Bangga Batik

Batik sudah lama dikenal sebagai warisan budaya nusantara. Walau sejarahnya sangat panjang dan bahkan sempat di klaim oleh bangsa tetangga, sekarang kita boleh berlega hati karena UNESCO telah menyetujui batik sebagai Intangible Cultural Heritage yang dihasilkan oleh Indonesia. Sebagai rakyat Indonesia ada baiknya kalau kita mengenal dan meresapi kekayaan bangsa seperti contohnya batik ini misalnya dengan rajin mengenakan pakaian yang terbuat dari kain daerah.

Dari Dokumen sejarah yang ditulis dan dilukis di daun lontar, diketahui bahwa batik telah dikenal di nusantara sejak abad ke-17. Motif batik saat itu masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Seiring berlalunya waktu motif batik mengalami perkembangan dan beralih ke motif abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wajang dan masih banyak lagi. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, batik dijelaskan sebagai kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam (lilin) pada kain, yang kemudian diolah dengan cara tertentu.

Dita dengan batik biru bermotif burung

Batik itu sendiri sekarang ada di 24 propinsi Indonesia, jadi ketika dahulu orang menyebut batik identik dengan batik dari pulau Jawa, sekarang tidak lagi. Jaman sekarang seiring dengan perkembangan industri tekstil, batik telah mengalami banyak perkembangan mulai dari cara pembuatannya mulai dari cap, printing, kain tekstil bercorak batik, batik dengan desain komputer dan lain sebagainya. Bila dahulu batik hanya dipakai oleh kalangan bangsawan dan penguasa, sekarang batik sudah merambah keseluruh lapisan masyarakat. Tentunya sudah jadi tugas kitalah sebagai ahli waris budaya bangsa untuk menjaga dan melestarikannya.

Pernah menghadiri acara yang dresscode nya batik? Mungkin buat pekerja kantoran yang terbiasa mengenakan batik pada hari Jumat tidak akan menemui kesulitan, tapi bagi saya yang bukan pekerja kantoran agak sulit membongkar lemari buat menemukan baju yang cocok dengan acara apapun itu. Terus terang walau ibu saya mengoleksi kain dan tentunya ada kain batik, tapi saya sendiri agak sulit menemukan batik yang benar-benar cocok dengan selera saya. Bila saya tidak salah ingat saya hanya memiliki tiga dress batik dan satu buah crop jacket batik. Tampaknya saya harus lebih rajin berbelanja batik dan mulai mengoleksinya.

Hari Jumat minggu lalu (28 Oktober 2011), kebetulan saya datang ke acara launching Credit Card Platinum BCA. Tau apa yang unik dari Kartu Kredit ini? Kartu tersebut menggunakan disain batik dari Iwan Tirta. Tentunya tahu Iwan Tirta kan? Beliau adalah seorang fashion designer yang melestarikan seni batik nasional dan memperkenalkannya ke dunia Internasional. Kartu ini ditujukan untuk segmen Platinum sebagai bentuk kepedulian BCA dalam melestarikan kekayaan warisan budaya Indonesia. Kartu yang dirancang untuk pribadi yang eksklusif, elegan, mapan dan peduli dengan heritage Indonesia mengenakan motif Mega Mendung dan seekor burung Phoenix.

Falsafah yang terkandung dalam motif ini dimaksudkan agar menjadi lambang keberuntungan yang selalu berkesinambungan. Karena, burung Phoenix adalah burung yang hidup abadi dan melambangkan keberuntungan serta kesejahteraan, sedang Mega Mendung merupakan motif menyerupai awan yang melambangkan perjalanan hidup manusia yang terus berkesinambungan.

burung Phoenix ini juga dikenal sebagai motif Lok Chan, biasa menghiasi batik peranakan Lasem. Batik Lok Chan disinyalir pertama kali muncul di Tuban. Sedang motif Mega Mendung adalah motif khas Keraton Cirebon. Motif ini mirip dengan stilasi awan dari budaya China, karena istri Sunan Gunung Jati yang menyebarkan agama islam di Cirebon adalah putri Ong Tien Nio dari negeri Cina. Ternyata selain di Kartu Kredit BCA yang baru saja diluncurkan ini, perkawinan antara motif Mega Mendung dengan Lok Chan (Phoenix) dapat ditemukan di kain antik koleksi Kraton Kasepuhan.

Acara peluncuran Kartu Kredit BCA Platinum dengan motif Batik rancangan Iwan Tirta tersebut di buka dengan penari Bedhoyo kontemporer.

Dan dilanjutkan dengan peragaan busana Iwan Tirta Private Collection. Baju-baju yang dikenakan para model dibuat tanpa dipotong, hanya dijahit dan membentuk draperi yang elegan.

Terakhir kita dihibur dengan penampilan Maliq & D’essential yang tentunya juga mengenakan batik…

Menurut Henry Koenaifi, Direktur BCA, kartu ini dapat digunakan di seluruh merchant di seluruh Indonesia, dan tentunya pemegang kartu juga mendapatkan banyak keistimewaan yang diberikan seperti program Garuda Indonesia, Accor hotel di seluruh Indonesia dan masih banyak lagi. Buatn yang mau tanya-tanya atau butuh info lebih lanjut bisa follow @BanggaBatikID atau lihat Facebook Page nya di Bangga Pakai Batik. Selain info soal kartu kreditnya, disitu banyak banget info soal batik :D

Bersama @chikastuff dan @isnuansa di Event @BanggaBatikID

——————–

Photo courtesy: Isnuansa, Defickry, Suprie

7 comments

  1. Ch.Faurozi says:

    Batik tidak hanya di obsesi memang dijiwai tidak hanya dipakai namun juga harus dibuat sendiri , apapun motifnya tidak harus sesuai pakemnya, motif teori fractal adalah motif keseharian. Televisi, komputer, peralatam elektronik, mobil, pesawatv terbang, pemain bola, penyanyi dlll dapat mengapresiasi batik dengan motifnya sendiri yang unik dan khas. Selamat mencoba.

  2. Ch.Faurozi says:

    Batik design Canting Cap adalah sarana yang mudah membuat batik untuk Logo Perusahaan, Kreatifitas Sendiri, Klub Olah Raga, Jamaah Majelis Taklim, dll. Dengan mencoba mendesian pada kerta gambar ukuran 18×18 cm dapat diaplikasi pada Canting Cap yang terbuat tembaga membentuk stempel untuk proses pengalihan lilin malam kepada kain mori. Selanjutnya tinggal pewarnaan dan pelorodan, jadilah batik khas sendiri dan eklusif. Kami dapat membantu kontak HP.085222066116.H.Faurozi. SELAMAT MENDESIAN BATIK INDONESIA.

Leave a Reply

CommentLuv badge