Without them. I am nothing.
#tentangkamu #harikedua
a place to store and review my random memories
Selama 8 hari, kami sekeluarga (saya, bapak dan ibuk) ceritanya pergi berlibur akhir tahun. Kenapa saya bilang “ceritanya”? karena ternyata pulangnya kami semua pada tepar, dari yang varises nyokap kumat, pinggang, punggung dan betis saya dan bokap yang serasa dilindes Stomwalsh, karena kami bergantian nyupir sebagai pilot dan co-pilot *saya menyebutnya begitu agar terdengar keren*, serta Flu tahunan saya kambuh. Dan karena satu dan banyak hal lainnya, kami bahkan ndak sempat blanja blenji yang mengakibatkan perjalanan kali ini tampak kurang afdol. Jadi mohon maaf kepada teman-teman, handai taulan, tidak ada buah tangan dari perjalanan kami kali ini *akan dijelaskan dibawah*
Jaman dahulu kala saya kadang merasa sebal dengan kelakuan orang tua saya yg agak over protected. Mungkin maklum karena anaknya ya cuman saya seorang. Sejak kecil. Saya tidak dibiarkan jalan berduan saja dengan laki2, walau lelaki itu kakak sepupu saya sendiri. Tentu saja rasa yg ada didalam diri saya adalah kesal, mangkel. Kenapa?? Padahal dia / mereka kan kakak saya sendiri??
Akhirnya sekarang saya tau alasannya.
[photoxhibit=2]
ya ya ya saya tau, Hari Kartini udah berlalu, dan Hari Ibu masih lama.. tapi satu yang saya tahu pasti, Kasih ibu tak kan punah… Kasih ibu sepanjang masa, jadi boleh donk kita nginget2 Ibu/Bunda/Mama/Mami/Mum/Umi/Ambu/dll…
Iseng-iseng buka-bukain pesbuk punya saudara sambil ngeliat-liat poto-poto mereka, dita jadi keinget sama postingan dita yang MIRIP SIAPAKAH AKU?? dita jadi terinspirasi untuk bikin postingan part. 2 nya. Kali ini, yang jadi korban bukan kedua orang tua dita, melainkan para sepupu dari pihak bokap. nah tulisannya ndak usah panjang-panjang, langsung saja kita menuju ke barang bukti foto-foto tersebut. (foto2 nya hasil ngerampok dari fesbuk… berhubung tidak semua sepupuku punya pesbuk, jadi yang ada disini cuman yg fesbukan aja… [Read more...]
mai lopli litel tartel… hehehe… kayak bahasa alien yah… dita punya dua ekor brazilian turtle, yang warna nya ijo itu loh… mereka dita beri nama heli… gukguk… hahahaha, ya enggak lah, emangnya doggie… nama nya KUKUR dan KUNYIT… yang gede namanya kukur, kata tersebut dita ambil dari kependekan kura-kura jadi kukur. sedangkan yang kecil kunyit, asal kata adalah kura-kura unyit. ini fotonya… ada disamping kanan, si KUNYIT. Pertama kali beli kura-kura, belinya 2 ekor. tapi yang satu ilang alias kabur pas lagi di mandikan, hiks… lalu beli satu lagi, eh ternyata pas nyampe dirumah, si kura-kura yang baru lebih kecil dari kura-kura yang ada dirumah… begitu ceritanya kenapa bisa 1 gede, dan 1 kecil.
