Disain Seragam Untuk Pramugari Citilink Yuk

Buat yang baru kenal, mungkin gak tau kalau sebenarnya sejak masih jaman sekolah dulu, Dita itu paling seneng corat-coret gambar-gambar di buku. Bukannya dengerin Guru menerangkan pelajaran, eh, Dita malah asik menggambar di media apapun yang ada di hadapan Dita. Cita-cita selepas SMA pengen banget jadi Fashion Desainer dan sekolah di salah satu sekolah Fashion Desain yang kebetulan terletak tak jauh dari rumah. Tapi apa daya, orang tua tidak mengizinkan Dita untuk melanjutkan sekolah disana, pada Jaman Dita lulus SMA dulu belom banyak fashion desainer yang bener-bener sukses kecuali yang memag sudah punya nama. Orang tua Dita menganggap menjadi desainer itu bukan pekerjaan yang okeh, maka masuklah Dita ke Fakultas Kedokteran Gigi, karena menurut mereka, menggambar itu cuman Hobi, dan hobi tidak perlu disekolahkan. *yeah rite!*

Sampai sekarang keinginan untuk menjadi fashion desain belumlah pupus, secara sekarang banyak banget Disainer Muda Indonesia yang namanya berkibar, at least berkibar di kalangan muda mudi, dan Jaman sekarang, karya disainer dalam negeri mulai diangkat dan tidak dipandang sebelah mata lagi. Dari jaman masih kuliah dulu, Dita masih suka tuh nyari-nyari info adakah lomba desain pakaian, baik di majalah atau dari sekolah desain sekalian. Tapi emang belum mujur atau emang gak bakat *nangis dipojokan* sampai sekarang belom pernah menang lomba apapun. Kalau gak salah inget lomba rancangan baju terakhir yang Dita ikuti itu LPM 2007 *ya iyalah kalah, saingannya para desainer muda lulusan sekolah fashion desain* #siiigghh…

[Read more...]

It’s Revival Night Lights

Dunia fashion dan lifestyle yang selalu berevolusi dan terus bergerak maju, tentunya membuat majalah fashion selalu berlomba-lomba memberikan yang terbaik kepada pembacanya, apalagi di era modern sekarang ini dinamika fashion dapat dinikmati dalam berbagai media, tidak hanya cetak saja, seperti internet. Tapi bagi saya pribadi yang memang suka sekali dengan fashion dan tak jarang membrowsing dalam mecari panduan gaya paling hitz dan paling baru, peran majalah belum dapat benar-benar digantikan oleh internet. Beda rasanya memegang dan membolak-balik majalah dengan menyentuh tombol-tombol di laptop. Salah satu majalah yang Indonesia banget yang penuh dengan fashion spread yang memanjakan mata, artikel yang membangkitkan imajinasi dan sangat artistik.

Nah tanggal 13-15 Mei 2011 lalu, Clara Magazine dalam rangka relaunch image barunya bekerja sama dengan MAGNUM dan BCA mengadakan CLARA 360° DIARY di Pacific Place. Rangkaian acara tersebut dibuka dengan pagelaran fashion show yang diberi nama 360° CLARA REVIVAL NIGHT LIGHTS. Pada hari pertama tersebut, CLARA menghadirkan presentasi fashion karya 3 desainer muda yang sedang panas dibicarakan yaitu Andreas Odang, Kle dan Tex Saverio. Presentasi tersebut didukung oleh kolaborasi musik The S.I.G.I.T dengan Bina Seni Vokal (BSV) Choir. Yang tidak kalah penting, suguhan visual mapping karya Isha Hening dan Yolando Siahaya mampu menghadirkan suasa yang berbeda dalam fashion show tersebut. [Read more...]

"Public Announcement" by LaSalle alumnus at JFW 10/11

Setelah di hari sebelum nya ada Reuni ESMOD, dan CLEO Fashion Award, serta show dari Level One dan Grazia: Celebrity meets Fashion, yang penuh dengan bakat-bakat muda. Pada 10 November lalu di hari ke-5 Jakarta Fashion Week 2010/2011 lalu, suatu acara Fashion show bertajuk “Public Announcement”, para alumni LaSalle Collage International Jakarta menunjukan bahwa mereka siap bersaing di dunia fashion tanah air. Delapan brand milik mereka siap memperagakan karya terbaik hasil rancangan mereka. Entah kenapa saya selalu tertarik melihat show disainer muda, entah karena sifat eksperimental mereka yang masih menggebu, sedangkan kalau melihat show karya disainer senior unsur kejutan nya agak kurang. Of course disainer senior punya hal lain yang ingin saya lihat, tapi itu kita bahas nanti saja.

Di buka oleh koleksi O2M by Sarah Callista yang bertema Gnosis yang memiliki makna pencerahan mistis atau pengetahuan spiritual. Menggabungkan knowledge, serta reverse engineering dan liquid technology. Memilih warna-warna kontras, disain yang dekonstruktif dan arus organik dari kain serat modifikasi dari headdresses yang direkayasa dengan mengunakan chipset. Menyasar target market young adult (21-35) O2M menbuat pakaian ready to wear yang tampil beda namun sangat nyaman dikenakan.

