baik salah! jahat salah! gimana donk?

Di suatu sore yang cerah seorang teman datang mengadu padaku,

“kamu tau gak… aku binguuunnggg….”

“kamu bingung kenapa?” tanya ku

“aku bingung dit. serba susah.”

“ya apanya yg serba sulit” aku semakin gemes mendengarnya.

“kamu tau kan si anu?”

“iya, kenapa dia?” aku makin tertarik begitu dia menyebutkan nama.

“aku sebel! masa dia bilang ke orang2 kalo aku suka sama dia”

“lalu kamu suka juga apa ndak?” aku semakin penasaran sama dirinya.. maklum temanku sudah terlalu lama menjomblo…

“ntah lah dit. sepertinya sih ndak. kalau pun misalnya aku suka jadi ilfill.” begitu jawaban teman ku itu.

“childish banget dit. masa aku kasih perhatian dikit, dia langsung ngadu kalo aku suka sama dia. padahal aku kan juga bisa berbuat yang sama ke orang lain, kebetulan saja saat itu yang ada dia”

“kamu tau kan dit, aku orangnya gimana? aku emang begini, baik sama semua orang, gag cewe gag cowo.”

“iya saayy… aku tauuu” jawabku sambil merengkulnya.

“kamu tau dit, setelah kejadian itu, aku sempet mendapat perlakuan tidak enak. aku didiemin, dianggap ndak ada.”

“padahal siapa dia. kok jadi orang ke ge-eran banget.”

“apa semua cowo begitu dit?”

waduh aku harus jawab apa ini? aku sendiri bingung sama jawabannya, soalnya kadang cowo emang nyebelin. “ya ndak lah say… gag semua cowo kayak teman mu itu”

“sudahlah cowo kayak gitu ngapain kamu pikirin.”

“iya dit… sungguh bodohnya diriku. selama ini aku pikir dia baik. ternyata sama aja piciknya dengan pria kebanyakan lainnya” masih sambil sesengukan temanku berkata.

sekarang teman saya itu dan si anu sudah temenan lagi seperti biasa, mungkin akhirnya si anu jadi waras pikirannya, bahwa teman saya memang sifatnya seperti itu, dan bukan karena suka sama dia.

————————————————–

disuatu siang yang terik, teman saya itu kembali datang dengan muka kalut seperti sebelumnya.

“ditaaaaaaa…..” dia berhambur kepelukanku.

“iya saayy” menyambut pelukan hangat penuh tangisnya.

“aku melakukan kesalahan yang samaaa….”

“apalagi saay” aku berusaha mengingat-inget kesalahan apa yg telah dia perbuat.

“sungguh bodoh, aku kok ya ndak kapok-kapok”

“iyaa… kapok kenapa?”

“ituuu… yg kayak waktu itu, aku berbuat baik sama cowo.”

“oooo bulet… lalu? si anu nyuekin kamu lagi?” aku udah mulai mudeng masalahnya apaan.

“nope. this is different case”

“oooo lain lagi orangnya?” mulai menyimak dengan serius.

“hooh” jawabnya sambil mengangguk.

“sekarang lebih dari satu diitt… aku salah apa yaaa… kok hidup ku susah banget” dia mulai kembali sesengukan.

“loh ya ndak salah apa-apa toohh… kamu kan cuman mau berbuat baik sepertia biasa”

“nah itu dia… yg kali ini ndak ge-er an seperti yg waktu itu… cumaannnn”

“cuman?”

“mereka jadi serius. mereka pikir aku emang suka juga sama mereka”

mataku membulat mendengarnya… sebab itu seharusnya menjadi kabar baik buat teman ku itu… siapa tau dia mau mengakhiri masa jombonya sekarang. “lalu… lalu… kamu suka juga sama dia?”

“ndak!” jawab temanku datar.

“hah?” aku terconclang mendengarnya.

“aku bukannya ndak suka… aku emang baik seperti biasa, dan tadinya emang aku pikir kali-kali aja bakalan cocok, tapi ternyata ndak.”

“tapi maksudku kan kita temenan aja duluuu… temen sama semuaaa… kita temenan ajaaa..”

“emang susah ya… cewe sama cowo gag bisa apa kalo cuman temenan, selalu ada aja yang minta lebih… padahal aku mengganggap mereka semua itu temaaannnn” makin tergugu teman ku itu…

“lha ya bisa toh.. aku punya banyak…”

“nah maka itu dit.. aku harus gimana?”

“ya gag gimana-mana, kalau kamu emang gag suka juga sama dia, kamu tinggal tolak secara halus khan” nasihat ku

“udah dit… gag mempan”

“berarti harus secara gamblang. atau bilang kita cuman temenan aja ya.. gag lebih.”

“baiklah… akan kucoba”

lalu teman ku pulang dengan hati sedikit lega.

————————————————–

si suatu malam yang dingin kawan ku tersayang itu datang lagi mengadu kepadaku.

“ditaaa…” dia datang dengan muka agak pucat.

“kenapa ciin?” tanya ku.

“I did it again.” katanya bermuka masam.

“kamu ngapain lagii ciiin?”

“seperti biasa dit, kebaikanku berbuah kemasaman”

“nah loh… apaan tuh?” aku jadi bingung.

“hal yang sama terulang lagi. aku baik dan perhatian sama orang, padahal gag punya maksud apa-apa. tapi kok ya akhir-akhir ini, aku merasa dia agak menjauhi aku, atau berkata-kata secukupnya aja.”

“waduh… ciiin… kamu kok ya ndak belajar dari pengalaman toohh” aku semakin gemes dengan dirinya.

“itulah masalahnya.aku ndak merasa kayak yg dulu itu kok.”

