Cinta, Rasa, Kata

Ketika cinta hanya berupa kata, kenapa begitu banyak rasa membuncah di dada?

Ketika cinta hanya kata dan rutinitas belaka, apakah rasa itu masih ada?

Ketika cinta bukan sekedar kata, kemana perginya semua rasa yang pernah ada?

Ketika kata tak bisa ungkapkan cinta, hanya rasa yang tertinggal.

Ketika cinta memenuhi ruang di dada coba ungkapkan rasa dengan kata.

Ketika rasa tertahan oleh kata, relakan cinta pergi kemana.Ketika cinta dan rasa telah hambar, kata pun tak cukup jadi penawar. [Read more...]

Just You

I just want you.
That’s it.
All your flaws, mistakes, smiles, giggles, jokes, sarcasm.
Everything.
I just want you.

I don’t know where I stand with you.
And I don’t know what I mean to you.
All I know is every time I think of you, I want to be with you.

 

gambar diambil dari sini

Aku Rindu Kamu…

Aku rindu mendengar suaramu, riuh renyah tawamu, maupun tatapan dalam diammu…
Aku rindu kamu…

Aku rindu sisa harum tubuhmu yang tertinggal, nasihat2 kecil yang kau lontarkan padaku…
Aku rindu kamu…

Aku rindu melihat senyummu, mendengar degup nafasmu ketika kau terlelap, dan igauan kecil yang terlontar dari bibirmu..
Aku rindu kamu…

Aku rindu kehadiranmu disampingku, obrolan ngalor ngidul yg biasa kita lakukan, nyanyian kecil yg selalu kamu senandungkan…
Aku rindu kamu…

Aku rindu lentiknya jari jemarimu, lekuk senyum dibibirmu, dan juga bahasa tubuhmu yang lainnya…
Aku rindu kamu…

Aku rindu mencoba berbagai jenis makanan baru, bertualang dari satu resto ke resto lain, dan rasa kenyang setelahnya bersamamu…
Aku rindu kamu…

Aku rindu efek yang kau timbulkan ketika kita bersama, juga rasa sepi yang kau tinggalkan ketika kita berpisah…
Aku rindu kamu…

Love is…

Love, it’s not just “I love you” but “My Affection, Attention, and Appreciation for you!”
Love, it’s not just “I’m here” but “I’ll never leave you.”
Love, it’s not just “don’t go there” but “let me go with you.”
Love, it’s not just “don’t worry” but “I’ll never give you reason too.”
Love, it’s not just “I’m sorry” but “I’ll never hurt you again.”
Love, isn’t just “you can trust me” but “I’ll never make you doubt.”
Love, isn’t just about the words but the meaning behind it.. :)

—————————————-

[Read more...]

Luv U Mum

[photoxhibit=2]

ya ya ya saya tau, Hari Kartini udah berlalu, dan Hari Ibu masih lama.. tapi satu yang saya tahu pasti, Kasih ibu tak kan punah… Kasih ibu sepanjang masa, jadi boleh donk kita nginget2 Ibu/Bunda/Mama/Mami/Mum/Umi/Ambu/dll…

[Read more...]

Kamu, Aku dan Dirinya

Matahari

Sinar dan hangat menyingsing pagi
Membelai egoku
Menceriakan
Membakar nafsu
Menyuntikan semangat baru
Menyentak kalbu
Menyengat sanubari
Rasa ingin bercinta

[Read more...]

Cinta itu… part.2

Saat ku duduk diam diatas pesawat yang membawaku kembali ke jakarta, ditemani secangkir teh tariik hangat ku termenung. tiba-tiba terbersit satu kata diotakku. C.I.N.T.A

apasih artinya cinta?

[Read more...]

Goodbye Hon…

Begitu ku melangkahkan kaki menaiki ferry yang kan membawaku ke Singapore, perasaan aneh mulai melingkupiku. Hon, masih ingatkah kau kepadaku?

Memandang ombak diluar sana, diiringi kicau burung dan belaian lembut angin diwajahku, perlahan jatuh sebutir airmata. Tergesa kuusap sebelum ada yang melihatnya. Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali kumenapakkan kaki disini.

Dulu… Setiap tahun kita pergi ke Singapore. Tanah impian kita.

Masih ingatkah kamu dengan janji-janji itu?

Alunan cinta yang kita rajut bersama. Sekarang menguap tinggal kenangan. Aku terlalu takut untuk membayangkan menginjak tanah ini tanpa dirimu. Rasanya sungguh menyesakkan.

Ah… Ferry ini sudah menepi. Sanggupkah ku bejalan tanpa terkenang akan dirimu?

Setiap langkah, setiap ke menengokkan wajah kebelakang, rasanya aku masih bisa melihat dirimu berdiri disana dengan senyum hangat mu. Kamu yang selalu berjalan dibelakangku, entah dengan alasan apa. Katamu, “Agar aku selalu dapat mengawasimu!”. Kamu tidak ingin kehilangan diriku. Benarkah begitu?

