Di suatu sore yang cerah seorang teman datang mengadu padaku,
“kamu tau gak… aku binguuunnggg….”
“kamu bingung kenapa?” tanya ku
“aku bingung dit. serba susah.”
“ya apanya yg serba sulit” aku semakin gemes mendengarnya.
“kamu tau kan si anu?”
“iya, kenapa dia?” aku makin tertarik begitu dia menyebutkan nama.
“aku sebel! masa dia bilang ke orang2 kalo aku suka sama dia”
“lalu kamu suka juga apa ndak?” aku semakin penasaran sama dirinya.. maklum temanku sudah terlalu lama menjomblo…
“ntah lah dit. sepertinya sih ndak. kalau pun misalnya aku suka jadi ilfill.” begitu jawaban teman ku itu.
“childish banget dit. masa aku kasih perhatian dikit, dia langsung ngadu kalo aku suka sama dia. padahal aku kan juga bisa berbuat yang sama ke orang lain, kebetulan saja saat itu yang ada dia”
“kamu tau kan dit, aku orangnya gimana? aku emang begini, baik sama semua orang, gag cewe gag cowo.”

gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani melirik ubertwit di blekberi nya. semakin lama, semakin santai dan yakin, bahwa dirinya ndak bakalan diusir keluar sama satpam.




