Pas tertama banget beli, si kukur gedenya cuman segede uang logam (yah, gedean dikit sih…), sekarang dia udah segede piring kecil… itu gambar disamping kiri adalah KUKUR… besarnya ketika dibeli kira-kira sebesar buletan yang dita bikin pakai jari dita itu, kecil banget… sekarang di udah gede banget… (di gambar mungkin kelihatan kecil, soalnya dita ngambilnya agak jauhan, kalo terlalu dekat, dita khawatir HP dita bakal kecebur…) Dita belinya dulu kira-kira pas kelas 6 SD, dulu masih bisa dimasukin kedalam mangkok kaca bening sekarang mereka ditaroh didalam ember bening dan kotak plastik bening yang gede itu loh…. yang kayak buat nyimpen mainan anak-anak… setiap mengganti airnya, dita menyikat tubuh mereka dengen sikat gigi, guna menghilangaka lumut2 nan bandel yang melekat di tubuh mereka. Cup cup Muach…. dikecup dikit kepalanya baru di beri air yang segar… cantiknya…. hehehe semenjak mereka beranjak dewasa, mereka tidak pernah akur lagi seperti dahulu kala, si kunyit selalu aja, menggigit kakak tercintanya… oleh sebab itu, kami (dita sama mama) memutuskan untuk menceraikan mereka berdua, sekarang mereka udah pisah rumah, tapi tetep tetanggaan… sekarang ini dita pikir, mungkin mereka berdua sebenernya memiliki jenis kelamin yang berbeda, sotoy mode : ON. soalnya kalo dilihat dari jenis cangkang dan bentuk ekornya, BEDA… mungkin sebenernya yang kecil itu minta kawin, makanya dia menggigit si kukur… oiya, satu lagi, khan dita punya ikan sekolam dibelakang rumah. kenapa si kukur dan kunyit gag ditaroh bersama ikan-ikan yang berenang bebas. its all because, dita pernah baca artikel yang menyebutkan bahwa, kura-kura yang dicampur bersama ikan akan berbahaya bagi ikan karena mengandung / mengeluarkan / memiliki sejenis jamur yang berbahaya buat sang ikan…, daripada daripada…. mending dipisah khan…. Nah. begitulah cerita tentang 2 ekor kura-kura kecil ku tercinta… lain waktu akan dibahas mengenai binatang-binatang peliharaan ku yang lain…
Keburu lupa, mending di posting sekarang saja…
jadi begini ceritanya… di hari minggu sore nan lumayan cerah dan panas, jam didinding menunjukan pukul 3 sore, tiba-tiba, papaku mengatakan, “cari makan yok!” saat itu dita sama mama memang sedang kelaperan.
duh…
tapi walau sambil mengeluh, dita sama mama masuk untuk tuker pakaian, intinya kurang lebih jam 4 kami siap sudah rapi jali dan pergi mencari makan (dita yang nyupir soalnya papa bilang capek). tadinya kami berencana untuk jalan-jalan di dalem kota saja. (kebetulan papa dita ini hobinya muter-muter ndak karuan, pergi ke kota trus ke priok trus ke bogor, pokokna asal jalan-jalan ae.) saat melewati restoran ikan bakar cianjur, mama sudah tergiur untuk meminta dita berhenti saking lapernya, tapi papa lalu berkata, “kita makannya di rest area aja yg waktu itu kita makan soto babat bening.” [Read more...]
hei… cukup bagus gag tuh judulnya, ber rima khan… hahaha, harusnya sih dari kemaren-kemaren dita posting cerita ini, cuman karena satu dan lain hal… (upgret wp kuw gagal dan menyebabkan eror dibeberapa tempat), maka ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan, dan jatuh pada hari ini… foilla…
Jadi begini ceritanya…
pada hari Selasa tertanggal 9 Desember 2008, papaku harus berangkat ke Batam dengan penerbangan (gag tau jam berapa) pagi deh pokokna… nah si papa tidak lupa memesan taksi seperti biasa di malem sebelumnya agar tidak lupa…
Tau-tau, ketika dita sedang tertidur lelap, papa mencolek (dengan keras dan suara yang menggelegar), “DITA!! BANGUN!! taksinya gag dateng, jadi anterin papa cari taksi. papa udah telat nih”
today is my MUM’s birthday….. oooo i loved her so much….
semoga mama panjang umur, bisa ngelihat ke 7 anak dita lahir semua… bermain-main bersama mereka, semoga mama sehat terus, jangan gampang sakit yah ma… semoga mama bahagia selalu, semoga rejekinya lancar… (kan rejeki mama, rejeki dita juga… hehe), semoga mama cepet mantu dan punya cucu yang banyak (hihi, maunya dita….), apa lagi yah….
semoga mama selalu berada dalam lindungan-Nya…
amiin…
Happy Birthday Mum….
judul yang aneh yah… tanah kusir punya hubungan apa sama cikunir… affair kah? selingkuh? ato backstreet…. hehehe, gag ada hubungannya kali…. yang jelas hubungan yang mereka miliki adalah, sama-sama dapat dilalui hanya dengan sekali naik tol, alias tol JORR.
