Belajar Harga Jujur dari Sale Stock

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang pernah bersekolah fashion selama satu tahun, berkunjung ke salah satu kantor Sale Stock di Cikokol Tangerang sana tentunya sangat mendebarkan. Karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang tersimpan di kepala saya. Sederhana, “Gimana mereka bisa menjual baju-baju dengan kualitas bagus tapi harganya murah?”, atau “Kenapa Sale Stock bisa memberikan gratis ongkir (ongkos kirim) hingga ke seluruh Indonesia?”, sampai ke “Siapakah Soraya?”

Kok bisa Dit, main ke kantornya Sale Stock? Kebetulan waktu itu dapet info kalau Indonesia Lifestyle Digital Influencers (ILDI) ngadain second gathering #ILDIgathSaleStock yang adalah ke kantornya Sale Stock, pastinya aku langsung daftar dengan antusias.

Sebelumnya udah pernah denger tentang Sale Stock gak Dit? Denger mah pasti pernah atuh, apalagi sebagai salah satu brand lokal olshop (online shop) Indonesia yang terkenal jualan dengan harga jujurnya, siapa sih yang gak tau Sale Stock. Tapi tau berbeda dengan kenal kan yaa.. Nah acara gathering ini bikin makin pengen kenal lebih dekat.

Mba Nuniek founder ILDI terkenal dengan misi #SuperAffordableStyle yang dirasa sangat sesuai dengan visi misi Sale Stock, dan membuat Sale Stock kepincut dan karena itulah kami member ILDI dapat kesempatan untuk mengunjungi kantor sekaligus workshop Sale Stock yang di terletak di Cikokol.

Ini kunjungan ke workshop fashion pertama kali Dit? Oh tidak, sebelumnya aku pernah magang di workshopnya Khanaan. Cuma kan karena di butik, harga dan proses pembuatan bajunya pasti agak beda dengan  mass produced. Di workshop tempatku magang dulu udah pernah lihat dan terlibat dalam proses membuat pola, memotong, menjahit, bordir sampai mempayet, tak lupa perjalanan mencari dan membeli bahan. Komplit deh!

Nah Sale Stock kan bukan butik, walau kualitas baju-bajunya bagus dan gak kalah dari butik mahal, tapi pasti bikin aku penasaran dengan alur kerjanya, karena terus terang ini kunjungan pertamaku ke “pabrik” fashion.

Disana kami disambut oleh Mas Lingga Madu, dari Sale Stock. Sebelum acara resmi di mulai, aku sempat ngobrol sedikit sama Mas Lingga, karena kebetulan salah satu mentor tim Roo! di #1000StartupDigital adalah Thomas Diong, Chief Product and Data Officer, SaleStock. Berbekalkan pengetahuan tersebut, dengan sok tahunya menebak kalau Sale Stock ini adalah semacam brand franchise/cabang dari Sale Stock di luar negeri, seperti Zalora. TERNYATA!! Sale Stock adalah asli merek lokal, dan foundernya adalah sepasang suami istri yaitu Mas Lingga Madu dan istrinya Mbak Ariza Novianti. Dan di saat itu juga salah satu pertanyaanku di atas terjawab, Soraya adalah putri mereka yang berusia 3 tahun yang sedang digendong mas Lingga.

Cukup kaget, saya makin penasaran mendengarkan pemaparan mas Lingga di sesi utama gathering ILDI hari itu. Tapi sebelum sesi di mulai para peserta ILDI yang sebelumnya telah diberi dresscode #SuperAffordableStyle diminta memaparkan outfit yang dikenakan dan berapa harganya.

Karena misi #SuperAffordableStyle adalah untuk mengedukasi followers supaya tidak bergaya hidup melampaui kemampuan.

Setelah saling berkenalan, kami di ajak berkeliling workshop dan di jelaskan secara cukup detail tentang proses keluar masuknya barang, dan proses produksi di Sale Stock. Yang membuat aku terkagum-kagum adalah proses in-out yang satu alur (satu pintu untuk masuk barang, dan satu pintu disisi lain untuk keluar barang). Kain-kain (semuanya lokal) yang di terima di gudang akan dibuka dari gulungannya dan diangin-anginkan lalu di cek kualitasnya melalui mesin khusus untuk memastikan semua baju-baju produksi Sale Stock memiliki good quality. Lalu ruangan berikutnya adalah ruangan pola dan potong bahan. Ruang selanjutnya adalah ruang tempat menjahit dan tempat buat quality control. Baru ruangan gudang untuk produk jadi atau produk yang akan di kirim ke partner UKM jahit di luar. Selain itu Sale Stock Cikokol memiliki beberapa ruangan kerja termasuk ruang kerja para disainer fashion. 