“kalau yg dulu itu, setelah aku pikir-pikir kok ya aku emang kayak ngasih harapan, padahal ndak. makanya si anu bisa pede banget dan berkoar-koar seakan-akan aku naksir dia.”

“padahal ndak!”

“nah yang ini, mungkin aneh, aku biasa aja perhatian sama dia, aku juga perhatian sama teman yang lain dengan kadar yang sama kok.”

“emang dia nya aja yang aneh. udah gitu malah bikin sebel. dan bikin bingung aku diiit. aku kan udah mulai pinteran dikit nih, setelah kaumceramahin mulu.”

“saat aku rasa aku sudah terlalu baik, aku mundur. takut si teman ge-er. eh, aku dibilang sombong. aku dibilang jual mahal.”

“padahal aku kan cuman gak mau dia salah sangka. ntar dikira aku naksir dia.” temen ku manyun.

“trus pas kamu dibilang jual mahal, kamu ngapain?”

“ya aku kembali baik sama dia” :|

————————————————–

Adezig… ya gag bingung deh kalo orang suka salah sangka sama sikap temanku itu… sebagai seorang wanita. dia sangat baik. SANGAT BAIIIKKKK. tapi kadang, keBAIKannya itu menjadi bumerang buat dirinya. kebaikannya jadi terasa biasa saja. banyak cowo yang suka salah sangka sama sikapnya. jadi banyak cowo nempel, tapi ya dia gag mau. juga banyak cowo menjauh (nah yang ini biasanya tipe-tipe konvensional, yang ngerasa cewe suka duluan sama cowo itu NDAK PANTES. padahal belom tentu sang kawan emang suka sama dia.) nah sedangkan cowo-cowo yang seharusnya bisa mendekatinya juga jadi ragu, karena si cewe terlihat dekat dengan semua teman lelakinya. temanku ini sangat baik dan gag tegaan buat menolak permintaan orang. sungguh halus hatinya. tapi sekali lagi sikapnya itu bikin bingung banyak orang.

Pria-pria yang tidak suka sama dia, tapi karena dia baik, jadi salah sangka. Pria-pria yang suka sama dia, tapi belom tentu dia suka, juga tersakiti oleh dengan sikap baiknya. belom lagi Pria-pria ragu yang berada dipersimpangan yang bisa jadi suka, bisa juga gag suka, bingung sama sikapnya yang baik ke setiap pria (mungkin mereka khawatir kebaikan teman saya kepada seluruh pria itu akan tetap, bahkan setelah teman saya menjalin hubungan denga salah seorang pria tersebut).

masalahnya sebenrnya cukup sederhana. teman saya itu paling takut dibilang jahat. dia paling anti di bilang sombong, jual mahal dan sebagainya… dia paling senneg membahagiakan orang lain (teman cewe maupun teman cowo) jadi jangan heran kalau dia temannya banyak. anaknya supel periang, baik hati, pengertian dan disayang banget sama semua temannya. sehingga orang umum juga heran kenapa saat ini dia tidak punya pasangan. dia dicap suka pilih-pilih dan sebagainya. padahal justru karena kebaikannya itulah dia cilaka…

————————————————–

menurut kalian nasihat apa yang sebaiknya saya sampaikan ke teman saya ini, agar dia tidak menyakiti perasaan teman-temannya, tapi dia juga tidak “disakiti” oleh teman-temannya itu.

teman saya ini orangnya gag bisa nolakkan… (bukan nolak cowo) kalau orang bilang atau minta tolong apapun pasti dia IYA in. saya sendiri khawatir, dia bakal dikerjain orang gak ya… Moto hidupnya adalah pantang berkata tidak pada teman. :|

tolongin teman saya yaa… :D

*iya saya tau ini postingan lama saya di ngerumpi*

14 comments

  1. Arham says:

    Anywhere, everytime, dan any any lainnnya. Berbuat baik atau jahat tergantung objek penderitanya ( jiahh bahasanya ejaan baku banget dahhh :P ). So, aku ngak ada saran sih. tapi coba pragmatis aja

  2. Ina says:

    Bersikap jujur dan apa adanya. Jujur sama diri sendiri dan jujur sama orang lain kalau memang tidak mempunyai perasaan apa-apa. :) Sakit sedikit nga papa yang pentingkan dah tersampaikan.

  3. orange float says:

    yang penting niatnya ingin membantu dan jika orang itu menanggapinya lain ya itu berarti cowok itu emang gampang ke gr an :D bisa bisa setiap orang yang membantunya dianggap suka sm dia padahal tidak

  4. afispedia says:

    wah kondisi teman kamu itu maju kena ..mundur kena…

    susah juga sih kalo udah sifat bawaannya itu ” pantang mengatakan tidak” soalnya buat mengatakan tidak dia harus membohongin hati dan dirinya sendiri dulu..

    salam kenal

  5. Andi says:

    He he he .. mungkin salah pergaulan kali ya :) selalu dapet teman yang posesip terus ..
    Sarannya apa ya buat temanmu itu …
    Berbuat baik itu tetep dan wajib tapi bungkusnya juga perlu diperhatikan. Perhatian kepada orang lain itu bagus tapi klo bungkusnya tidak tepat mungkin akan jadi seperti itu. Yang aku tangkap dari cerita ini sih mungkin dia suka mencoba – coba dan bereksperimen mencari pria yang baik :D

  6. Steve says:

    Bersikap jujur dan apa adanya. Jujur sama diri sendiri dan jujur sama orang lain kalau memang tidak mempunyai perasaan apa-apa. :) Sakit sedikit nga papa yang pentingkan dah tersampaikan.

Leave a Reply

CommentLuv badge