[Read more...]

Final LPA 2010: MODERN URBANITES at JFW 10/11

LPA (Lomba Perancang Aksesoris) dan LPM (Lomba Perancang Mode) diadakan seling setahun sekali di Jakarta Fashion Week 2010/2011, dan tahun ini adalah waktu nya digelar LPA 2010. Dari 322 pendaftar yang masuk, ternyata tidak hanya dari orang Indonesia yang tinggal di Indonesia, ada juga orang Indonesia yang kebetulan tinggal di Perancis dan China ikut mendaftar, disaring menjadi 15 semifinalis masing-masing 5 semifinalis untuk setiap kategori. ke 3 Kategori tersebut adalah Custome Jewelry, Tas, dan Sepatu. dari total 322 pendaftar, 60 persen nya ternyata mendaftar untuk kategori Custom Jewelry, lalu sisanya rata antara Tas dan Sepatu.

Berikut 5 Semifinalis Kategori Custome Jewelry:

Anindita Putri [Coloureds Cubism]

Aditya Novali [Ensembles to Wear]

Syerin Aliriena Tjandra [un-Eternally Precious]

[Read more...]

KROMO by Auguste Soesastro at JFW 10/11

Perpaduan songket, tenun dan kesederhanaan, bagitulah yang terlihat dari Show menjelang sore di Fashion Tent Jakarta Fashion Week 2010/2011 pada 12 November kemarin, bertemakan Kromo, oleh Auguste Soesastro, perancang muda Indonesia yang mengawali kiprahnya di New York muncul dengan koleksi mini rancangannya yang mengutamakan kualitas cutting, tidak aneh-aneh dan simpel. Rancangan busana ini didedikasikan untuk para perempuan Indonesia yang intelek, bercita rasa seni tinggi, dan berpengaruh besar dibidang nya masing-masing namun tidak ingin terlalu menonjolkan diri. Dihadiri  oleh beberapa perancang nasional, diantaranya Oscar Lawalata dan ibunda Reggy Lawalata.

Begitu show dimulai, tepukan riuh penonton memenuhi ruangan. Tak lain karena baju dan kain tenun yang dikenakan sang model sangat cantik. Simple, Classy and yet Clean cutting. Selain itu, Show ini sendiri memiliki sesuatu yang berbeda, karena model pertama yang berjalan di runway bukanlah seorang model, melainkan Paquita Wijaya. Auguste mengutamakan konstruksi dalam rancangannya. Yang membuat istimewa adalah, karena semua koleksi ini memakai satu lembar potongan dengan hanya satu jahitan saja. “Saya menjahit sendiri semua koleksi ini. Kekuatan saya adalah pembuatan pola yang saya pelajari di New York,” ujar Auguste pada saat konfrensi pers.

[Read more...]

Stylish, Spirited & Insightful Young Designers at JFW 10/11

First of all, I’m sorry because I don’t have a proper picture of this show. Zacky one of the designer invited me to watch this show, so I came and watch the show from tribune, not in media area.

Pada Jakarta Fashion Week 2010/2011 show Mazda kali ini mengandeng 3 designer muda yang berjiwa stylish (Anastasia Hoeng), spirited (Zacky Gaficky) dan insightful (Stephen Huang) sesuai dengan atribut personality brand Mazda itu sendiri. Ke 3 designer tersebut mengaplikasikan personaliti Mazda secara detail ke rancangan mereka masing-masing.

Untuk menggambarkan persamaan antara koleksi ke 3 Young & Vibrant desainers tersebut dengan mobil Mazda, garis desain karya Anastasia menampilkan ciri khas Mazda yang STLYLISH, fokus terhadap curvy dan lekukan dalam koleksi mini yang menarik perhatian sosok individu yang mengenakan nya.

Dengan bentuk yang simple dan very constructed, memakai warna merah dan putih serta cream, tapi diperkaya detail payet dan sulam. Dengan background memperlihatkan jantung yang berdetak, memperjelas detail yang ada pada setiap piece adalah wujud dari pembuluh darah yang keluar dari jantung dan beredar ke seluruh tubuh.

[Read more...]

HullaBaloo by LENNOR at JFW 10/11

Setelah tahun lalu LENNOR tampil di JFW 09/10 dengan tema Playful Life, tahun ini brand yang di usung oleh salah satu disainer senior APPMI Lenny Agustin kembali mengadakan show tunggal di Jakarta Fashion Week 2010/2011. Kali ini pada hari ke 5 JFW 10/11 jam 4 sore di Fashion Tent, LENNOR menggelar koleksinya yang mengusung tema Hullabaloo yang memiliki arti hiruk pikuk. Kata mba Lenny, koleksi kali ini terinspirasi dari masyarakat dunia yang ramai dan semakin sibuk mencari jati diri, selain itu juga karena masyarakat urban sekarang cenderung cuek dalam berpakaian dan mengabungkan berbagai jenis pakaian serta aksesoris dari budaya yang berbeda-beda, sangat ekspresif dan tidak ragu dalam mencoba hal baru.  Perpaduan lintas budaya tersebut menampilkan ekspresi yang menarik, karena kebudayaan dan karakter masyarakat dunia tercermin dalam penampilan mereka.