Psstt.. Dengan load kerja dan disain melimpah sebanyak itu, Sale Stock hanya memiliki 6 orang fashion design in-house loh. Ternyata Sale Stock mendisain dan memproduksi baju-bajunya sendiri (sebagian di lempar ke UKM berukuran small-medium size partner) padahal selama ini ku kira Sale Stock sama kayak olshop-olshop lainnya, beli di tanah abang/mangga dua, atau PO Bangkok gitu, lalu rebranding pake merek sendiri, untuk di jual kembali. Ternyata Sale Stock berbeda.. Baru ngeliat workshopnya aja udah kagum, padahal belum denger the story behind nya.. Makin gak sabar nunggu Mas Lingga Share ceritanya.

The story behind Sale Stock

Sale Stock berdiri di bulan Oktober 2014, dan merupakan buah ide pikiran dari mba Ariza. Kata mas Lingga ada dua versi pendirian Sale Stock, ada yang versi manis (untuk ke media) dan versi sugarless-nya. Versi manisnya, Mba Ariza seneng banget belanja sampai lemari isinya penuh banget, lalu mas Lingga berpikir “Ya sudahlah kalau seneng belanja, nanti kalau bosan bisa dijual lagi.” Sampai saat ini mas Lingga dan mba Ariza masih memegang langsung Sale Stock, dan semua produk yang keluar dari Sale Stock harus melalui approval mba Ariza.

“Sale Stock merupakan buah cinta saya untuk istri yang senang belanja”, dijelaskan oleh Lingga Madu.

Sedangkan bersi sugarless-nya, Sale Stock merupakan personal vendeta mas Lingga. Kenapa? Begini ceritanya, Mas Lingga dan istrinya Mbak Ariza Novianti punya waktu rutin untuk pacaran. Pada salah satu malam kencan mereka, Mbak Ariza belanja sebuah dress di suatu mall dengan harga 279.000 rupiah. Persis seminggu kemudian, Mas Lingga melihat baju yang sama persis dijual dengan harga diskon hanya Rp. 99.000 saja. Saat itu ia merasa geram dan sebal, kenapa baju yang ia beli minggu lalu begitu mahal dijual begitu murah hanya selisih seminggu.

Mas Lingga bertanya-tanya, “Sebenarnya modal baju aslinya berapa sih?”, “Sebenernya bagaimana cara orang menentukan harga dalam bejualan fashion?”

Saat itu Mba Ariza habis melahirkan Soraya dan mencari kerjaan yang bisa dikerjakan di rumah. Berbekalkan pertanyaan-pertanyaan tadi maka akhirnya lahirlah Sale Stock sebagai anak kedua Mas Lingga dan Mba Ariza. Harga baju itu lucu, dari harga asal misalnya 30-40 ribu, kalau nyampe di mall bisa jadi 300-400 ribu rupiah. Harganya bisa naik 5 hingga 10 kali lipat dari harga produksi. Hal tersebut yang menjadi asal-muasal HARGA JUJUR nya Sale Stock.

Di Sale Stock, bila harga aslinya Rp. 30.000-40.000, akan dijual Rp. 50.000-60.000 tanpa harus dinaikan ke Rp. 300.000 lalu di diskon pelan-pelan, makanya ada toko yang bisa memberi potongan harga hingga 90%. Mereka belajar pelan-pelan, bagaimana memberi harga baju yang layak, dimulai dari membedah harga itu sendiri. Sebagaimana yang pernah saya pelajari di sekolah dulu, harga baju dimulai dari harga kain, harga jahit, ada supply chainnya (biaya gudang, dll), biaya transportasi, biaya overhead, biaya branding-marketing, dan komponen tersebsar adalah biaya buffer untuk biaya deadstock. Biaya deadstock itu yang memakan persentase paling besar, gunanya untuk menutupi sisa stok mati dari SKU yang tidak terjual.

Karena misi Sale Stock adalah fashion untuk kita semua. Mereka bertekad menyediakan produk fashion berkualitas 100% menggunakan bahan dan produsen lokal, yang bisa diakses masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Gimana caranya? Dengan menghilangkan perantara, memotong biaya overhead, fokus jualan online, sehingga bisa meminimalkan biaya, dan tentunya akan menguntungkan kita semua sebagai pelanggannya.