Lalu jika benar, dimana dirimu saat ini?

Mimpikah semua yang tlah kita lalui selama ini.

Hon, ingatkah bagaimana impian kita membangun keluarga kecil bahagia disini. Kamu ingin sekolah lagi mengambil spesialis, sementara aku berperan jadi ibu rumah tangga yang bahagia. Kita akan menjalani masa depan kita bersama anak-anak kita kelak. Kamu berangkat ke rumah sakit dimana aku mengantarkan anak-anak pergi kesekolah. ya… saat itu kamu berkata kalu sebaiknya aku jangan bekerja dulu sementara kamu sekolah lagi.

Sekarang semua itu tinggal angan yang tak sampai. Kita berpisah baik-baik dan semua mimpi itu sirna bersama perpisahan kita.

3 tahun Hon, aku tidak berani menapakkan kaki disini, karena takut airmata kan membanjiri wajah maupun hatiku.

Sekarang ku coba kembali ketempat ini. Tak tahu apakah diriku dapat melupakanmu ataukah S’pore tetap menjadi tempat impian kita. I must try Harder… Sekarangpun mataku telah basah.

Hon, aku tidak tahu apakah rasa itu masih ada, yang pasti every time I close my eyes, You always there. Smile at me.

I know you’re with someone now, but me… I’m still alone. Not because I can’t forget you. tapi karena aku masih terlalu nyaman dengan kesendirianku. Terlalu banyak mimpi indah yang telah kita rajut bersama.

Hon, mungkin memang perpisahan yang terbaik. Kita sama-sama keras kepala, sama-sama egois. Walaupun rasa cinta dan kasih yang kita miliki pun begitu besar, tidak dapat menjembatani perbedaan besar yang seperti jurang menganga dihadapan kita. Betapapun besarnya cinta itu takkan dapat mengalahkan itu.

Hon, bila waktu itu kita tidak berpisah. Akan seperti apakah kita sekarang? Apakah kita telah memiliki putra-putri cantik yang waktu itu kita impikan. Terkadang aku masih memikirkan itu.

Andai… waktu itu kita tidak berpisah… Andai kamu mau berpindah keyakinan, atau andai rasa cinta yang kita miliki begitu besar sehingga perbedaan itu tidak menghalangi kita untuk bersatu. Ya, tapi toh semua itu sudah ada yang mengatur. Mungkin aku memang bukan yang terbaik untukmu, begitu juga sebaliknya.

Hon… Aku harap akupun dapat segera menemukan kebahagianku, sebagaimana yang kamu akui telah kau temukan bersamanya. Dengan mencoba melangkahkan kaki di negri impian kita ini, aku harap dapat mengusir semua bayangmu dari relung hati ku.

Goodbye Hon… I will allways remember you…

(Untitled) 2.0

saya adalah orang yang terbiasa mendapatkan segala yang diinginkan (bukan masalah hati atau cinta loh). seperti prinsip ‘the Secret’ “kalau kamu yakin kamu bisa, maka kamu bisa” segala nya itu ada dalam kekuatan pikiran.. saya adalah orang yang terbiasa berkompetisi dengan diri sendiri “menetapkan cita2 setinggi langit lalu berusaha keras menggapainya” bukan jenis yang yang iri karena rumput tetangga lebih hijau, atau terganggu oleh prestasi yang dicapai orang lain… hell no!! dari kecil saya tidak pernah diajarkan untuk takut atau kalah sama sesuatu ataupun seseorang.

diriku lebih takut bila kalah sama diri sendiri n damn, itu beneran terjadi (idiot)

saat satu-persatu apa yang dicita2kan / diinginkan gugur, atau tidak tercapai dalam target yang ditentukan (oleh diri sendiri) semakin goyahlah keseimbangan dalam diri dita… *ini tidak berkaitan sama ke PD an dita loh* ini masalah yang ada jauh didalam sana… saya mah tetep PD abis, tanya aja ama orang2… (LOL)

mungkin juga terpengaruh sama posisi dita sebagai anak tunggal, jadi seakan2 ada beban, untuk membahagiakan dan mensejahterakan ke2 orang tua dita… apa lagi kalo ngeliat orang2 seumuran sudah pada bisa ngasih uang kepada orang tuanya, sedang diriku hanya bisa nyusahin ajah.. padahal dari pihak ortu ndak pernah tuh terlontar percakapan macam itu… cuman sayanya kali yang terlalu keras terhadap diri sendiri… (idiot)

seperti kata ibu Jane Rubietta,

Someone may have stolen your dream when it was young and fresh and you were innocent. Anger is natural. Grief is appropriate. Healing is mandatory. Restoration is possible.