Jadi begini ceritanya, hari ini dita mulai dengan sarapan bubur… eh salah dink, kalo bubur itu lagunya alam… SABU…, dita makan nasi goreng tapi pagi, gag nyabu… abis makan ku terus mandi…. tidak lupa menggosok gigi…. trus, lagunya giman lagi, dita lupa…
nah abis itu pakaian yang rapih, lalu kami sekeluarga (dita, mama, papa) berkendaraan (ciegh bahasanya gag kuku, jadul amat), menuju tanah kusir buat berziarah ke makam kakek dan nenek dita…
17 Agustus tahun 2008… itu lah hari kemerdekaan kita… hehehehe itu adalah hari ini, kanapa ziarah kekuburan?? alasannya adalah mo nyekar karena udah mau puasa…
ini potongan singkat pembicaraan YM dita dengan angga,
angga : hari ini kmn je?
dita : ke kuburan
angga : siapa?
dita : maksud ku
angga : ngapain?
dita : nenek kakek ku
dita : kan mo puasa
dita : ziarah
angga : oooh…
angga : bo,puasa msh lama
angga : yah 2mng lg si
dita : suka males kl uda deket banget
angga : ga terasa ya?
dita : macet
dita : hooh
angga : dmn emg?
cukup sampai sekian ajah, karena percakapan selanjutnya tidak relefan kalau ditampilkan disini… off d record gitu loh…
inti dari percakapan tersebut adalah, waalupun tanah kusir deket dari rumah ku, tapi tetep aja kalo nyekarnya mendekati puasa H-1 atau H-2, ada juga kami kena muaceettt..
olah sebab itu, kami memilih momen 17 aguatusan ini buat pergia berziarah ke makan kakek nenek kami….
lalu apa hubungannya dengan cikunir??
nah, dari tanah kusir belok kiri khan tol JORR, dita mengusulkan ke papa supaya lewat tol ajah, kata papa” ngapain bayarnya kan mahal” lalu kami memutuskan lewat jalan biasa saja alias gag lewat tol… tapi tau2 di pom bensin petronas, papa memutuskan untuk balik arah menuju tol tersebut.
dita kan terheran2, kata papa “kita naek tol sekalian ke bekasi aja, ada pizza di rest area yang sebelum ke bandung”. Wough… pizzzzaaa…. slrup… nyam…
“hokeh pa…” kata dita tanpa mikir (padahal maksud papa gag mau rugi bayar 6000 perak, jadi di panjangin jalannya deh…)
tau2 tengah jalan, lambang lamda di dashboard mobil menyala… papa panik dan menelepon bengkel langganan. katanya suru copot aki nya. pas banget beberapa kilo lagi, tempat peristirahatan yang emang kita tuju sudah tampak di depan mata, trus isi bensin, dan langsung parkir di depan pizza hut…
dita sama mama masuk dan memesan makanan, sedang papa (dibantu tukang parkir) mengerjakan apapun itu yang harus dia kerjakan terhadap sang mobil… hehe
karena setelah makan (dan setelah mobil diutak atik tentunya…) tidak terdapat perubahan yang berarti dengan sang mobil… maka kami memutuskan pulang dan tidak melanjutakan perjalanan lebih jauh lagi. tadinya sempat tercetus ide untuk ke bandung.
puteran terdekat (emang di tol ada tempat muter?) adalah exit way di cikunir… kami keluar tol, berputar lalu masuk lagi yang ke arah jakarta….
begitulah petualangan kami hari ini… tanah kusir – cikunir…..
Dentist. Fashion Slave. Shoes Fetish. Social Media Enthusiast. Blogger. Gadget seeker. Dreamer. Creative thinker. Pink maniac. Book addict. Movie freakers. Coffeeholic. Food junkie. Talk #BicaraGigi. Moderator of @KopdarJakarta





Copyright © 2012 · All Rights Reserved · Powered by WordPress
Design by Graphically Designing · Pretty Young Thing Theme on Genesis Framework