B101: Memilih Badan Usaha yang Tepat

Melanjutkan postingan B101 sebelumnya yang berisikan pembukaan, sekarang saya ingin memceritakan bagaimana akhirnya kami (saya dan partners) memilih untuk membuat PT, bukannya CV atau Firma, atau yang lainnya. Ketika hendak memulai suatu usaha, kita seringkali bingung mau memilih bentuk usaha yang mana. Ada beberapa bentuk badan usaha yang sudah umum dan kita kenal, antara lain CV (Persekutuan Komanditer/Comanditaire Venootschaap), Perusahaan Dagang/Perusahaan Perorangan, Firma dan Perseroan Terbatas. Yang paling banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat adalah bentuk CV dan PT. Selain itu Firma banyak digunakan untuk usaha jasa, antara lain jasa hukum (diluar negeri mungkin kita biasa dengar istilah Law Firm?), sedangkan untuk Perusahaan Dagang/Perusahaan Perorangan digunakan oleh perorangan yang memulai usaha kecil-kecilan seperti warung. Lalu apakan bedanya CV dan PT, kapan kita menggunakan CV dan Kapan kita menggunakan PT?

Sebelum kita mengupas lebih dalam mengenai CV dan PT, mari kita lihat apa saja yang termasuk Badan Usaha berbentuk Badan Hukum dan Bukan Badan Hukum berdasarkan situs Hukum Online,

A.     Badan Usaha berbentuk Badan Hukum

Karakteristik suatu badan hukum yaitu terdapat pemisahan kekayaan pemilik dengan kekayaan badan usaha, sehingga pemilik hanya bertanggung jawab sebatas harta yang dimilikinya.

Badan Usaha yang berbentuk Badan Hukum terdiri dari :

(1)     Perseroan Terbatas (“PT”)
§      Memiliki ketentuan minimal modal dasar, dalam UU 40/2007 minimum modal dasar PT yaitu Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Minimal 25% dari modal dasar telah disetorkan ke dalam PT;
§      Pemegang Saham hanya bertanggung jawab sebatas saham yang dimilikinya;
§      Berdasarkan peraturan perundang-undangan tertentu diwajibkan agar suatu badan usaha berbentuk PT.

Selain hal diatas, ada kekurangan dan kelebihan dari pembentukan  suatu PT:

  • Kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
  • Modal dan ukuran perusahaan besar
  • Kelangsungan hidup perusahaan pt ada di tangan pemilik saham
  • Dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
  • Kepemilikan mudah berpindah tangan
  • Mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai
  • Keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
  • Kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
  • Sulit untuk membubarkan pt
  • Pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden

(2)     Yayasan
§      Bergerak di bidang sosial, keagamaan dan kemanusiaan yang tidak mempunyai anggota;
§      Kekayaan Yayasan dipisahkan dengan kekayaan pendiri yayasan.

Anyway kekurangan dan kelebihan Yayasan agak ribet, dan berhubung kami sedang tidak ingin bercinta mendirikan badan usaha yang berbasiskan sosial, kemanusiaan ataupun keagamaan, maka detailnya tidak akan kami jelaskan panjang lebar.

(3)     Koperasi
§      beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasar atas asas kekeluargaan.
§      Sifat keanggotaan koperasi yaitu sukarela bahwa tidak ada paksaan untuk menjadi anggota koperasi dan terbuka bahwa tidak ada pengecualian untuk menjadi anggota koperasi.

Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota

B.       Badan Usaha bukan berbentuk Badan Hukum

Lain halnya dengan badan usaha yang bukan berbentuk badan hukum, pada bentuk badan usaha ini, tidak terdapat pemisahan antara kekayaan badan usaha dengan kekayaan pemiliknya.

Badan usaha bukan berbentuk badan hukum terdiri dari:

(1)     Persekutuan Perdata
§      Suatu perjanjian di mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu ke dalam persekutuan dengan maksud untuk membagi keuntungan yang terjadi karenanya;
§      Para sekutu bertanggung jawab secara pribadi atas Persekutuan Perdata.

Cara pendirian persekutuan perdata dimulai saat ditandatanganinya akta pendirian di notaris dan selanjutnya didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan negeri dan akan mendapatkan nomor register dari Pengadilan atas persekutuan perdata yang didirikan dan biaya ditetapkan oleh notaris.

