What’s in My Pouch?

Tadinya pengen ikutan #whatsinmybag, tapi biar beda sama yang lainnya jadinya #whatsinmypouch (bikin hestek sendiri) aja deh.. :))

Kalau dilihat sekilas gak ada skincare/make up yg mahal.. Yg mahal justru obat-obatan.

1. Nasonex nasal spray,
2. Iliadin 0,05% nasal spray (dua obat semprot buat hidung dari dokter THT super awesome di RS Mayapada,
3. Cendo Asthenof (tetes mata dari dr. Sp. Mata),
4. Interdental Brush yg kecil warna biru (karena sekarang pake #hestekgigi maka harus nyiapin ini kali2 ada sisa makanan yang nyempil di kawat/gigi,
Continue reading →

#Rangkuman2014 dan #Harapan2015

Di penghujung tahun 2014 ini, saya memutuskan untuk pergi mencuci Dmitry. Kenapa? soalnya Abang udah cerewet banget ngomentari mobil kesayanganku itu. Katanya takut jamuran lah, karatanlah.. Yo wes diturutin aja, demi kebaikan ini tho.

Kelar urusan cuci mencuci Dmitry maka kami pergi mencari buah tangan untuk keponakan baru dari Rudy dan Adis, serta calon keponakan baru dari pasangan Icit dan Ipul. Pencarian kado tersebut tidaklah lama, karena kami sudah mengetahui apa yang ingin kami beli, thanks to postingan di blog masing-masing pasangan. Nah, setelah itu ngapain Dit?

Walaupun ini malam/sore menjelang pergantian tahun, kami memutuskan untuk tahuan baruan di rumah masing-masing saja. Sesampainya dirumah, duduk di depan laptop sambil mengingat-ingat, apa saja yang sudah terjadi selama 2014 ini sih? Akhirnya jadi ngetwit pakai tagar #Rangkuman2014. Continue reading →

Status dan Pengakuan

Mungkin untuk beberapa orang, Status dan Pengakuan masih dibutuhkan, entah agar terlihat baik di mata sosial, atau sekedar pengesahan atas usaha yang telah dilakukannya selama ini.

Mungkin sayapun masih membutuhkannya. Membutuhkan pekerjaan tetap yang pergi pagi-pulang sore selayaknya teman-teman yang lain. Membutuhkan gaji bulanan, sehingga merasa nyaman karena tahu besok bisa makan atau tidak. Tapi mungkin saja tidak.

Ada yang merasa terjamin dengan menjadi PNS, ada yang keren dengan bekerja di perusahaan swasta yang bonafid, ada yang merasa berkuasa atas dirinya sendiri dan kehidupan orang lain ketika membuka usaha, ada yang merasa bebas merdeka dengan menjadi seorang freelancer, ada yang merasa cukup bertanggung jawab dan tentunya punya modal ya dengan membuka klinik (atau boutique) sendiri, ada yang sudah puas dengan mengkritik dan mengomentari pekerjaan serta tingkah laku orang lain;

Anda termasuk yang mana?

Curhat Pertama di tahun 2014

Obrolan random di sore kemarin bersama ibuk

Me: temen2 dita banyak yg dapet beasiswa S2 di luar negeri deh ma.. Iriiii.. Pengen nyari beasiswa juga ah..

Nyokap: jangaaaannn… Pokoknya kamu gak boleh sekolah lagi sebelum nikah.

Nyokap: soalnya nanti kamu makin lama nikahnya, kalau ada suami kan kamu punya kewajiban untuk pulang. Sedangkan kalau single kayak sekarang (baca: lajang) nanti kamu malah makin gak pulang2. Lha wong pemikirannya suka agak moderat gini, pasti bakal ngerasa lebih cocok tinggal bukan di Indonesia.

Me: (dalam hati: lha gimana sih ini nyokap kok malah demotovasi / ngomporin anaknya)

Me: tapi ma, belajar dari pengalaman papa-mama, dita mah gak bakal mau LDM (long distance marriage). Dita mah maunya ikut kemanapun suami dinas!!! (Which is artinya makin gak mungkin kan jadinya sekolah ke luar negeri). Lagian nikah itu kan jodoh ma, bukan kayak resolusi mau beli rumah, mau naik haji atau mau pindah kerja, dll yg bisa di targetin, terus di tabung uangnya terus kelar deh!

pesan moral: Entah gimana ortuku selalu punya cara/jawaban untuk ngelarang aku pergi jauh dari mereka..

Continue reading →

This entry was posted in life and tagged .

“Sign” or just your Ego?

Kalau berdoa, kan selain minta di kabulkan, kita biasanya minta diberi petunjuk sama Allah SWT.. Tapi manusia kan pada dasarnya hanya melihat yang ingin dia lihat, mendengar apa yang ingin dia dengar dan merasa apa yang ingin dirasa.. So, gimana kita bisa yakin bahwa yang kita lihat/rasa/dengar itu petunjuk atau sekedar ego kita? :)

Begitulah kira-kira secuplik pertanyaan yang muncul dipikiran Dita sore beberapa hari yang lalu. Lalu sekedar iseng melempar pertanyaan itu ke twitter dan facebook, tak dinyana, dijawab oleh @kapkap. Begini jawaban Kapkap:

You just… Knew. Ga ada papan yang bertuliskan: “EH, INI PETUNJUKNYA LHO!” atau tiba-tiba dari langit jatoh buku tulisannya “WALKTHROUGH”. Kita itu ya entah gimana tau. Di dalam hati dan kepala, kali ini kompakan, dua-duanya bilang, “ini dia nih.”

Continue reading →

Bayangkan dan Sebutlah dalam Doamu..

Kalau sedang berfikir random,  jangan memvisualizekan sesuatu terlalu detail di dalam kepala, soalnya ntar pasti kejadian… Dalam seminggu doank sudah mengalami dua kali…

Alhasil Selasa kemarin jadi hari marathon ketemuan sedunia versi aku. Untung sempat membatalkan dua janji lagi, kalo gak dalam semalem harus pindah ke enam lokasi. Gara-gara paginya dah pusing duluan harus ada di 4 tempat sekaligus, walaupun sudah berusaha menggabungkan beberapa urusan di satu tempat, tetap saja jadi berabe, dan tetap harus pindah-pindah lokasi.

Hari Minggu kemarin itu juga mengalami hal yang mirip, sekilas mikir abis nganterin @nonawiina ke kosan di mampang, aku pengen keluar ke jalan yang dari arah pancoran, bukan mampang.. Akibat ngebatinnya cuma pancoran (tanpa menyebutkan detail), alhasil aku beneran nyampe ke bawah patung pancoran, which is sebenernya jauh banget… (T____T)

 The power of pikiran tuh sesuatu yaaa…

So, ketika menginginkan sesuatu.. Bayangkan dan sebutlah dalam doamu secara detail. Continue reading →