baik salah! jahat salah! gimana donk?

Di suatu sore yang cerah seorang teman datang mengadu padaku,

“kamu tau gak… aku binguuunnggg….”

“kamu bingung kenapa?” tanya ku

“aku bingung dit. serba susah.”

“ya apanya yg serba sulit” aku semakin gemes mendengarnya.

“kamu tau kan si anu?”

“iya, kenapa dia?” aku makin tertarik begitu dia menyebutkan nama.

“aku sebel! masa dia bilang ke orang2 kalo aku suka sama dia”

“lalu kamu suka juga apa ndak?” aku semakin penasaran sama dirinya.. maklum temanku sudah terlalu lama menjomblo…

“ntah lah dit. sepertinya sih ndak. kalau pun misalnya aku suka jadi ilfill.” begitu jawaban teman ku itu.

“childish banget dit. masa aku kasih perhatian dikit, dia langsung ngadu kalo aku suka sama dia. padahal aku kan juga bisa berbuat yang sama ke orang lain, kebetulan saja saat itu yang ada dia”

“kamu tau kan dit, aku orangnya gimana? aku emang begini, baik sama semua orang, gag cewe gag cowo.”

[Read more...]

Sayang.. pacarmu itu kakakmu!

secret“Papa kan udah pernah bilang kalau kamu gak boleh deket-deket dia lagi!”

“emangnya kenapa sih pa? Dhika kan baik!” Teriak Astrid.

“nilai-nilainya selalu bagus, wajahnya juga tidak jelek, dia selalu mengantar Astrid pulang. Dia peduli dan sayang sama Astrid”

“Dia selalu ada buat Astrid! gag kayak papa!” Astrid berlari ke kamar lalu membanting pintu.

“Selalu! kamu selalu lari kalau papa lagi ngomong!”

Terdengar teriakan dari dalam kamar “Astri bosen, denger papa ngomong jelek mulu tentang Dhika! Astrid pusiiiiiinggg!!!!”

“Tapi yang papa bilang itu kan bener.”

“Bodo!”

Astrid menangis didalam kamar, tidak mengerti mengapa papanya akhir-akhir ini selalu marah soal Pacarnya itu. padahal sebelumnya papa sangat baik pada Dhika, ntah kenapa sejak sebulan belakangan sikap papa berubah 180 derajat. Papa yang tadinya juga sayang sama Dhika, sekarang menjadi sangat benci seakan-akan Dhika merupakan kutu yang harus diinjek sampai mati.

[Read more...]

#Aska

Semalam diperjalanan pulang dari #JavaJazz2010 iseng membuka twitter, secara kebetulan timeline saya agak sepi (mungkin efek banyak yang lagi konsen di #JJF, dan disana sinyal agak sedikit bikin gregetan) mata saya menangkap sebaris tulisan yang agak misterius. Karena penasaran, maka tangan saya tertarik untuk meng-klik hashtag #Aska yang ditulis oleh seseorang  yang saya Follow. After reading the #Aska story, completely I cried outloud.. shame on me :’( Yess! the main character in this story is so me… So I know how he will feel if he knows the truth..

[Read more...]

#certwit, cerita via twitter (no tittle yet)

dan ketika penyihir itu mengayunkan tongkat nya. debu bintang dan kilatan bersemburan. bibirnya mengucap mantra. menghentikan sepersekian –detik hidup saya. lalu gelap.

dalam gelap, sambil mengerlipkan mata. saya mencoba melihat. masih gelap. kepanikan melanda. dimana saya? DIMANA SAYA?

seketika sejuta cahaya menyeruak. menyilaukan mata. lalu lalang manusia. bunyi alat bantu pernafasan. teriak panik suster. dokter berlari.

[Read more...]

cerita sandal jepit

gadis itu menengok kiri-kanan, matanya mencari-cari apakah ada petugas yang melihat kehadirannya disitu. lalu perlahan dia mencoba jalan berjingkat-jingkat sepelan mungkin supaya tidak terdengar langkah nya. setelah beberapa kali lagi memastikan bahwa tidak ada yang melihat, gadis itu baru merasa lega dan santai. mondar-mandir di konter majalah, pesen minum di pojok kopi, sambil sesekali berani melirik ubertwit di blekberi nya. semakin lama, semakin santai dan yakin, bahwa dirinya ndak bakalan diusir keluar sama satpam.

[Read more...]

Single mum or married unhappy?

3680950776_cba669b4b3_okring… kringg… bunyi HP di dalam tas.  Resti mengangkatnya, diseberang terdengar suara yang sangat dikenalnya, ini suara Nadine.

Nadine: Res, lo ada waktu ntar? ada yg mau gw omongin. Ntar kita bisa ketemu?

Suara sahabatnya tersebut terdengar agak gemetar dan kalut. Resti melihat jam tangannya.