Tema Hullabaloo merupakan koleksi yang cute dan menyenangkan. Menggabungkan segala macem jenis kain tradisional sebagaimana ciri khas nya LENNOR dengan pengerjaan tangan terampil perajin dan teknologi, menghasilkan pakaian yang casual, colorful dan playful. Lenny bilang, kali ini dia mengeksplor lebih banyak lagi kain nasional, seperti tenun Bugis dan Borneo. Batik, Sarung dan Tenun tentu saja masih terlihat sebagai kain dasar dalam setiap rancangannya termasuk denim. Seperti biasa mba Lenny mengunakan banyak warna yang, cerah, dan juga memberikan detil pada setiap rancangan nya.

[Read more...]

Cleo Fashion Award at JFW 10/11

Tanggal 9 November kemarin di Jakarta Fashion Week 2010/2011, CLEO fashion award digelar untuk ke 3 kalinya. Award tersebut diberikan kepada 24 retail brand internasional yang telah meramaikan industri mode tanah air dengan produk yang sesuai segmen nya sama pembaca CLEO. Ada 2 kategori penghargaan yang diberikan, yaitu CLEO Readers Choice Award yang hasilnya didapatkan dari polling/angket pembaca CLEO dan CLEO Choice Award yang ditentukan oleh para Juri yaitu: Rama Dauhan (disainer Danjyo Hiyoji), Andien (penyanyi), Andhika Pratama (aktor & presenter),  Nina (disainer NIKICIO), dan Herlina Halid (wapimred CLEO Indonesia).

Dibuka oleh Show dari 2 pemenang tahun lalu, Brand Lokal Paling Inovatif: Danjyo Hiyoji

Dan Desainer Muda Berbakat: Kleting

[Read more...]

Koleksi Baju Muslim APPMI at JFW 10/11

Seperti biasa, salah satu show yang paling saya tunggu adalah Rangkain Show baju muslim dari anggota APPMI. Mengapa begitu? Tentu saja karena saya sendiri juga mengenakan baju muslim, dan menyaksikan pagelaran baju muslim seperti memberi angin segar buat saya, bahwasanya memakai baju muslim pun bisa tampil modis dan trendi.

Nah di hari ke 4 Jakarta Fashion Week 2010/2011 salah satu rangkaian Fashion Show dari APPMI adalah Peragaan Baju Muslim.

Show dibuka oleh Irna Mutiara yang mengambil tema koleksi Romantic Return.

Mendapatkan inspirasi dari putri Persia yang elegan dan eksotis di film Prince of Persia lalu dituang kedalam bentuk rancangan yang berupa gaun panjang dengan motif print klasik yang dibuat sedikit “cacat” dan memberi kesan masa kini.

Selanjutnya Yuyuk Nurmaisyah menampilkan Garden Luxury

[Read more...]

Cita Swarna Bumi Sriwijaya at JFW 10/11

Di hari ketiga penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2010/2011, Bank BNI bekerjasama dengan CitaTenun Indonesia menampilkan 10 koleksi dari desainer ternama Indonesia Chossy Latu, Denny Wirawan, Era Soekamto, Luwi Saluadji, Oka Diputra, Oscar Lawalata, Priyo Oktaviano, Sebastian Gunawan, Stephanus Hamy dan Tayad. Setiap desainer menggelar koleksi dengan menggunakan bahan tenun seperti songket Palembang dan tenun Blongsong hasil karya mitra binaan BNI yang tergabung dalam sentra usaha Kampoeng BNI Tenun Sumatera Selatan. Dengan tema “Cita Swarna Bumi Sriwijaya” yang menggambarkan keindahan kain dari wilayah Sriwijaya yang ditransformasikan menjadi busana yang masa kini dan berdaya pakai tinggi.

Kampoeng BNI sendiri diresmikan pada Februari 2010 lalu, dan merupakan program pemberian kredit kemitraan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan perbaikan lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di daerah yang sulit terjangkau.

Stephanus Hamy dengan “Swarna Dwipa”
Tetap tampil memikat dengan jaket dan blazer yang menjadi ciri khasnya, but this time’s very colorful and chic. Ia mengubah kain tenun Blongsong menjadi busana yang feminin, seperti rok lebar dan dress yang jatuh di bawah dada. And look at those wonderful and colorful shoes.

Tayada dalam “Contradictive”
brand yang dipawangi oleh tiga desainer muda, menampilkan busana siap pakai untuk anak muda yang energetik. menampilkan koleksi yang playful dan sangat muda. Penuh warna-warna berani seperti merah terang, biru tua, sampai warna yang lebih soft seperti biru muda dan pink. Semuanya dipadukan ke dalam hot pants, summer dress, bolero, dan atasan lainnya dengan potongan asimetris yang terlihat sangat wearable and cute.

[Read more...]