Tampil Menarik di Segala Usia di APEX Medical Center

Siapa yang tidak ingin memiliki tubuh sehat dengan kulit halus, kencang dan berkilau? Sepertinya hal tersebut adalah impian semua orang, baik perempuan maupun laki-laki. Salah satu sumber kegalauan yang banyak melanda pikiran kita adalah menjadi tua. Seiring berjalannya waktu, kulit dan tubuh kita mengalami sejumlah gejala degeneratif yang biasa dikenal dengan proses penuaan atau aging process.

Dengan bertambahnya usia, bukan hanya penampilan kita saja yang berubah tapi stamina juga ikut menurun, dan gangguan-gangguan kecil lainnya pun datang. Ditambah paparan sinar matahari, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang tidur, konsumsi alkohol, serta konsumsi gula berlebihan juga ikut mempercepat proses penuaan.

Perlahan tapi pasti, kulit kehilangan kekencangan dan kekenyalannya, lalu kerutan-kerutan halus akan ikut muncul. Namun, gejala-gejala tersebut dapat diminimalisasi, atau bahkan dibalikan dengan menerapkan program perawatan anti-aging yang tepat.

Untuk mengurangi efek penuaan, banyak yang berusaha tanpa memperhatikan rangkaian prosedur yang tepat. Salah satu institusi kesehatan yang menawarkan program anti-aging yang komprehensif dengan standar tertinggi untuk penanganan pasien dan dilakukan oleh tenaga medis profesional adalah APEX Medical Center di Bangkok, Thailand. Didirikan pada 1994 oleh Dr. Nantapat Supapannachart, spesialis dermatologi kosmetika dengan kualifikasi dari berbagai institusi dan universitas di Amerika Serikat.

Eu Jindao & Dr. Tanomkit Pawcsuntorn dalam acara Media Intimate Gathering – FABULOUS GLOW FOR ALL AGES

“Efek yang ditimbulkan oleh proses penuaan kulit berbeda pada setiap orang. Hal ini lah yang menyebabkan treatment bagi setiap orang pasti berbeda karena kondisinya tidak bisa disamakan, maka diperlukan konsultasi dengan spesialis profesional. Kami menolong setiap pasien mendapatkan solusi untuk permasalahan kulit dan tubuh yang mereka hadapi sesuai kebutuhan. Pastinya setiap orang ingin tetap sehat dan tampil menarik di segala usia” papar Dr. Tanomkit Pawcsuntorn, MD, spesialis Liposuction and Body Contouring APEX Medical Center.

Continue reading →

Latih Sarafmu, Kurangi Risiko Neuropati

Tau gak kalau dokter gigi adalah satu profesi yang para pekerjanya berisiko terkena neuropati? Dalam suatu kesempatan, ketika sedang berbincang dengan seorang dokter gigi senior, beliau menasehati kami para dokter gigi muda agar sering berolah raga. Entah yoga, aerobik, yang penting gerak badan ya (bukan olah raga ekstrim loh). Selain itu beliau juga berkata agar sering melemaskan pergelangan tangan, karena beliau sendiri ternyata menderita CTS.

Badannya di jaga ya. Terutama tangan, karena gimanapun tangan itu aset bagi praktisi kedokteran gigi (dokter gigi). ~ Begitu pesan seorang dokter gigi senior itu.

Eh apa itu Neuropati? Penyakit jenis apapula CTS itu?

Jadi, hari Kamis minggu lalu (28 Mei 2015), Neurobion mengadakan “Media Workshop” di Singosari Room Hotel Borobudur. Sebagai dokter gigi tentunya saya sih sering mendengat dua istilah tersebut, namun belum tentu buat kalian yang awam. Di Media Workshop tersebut tentunya dijelaskan apa itu Neuropati dan bagaimana cara menghindarinya. Saya selalu seneng dateng ke acara yang pembicaranya ada dokternya. Anggep nambah2in ilmu lah, soalnya ilmu kedokteran lintas bidang masih bersinggungan. Saya sendiri terus terang pernah beberapa kali meresepkan Neurobion bagi pasien saya di klinik.

Continue reading →

Green Smoothie Selama Sebulan, Why Not?

Akhir-akhir ini saya merasa badan udah gak enak banget, kayak begah gitu tapi terasa hampir setiap saat. Belum lagi mama juga udah mulai komentar “kamu kok gendut banget sekarang ya??”

PADAHAL KAN MAMA YANG BIASA MENSUPLAY MAKANAN DIRUMAH *emosi*

Ari dan Widya pun turut andil menyarankan agar saya mulai menjalani hidup sehat dengan berolah raga, yoga, atau diet. Masalahnya, saya itu paling males sama yang namanya diet, dan ngerasa kalau tubuh saya tuh butuh banyak asupan makanan guna mencukupi kebutuhan harian saya yang sangat banyak kegiatan ini *halah*.

Hingga akhirnya di akhir april kemarin, munculah pemberitahuan pengingat bahwa #30DayChallenge nya Simple Green Smoothies bakal ada lagi. Saya pertama kali mengetahui tantangan ini hampir setahun lalu dari Mahmon dan Mamin, tapi entah kenapa rasanya malas banget untuk ikut saat itu juga, jadilah saya subscribe newsletter di web-nya dengan harapan, saat masanya tiba maka saya akan ikut!

Continue reading →