Gimana caranya meminimalkan biaya-biaya tadi? Salah satunya adalah kita harus tahu baju apa yang akan laku. Sehingga mereka gak perlu sampai mengambil buffer sebesar itu, dan segala resiko salah produksi bisa diminimalisir. Bagaimana caranya? Berhubung mas Lingga punya background IT, terpikirlah untuk membuat sistem supaya gak ada stok baju yang menumpuk. Dengan sistem Artificial Intellegent (AI) semua bisa diprediksi, sebagaimana Facebook memprediksi berita apa yang akan kita suka, atau seperti google memprediksi lewat jalan mana yang tidak macet, seperti itu jugalah di Sale Stock, kita memprediksi produk apa saja yang bakal laku. Sehingga Sale Stock hanya memproduksi barang yang menurut sistem diminati konsumen.

Sistem peminatan konsumen sangat personal. Setiap orang yang mengakses aplikasi/web akan mendapatkan tampilan yang berbeda berdasarkan perilaku ketika berselancar di web Sale Stock, oleh sebab itu di Sale Stock tidak pernah ada program diskon. Nah terjawab lagi satu pertanyaanku di atas, bagaimana cara Sale Stock bisa memberikan produk-produk fashion berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Point kedua penggunaan AI di Sale Stock adalah akan memberikan rekomendasi yang sesuai dengan peminatan tiap personal tadi, untuk yang sudah pernah membeli produk di Sale Stock ataupun untuk yang sekedar pernah broswing/memasukan produk ke keranjang tapi belum sempat dibayar. “Lebih mudah closing ordernya” celetuk salah satu peserta #ILDIgathSaleStock.

Sale Stock memberlakukan gratis ongkos kirim tanpa minimum order ke seluruh Indonesia, bahkan Papua loh. Kenapa? Karena misi mereka adalah “Fashion untuk Semua” dan untuk mewujudkan itu semua, sudah seharusnyalah bahwa tidak hanya perempuan yang tinggal di pulau Jawa saja yang bisa menikmati privilage tersebut. Nah hal ini salah satu pertanyaan ku tadi, kok bisa? Ternyata caranya adalah Sale Stock bekerja sama dengan seluruh vendor ekspedisi yang ada di seluruh Indonesia. Karena jumlah kiriman yang sangat besar perharinya dari ratusan hingga ribuan paket, tentu saja para vendor tersebut mau. Terjawab sudah pertanyaanku tadi.

Apakah dengan menghadirkan kualitas yang baik tapi menjualnya dengan harga murah akan menzolimi para karyawan yang bekerja? Jangan salah, justru di Sale Stock berbeda dengan pabrik atau konveksi kebanyakan yang memiliki jam kerja tidak manusiawi, para karyawan di Sale Stock, apapun jenis pekerjaannya memiliki jam kantor layaknya pegawai kantoran normal, dan memiliki hari libur yang normal (weekend). Selain itu Sale Stock memiliki 5 prinsip kerja ini, patut banget di teladani.

Berkunjung ke salah satu pabrik Sale Stock Indonesia sungguh memberikan pencerahan luar biasa, apalagi saat ini aku sedang berpikir untuk me-rebranding brand fashion ku (yang jualannya on-off itu), jadinya banyak sekali mendapat masukan mengenai banyak hal. Selain itu dari suasana kantor Sale Stock yang sangat asik dan banyak spot cantik untuk foto-foto itu akupun nambah ilmu tentang bagaimana menciptakan ruangan dan suasana kerja yang menyenangkan untuk seluruh karyawan, tentang pembuatan SOP yang baik dan benar yang tentunya hal tersebut bisa juga di terapkan untuk tempat usahaku yang sekarang. Berbeda dengan konveksi lainnya, Sale Stock hanya bekerja dari hari Senin hingga Jumat dan dengan kerja layaknya orang kantoran, bukan bagaimana sebagaimana jam kerja buruh konveksi kebanyakan.

Terima kasih Mba Nuniek, Indonesia Lifestyle Digital Influencers, dan Mas Lingga yang telah memberikan kesempatan pada kami untuk bermain dan menimba ilmu di kantor Sale Stock Indonesia di Cikokol. Oh iya, kantor Cikokol ini adalah salah satu dari sepuluh kantor yang di miliki Sale Stock (di Jabotabek, Bandung, Jogja)

————

Beberapa foto diambil oleh Nuniek Tirta

2 comments

Leave a Reply to fairyteeth Cancel reply

CommentLuv badge