangkul. Masih jelas banget, dulu pas masih kecil dibeliin mama, alat berkebun yang mini, ada sekopnya, garpu tanah, ember, dan lain-lain. Jadi diriku sampai sekarang mah gak jijik maenan tanah, lha secara kecilnya dulu mainnya dikebon mulu. [Read more...]

Cinta Vs Agama

cinta-agamaSemua pada setuju ndak… kalau Agama merupakan salah satu batu sandungan paling mengganjal dalam setiap percintaan…

Lihat lah kesekitar kita, pasti ada aja khan, orang yang pacaran bahkan sampai menikah beda Agama, kalau mau diambil contoh yang paling nyata sebut saja Titi Kamal sama Christian Sugiono, Dewi Sandra sama Glenn Fredly (ini masih nikah apa udah cerai ya?) Lidya Kandau sama Jamal Mirdad, Amara dan Frans Lingua, dll dan tidak menutup kemungkinan, kalau pasangan beda agama tersebut adalah teman, sahabat atau bahkan saudara kalian semua…

Biasanya kalau masih pacaran, banyak yang cuek, mereka bilang “lihat ntar lah…” lha apanya ini yang lihat ntar??? liat ntar soal agamanya, liat ntar mau nikah apa ndak? lihat ntar bagaimana kata orang tua? lo lo loh…. jadi pacaran buat main-main ajaa?

Atau justru “ntar kan salah satu pindah agama sebelom nikah…” Lalu agama buat main-main aja gituuuhhhh, bisa pindah-pindah cuman karena nikah…

*lha ini kok malah kayak gag memberikan solusi* :|

[Read more...]