[Read more...]

what a day!

matahari bersinar terik ditambah kemacetan lalu lintas yang biasa ia  hadapi setiap hari, bising suara klakson terdengar diluar  bersahut-sahutan, mobil dan motor yang tak mau saling mengalah,  ditambah dengan lampu hijau yang bertukar begitu cepat.

gadis itu berulang kali menatap jam yang terletak di dashboard mobil.  semakin lama, wajahnya semakin tertekuk. jarinya sibuk  menganti  channel radio. dia sudah pasrah. tak mungkin dia dapat tepat waktu tiba  di tempat janjian dengan kawannya.

[Read more...]

Goodbye Hon…

Begitu ku melangkahkan kaki menaiki ferry yang kan membawaku ke Singapore, perasaan aneh mulai melingkupiku. Hon, masih ingatkah kau kepadaku?

Memandang ombak diluar sana, diiringi kicau burung dan belaian lembut angin diwajahku, perlahan jatuh sebutir airmata. Tergesa kuusap sebelum ada yang melihatnya. Sudah lama sekali rasanya sejak terakhir kali kumenapakkan kaki disini.

Dulu… Setiap tahun kita pergi ke Singapore. Tanah impian kita.

Masih ingatkah kamu dengan janji-janji itu?

Alunan cinta yang kita rajut bersama. Sekarang menguap tinggal kenangan. Aku terlalu takut untuk membayangkan menginjak tanah ini tanpa dirimu. Rasanya sungguh menyesakkan.

Ah… Ferry ini sudah menepi. Sanggupkah ku bejalan tanpa terkenang akan dirimu?

Setiap langkah, setiap ke menengokkan wajah kebelakang, rasanya aku masih bisa melihat dirimu berdiri disana dengan senyum hangat mu. Kamu yang selalu berjalan dibelakangku, entah dengan alasan apa. Katamu, “Agar aku selalu dapat mengawasimu!”. Kamu tidak ingin kehilangan diriku. Benarkah begitu?

Lalu jika benar, dimana dirimu saat ini?

Mimpikah semua yang tlah kita lalui selama ini.

Hon, ingatkah bagaimana impian kita membangun keluarga kecil bahagia disini. Kamu ingin sekolah lagi mengambil spesialis, sementara aku berperan jadi ibu rumah tangga yang bahagia. Kita akan menjalani masa depan kita bersama anak-anak kita kelak. Kamu berangkat ke rumah sakit dimana aku mengantarkan anak-anak pergi kesekolah. ya… saat itu kamu berkata kalu sebaiknya aku jangan bekerja dulu sementara kamu sekolah lagi.

Sekarang semua itu tinggal angan yang tak sampai. Kita berpisah baik-baik dan semua mimpi itu sirna bersama perpisahan kita.

3 tahun Hon, aku tidak berani menapakkan kaki disini, karena takut airmata kan membanjiri wajah maupun hatiku.

Sekarang ku coba kembali ketempat ini. Tak tahu apakah diriku dapat melupakanmu ataukah S’pore tetap menjadi tempat impian kita. I must try Harder… Sekarangpun mataku telah basah.

Hon, aku tidak tahu apakah rasa itu masih ada, yang pasti every time I close my eyes, You always there. Smile at me.

I know you’re with someone now, but me… I’m still alone. Not because I can’t forget you. tapi karena aku masih terlalu nyaman dengan kesendirianku. Terlalu banyak mimpi indah yang telah kita rajut bersama.

Hon, mungkin memang perpisahan yang terbaik. Kita sama-sama keras kepala, sama-sama egois. Walaupun rasa cinta dan kasih yang kita miliki pun begitu besar, tidak dapat menjembatani perbedaan besar yang seperti jurang menganga dihadapan kita. Betapapun besarnya cinta itu takkan dapat mengalahkan itu.

Hon, bila waktu itu kita tidak berpisah. Akan seperti apakah kita sekarang? Apakah kita telah memiliki putra-putri cantik yang waktu itu kita impikan. Terkadang aku masih memikirkan itu.

Andai… waktu itu kita tidak berpisah… Andai kamu mau berpindah keyakinan, atau andai rasa cinta yang kita miliki begitu besar sehingga perbedaan itu tidak menghalangi kita untuk bersatu. Ya, tapi toh semua itu sudah ada yang mengatur. Mungkin aku memang bukan yang terbaik untukmu, begitu juga sebaliknya.

Hon… Aku harap akupun dapat segera menemukan kebahagianku, sebagaimana yang kamu akui telah kau temukan bersamanya. Dengan mencoba melangkahkan kaki di negri impian kita ini, aku harap dapat mengusir semua bayangmu dari relung hati ku.

Goodbye Hon… I will allways remember you…