BLURRED LINES(?)

Akhir-akhir ini suka agak terganggu sama liriknya tiap denger lagunya Robin Thicke yang Blurred Lines. I am not a true feminist, but somehow diluar video clip nya yg menampilkan tiga cewek cantik dan seksi dengan baju seadanya dancing around cowok-cowok itu, liriknya looohhh agak rapey.. “I know you want it”! Hey there is no such a BLURRED LINES, all lines all crystal clear.. When a girls says no, it means no! Jangan halusinasi dan menemukan pembenaran sendiri..

Sebenernya ini berlaku both side sih, yg cewek2 juga jangan halusinasi ‘I know he love me, or yg sejenis itu’ :lol: kasih garis yg jelas antara cinta sama sex..

Gitu doank… ;)

Anyway, musiknya sih oke banget, dan aku sih suka & sering denger, liriknya doank yg ganggu.. :p

What do you think?

—————–

Berikut attachment Videonya (atas saran Didut)

Suka, bukan berarti harus selalu sama

Suka, bukan berarti harus selalu sama. Gak sama, bukan berarti harus disama-samain. Sama, bukan berarti lantas harus suka.

Menurutku, hal tersebut di kalimat diatas tadi merupakan lingkaran setan. Ada orang yang karena lagi suka sama seseorang, biar PDKT nya smooth, maka mulailah dia meniru atau mirip-miripin kesukaan sama si gebetan. Di satu sisi, ada juga yang kekeuh nyari pasangan yg semakin mirip (hobi, sifat, kesukaan, dll) nya sama dia semakin okeh.

Padahal tuh ya, menurutku gak perlu lah tuh nyama-nyamain hobi, tontonan favorite, selera musik, makanan kesukaan, sama orang yang kamu suka. Berbeda itu indah! Karena sesungguhnya lebih mendingan mencari kecocokan dibalik perbedaan yang, dibanding memaksa menyamakan padahal beda. Seperti kata teman saya berikut ini:

Continue reading →

Hak Asasi atau?

Entah kesurupan apa saya sore ini, bisa juga karena masih sakit sehingga saya merasa otak ini juga mengalami sedikit gangguan. Berawal dari obrolan absurd bersama seorang teman di twitter soal hukum adat, agama dan suku (dari film yang HOT jadi perbincangan itu loh), kemudian saya merambat ke masalah lain, yang kemudian melahirkan twit dibawah ini.

Twit tersebut mendapat beberapa tanggapan, ada yang setuju atau yang membantah, dan ada yang meng-RT. Tujuan saya mengeluarkan twit tersebut bukanlah mencari sensasi atau sekedar iseng, kebetulan saja hal tersebut terlintas di pikiran. Bisa jadi karena dalam keluarga saya yang walaupun mayoritas muslim, tapi juga tidak sedikit yang memeluk agama yang berbeda. Dan ada juga yang dalam satu keluarga anggotanya menganut dua agama yang berbeda. Temanku ada yang bahkan sekeluarga anggotanya menganut tiga agama yang berbeda.

Continue reading →

GENDUT itu… State of Mind

Dulu, pas #Galau lagi booming. Timeline twitter penuh dengan galau dan kelagauan. Nah, beberapa hari yang lalu tiba-tiba Dita jadi inget kalau dulu pernah bilang bahwa #Galau is a state of mind… Tapi tak hanya itu loh, menurut Dita, gendut juga state of mind…

Entah kenapa akhir-akhir ini Dita begah dengan ucapan orang mengenai dirinya sendiri. Kurus atau gemuk itu kan sebenernya ngukurnya pakai standart BMI (Body Mass Index) bukan melalu timbangan semata. Ada yang namanya proporsional, keseimbangan antara tinggi badan dan berat badan. Gak bisa tuh kita ujug-ujug nimbang, terus mengeluarkan statement “Saya GEMUK!” Tanpa menghitung BMI nya terlebih dahulu.

Gimana cara ngukur BMI? caranya gampang tinggal bagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat (BMI=kg/m²), Nah berikut tabelnya:

BMI Klasifikasi
< 18.5 berat badan di bawah normal
18.5–24.9 normal
25.0–29.9 pre Obesitas
30.0–34.9 Obesitas tingkat 1
35.0–39.9 Obesitas tingkat 2
> 40.0 Obesitas tingkat 3

Continue reading →

Antara KDRT dan Selingkuh

“Some people choose to stay in an abusive relationship because fear of losing is bigger than their pride.” –a friend of mine

Kenapa sih, kamu bisa tahan sama dia? Kita gak sanggup liat bekas memar, bekas cakar, bekas cengkraman dia di tubuh mu? Dia sakit Mir… Dan kamu berhak dapet orang yang lebih baik dari dia. Orang yang gak suka nyakitin secara fisik. Apa kamu gak sayang sama tubuh sendiri? Orang tua mu aja belom tentu pernah nyakitin sampai segitunya.

Apa? Cinta katanya? Kalo cinta kenapa dia bisa nyakitin kamu? Nampar, mukul, sampai bekas tangan nya ada di sekujur tubuh mu.

Tapi hati nya baik? Baik dari mana? Kalo hatinya baik, menyakiti semut aja pasti ndak bisa, apalagi nyakitin kamu.

Ooohh… Manis tutur bahasanya maksudmu? Orang yang pinter ngomong bukan berarti dia baik. Dia pinter ngomong biar kamu memaafkan nya terus menerus, tepat seperti yang sekarang kamu lakuin.

Dia setia, gak seperti pacar-pacarmu sebelumnya? Ya iyalah dia setia, lha kamu nya mau disakiti secara fisik begitu, perempuan lain, mungkin dipukul bales mukul, ditampar bales nampar, or at least I will. Tapi kamu kan lembut hatinya. Kita tau benar gimana kamu Mir.

Paling gak dia setia gak tukang selingkuh kayak pacarnya Vika.

Continue reading →

Merdeka!

Merdeka itu saat kita mampu hidup mandiri tanpa perlu hutang sana sini, saat kita merasa aman jalan sendiri kapan saja tanpa takut dijambret garong, saat kita bebas mengeluarkan pendapat tanpa tekanan dari pihak manapun, saat kita bebas mencintai dan memiliki asal masih dalam norma yang melindungi, mandiri dalam bersikap sosial dalam bertindak, bebas beribadah tanpa campur tangan pihak tak bertanggung jawab.  Merdeka itu bebas berekspresi!

— #merdeka untuk @KicauBahasaku

#gambar diambil dari : http://komikmerdeka.deviantart.com/