saat ini, mungkin dita lagi berada dalam tahap Griefing… so now, it’s time to healing

menurutku, keyakinan akan kemampuan itu yang paling susah disembuhkan… mungkin kok kesannya gimana banget yah, rapuh, mudah terluka… walaupun begitu saya masih cukup PD sama segala kemampuan saya yang lain… hanya sama 1 hal aja itu runtuh, dan sampai saat ini saya masih percaya dan yakin seyakinnya kalo saya BISA (woot) dan saya masih mampu berjuang dijalan itu… tapi rasa nya kok udah mati yah (thinking) mati rasa kamsudnya… mungkin dita lagi butuh pelarian ajah… a great escape…

lalu… kemana saya akan pergi?? apakah ke hati mu?? hihihihi… (haha)

# eits jangan Ge-eR :-D

saat ini diriku sedang mengumpulkan serpihan2 itu, mencoba merekatkannya kembali (ndak pake aibon loh)… entah akan memakan waktu berapa lama, sampai bisa pulih dan kembali membentuk hati yang utuh. coz, daku itu lama dalam memaafkan, terutama memaafkan kesalahan diri sendiri. it took a year… jadi mari kita sudahi bermuram durja ini, dan kembali menggali potensi diri.. so…

Conquer Yourself And Not The World

or… Conquer yourself before you can Qonquer the World…

God please help me find my old dita.. amiin… (worship)

**sekali lagi diingatkan, ini bukan postingan patah hati ato patah cinta. tidak hati yang terluka dalam proses pembuatan postingan ini kecuali hati ku sendiri**

(Untitled) 1.0

**disclaimer: taken from my bestfriend notes at facebook** (scenic)

To be able to stand up straight, and always face life with a smile…
Don’t know when I can actually achieve that…

Looking back at the years that’s passed,
realising how much I’ve grown…
but still,
that impatience,
that feeling of “I’m still soo far away from where I need to be…
and nowhere closer to who I need to become…”,
comes back to me every now and then,
as if it has never actually gone away…

Time and time again,
I tell myself to be patient… with me…
but still,
I turned out to be the worst patient I can have…
hesitant… but also soo damn stubborn…

It’s been a while since my birthday,
but I think I’d like to add one more wish…
“If in the first 25 I only got around getting to know me…
may in the next 25 I can get around accepting and loving me, for who I am…”
Amiinn…. :)

kami berdua emang cukup mirip, baik fisik maupun yang lain2 (kalo ndak salah pas test IQ pas SMA dulu hasilnya juga mirip) dimulai dari ulang tahun yang tanggalnya berdekatan (dita tgl 10 dia tgl 15), rumah kami juga berdekatan..

Ternyata ndak hanya sampai disitu saja masalah kemiripan kami… bahkan masalah hati pun kami mirip… saat ini kami berdua sedang dilanda suatu masalah hati (kasus nya kebetulan kali ini berbeda) masalahnya walau kasus berbeda tidak membuat apa yang kami rasakan jadi beda juga…  curahan hatinya di notes pesbuk tersebut pada saat yang sama juga mewakili perasaan dita secara tepat, percis, plek!! ndak tau kenapah, padahal kami ndak janjian untuk mellow bareng…

sangat bodoh kalo dikatakan “saya tidak atau belum mencintai diri saya” dulu sekali saya pernah sangat mencintai diriku… dengan segala kekurangan dan kelebihannya… saat masih naif. tapi saat ini, dita lagi dalam taraf ndak bisa nerima diri sendiri aja kali… seperti di tret plurk dita tadi pagi “right now, I’m just trying to love myself… again” after ‘quarter of a century’ and I think now I know who am I, I must try to love my self too…

and yes, seperti di plurk dita malam ini “I can’t ever trust GOD’s creature named `men`” mahluk yang berjenis kelamin lelaki itu cukup berperan dalam merusak segalanya … kenapa dan bagaimananya, cukup dita yang tau… dibilang trauma sih ndak, yang jelas terluka mungkin.. kalo saat ini ada beberapa orang yang menilai dita ‘player’, it’s up to him, baby… I don’t care… I just wanna have fun with my self right now… persetan dengan segala keinginan menikah muda dan punya anak 7. saat ini girl just wanna have fun. (haha) so kalo kelihatannya flirting sana sini maap yah… (ninja) lagi bosen kok sama cowo… (woot) eh bukan berarti ganti haluan sama cewek loh…
just wanna be alone right now… :-)

dita lagi berusaha memahami mahluk yang bernama lelaki ituh, sekalian berusaha memahami diri sendiri. dita tau, saat kita tidak bisa mencintai diri kita sendiri, kita tidak akan pernah bisa mencintai orang lain (ini general loh yah, bukan hanya pacar)..

dimanakah diriku berada?? I just loose my self.. kalo cinta ilang bisa dicari gantinya… kalo harga diri yang terluka, kemana mencari penggantinya?? (okok)

*bersambung*