Berakhirnya persekutuan perdata diatur di dalam pasal 1646 KUH Perdata, apabila :

  • Karena jangka waktu berdirinya pesekutuan perdata tersebut sudah habis;
  • Karena barang yang menjadi obyek persekutuan perdata itu menjadi lenyap, atau telah diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan perdata tersebut;
  • Karena salah seorang angota persekutuan perdata meninggal dunia, dikuratil, jatuh pailit;
  • Karena anggota persekutuan perdata itu sendiri meminta agar persekutuan dibubarkan.

(2)     Firma
§      Suatu Perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha di bawah nama bersama;
§      Para anggota memiliki tanggung jawab renteng terhadap Firma.

Kelebihan dan kekurangan Firma:

  • Apabila terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadi
  • Setiap anggota firma memiliki hak untuk menjadi pemimpin
  • Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa seizin anggota yang lainnya.
  • Keanggotaan firma melekat dan berlaku seumur hidup
  • Seorang anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma
  • Pendiriannya tidak memelukan akte pendirian
  • Mudah memperoleh kredit usaha

(3)     Persekutuan Komanditer (“CV”)
§      Terdiri dari Pesero Aktif dan Pesero Pasif/komanditer.
§      Pesero Aktif bertanggung jawab sampai dengan harta pribadi, sedangkan pesero pasif hanya bertanggung jawab sebesar modal yang telah disetorkan ke dalam CV.

selain hal diatas,  CV ada kelebihan dan kekurangannya:

  • Sulit untuk menarik modal yang telah disetor
  • Modal besar karena didirikan banyak pihak
  • Mudah mendapatkan kredit usaha
  • Ada anggota aktif yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas dan ada yang pasif tinggal menunggu keuntungan
  • Relatif mudah untuk didirikan
  • Kelangsungan hidup perusahaan CV tidak menentu

Seperti yang dapat kita lihat diatas, perbedaan paling dasar antara CV dan PT adalah status hukumnya. CV adalah badan usaha tidak berbadan hukum, sedangkan PT adalah badan usaha berbadan hukum. CV adalah persekutuan dari dua jenis pesero, yaitu pesero aktif dan pesero pasif. Pesero Aktif disebut juga pesero pengurus, biasa diberi jabatan Direktur dan yang lain merupakan pesero pasif. Pesero Aktif adalah pesero yang mempunyai tugas melakukan segala tindakan pengurusan atas CV tersebut, dan bertanggung jawab penuh atas segala tindakan pengurusan yang dilakukannya bahkan sampai dengan harta pribadinya apabila dituntut oleh pihak ketiga yang merasa dirugikan, sedangkan Pesero Pasif hanya menyetorkan modal.

Biaya yang dikeluarkan untuk mendirikan sebuah CV memang relatif lebih murah dibandingkan dengan membuat suatu PT, karena CV tidak memerlukan proses pengesahan sebagai badan hukum sampai ke Menteri Kehakiman. CV hanya perlu didaftarkan pada pengadilan negeri setempat tempat domisili dari CV dan mengurus beberapa surat sesuai bidang usaha CV tersebut. Dalam pendirian CV tidak ada proses pengecekan nama, jadi ada kemungkinan antara CV yang satu dengan yang lainnya terdapat kesamaan nama. PT harus mendapatkan Pengesahan sebagai badan hukum dari Menteri Hukum dan HAM.

Sebelum itu nama PT yang akan didirikan wajib dicek terlebih dahulu untuk menghindari terjadinya kesamaan nama. Perbedaan lainnya PT merupakan kumpulan modal dalam bentuk saham dan dengan telah disahkannya PT tersebut oleh Menteri, maka telah ada status badan hukumnya. Apabila terjadi tuntutan maka tanggung jawab para pemegang saham hanya sebesar saham yang dimilikinya saja. Tanggung jawab dalam PT terbatas, sedangkan dalam CV tidak terbatas bahkan bisa sampai dengan harta pribadinya.

Dalam CV perbandingan modal antar pesero tidak terlihat karena dalam Anggaran Dasar CV hanya menyebutkan jumlah modal dasar, tidak ada pengaturan mengenai komposisi modal antar pesero, berbeda dengan PT yang merupakan kumpulan modal dimana ada pembagian komposisi antar pemegang saham. Perlu diingat karena CV tidak memiliki status badan hukum, maka tidak dapat memiliki asset berupa tanah, sedangkan PT berstatus badan hukum jadi bisa memiliki asset berupa tanah.

Yang jelas sih ketika kita memutuskan mau membuka suatu jenis usaha perlu menimbang-nimbang beberapa hal dalam memilih jenis badan usaha selain dari biaya yang harus dikeluarkan untuk pendiriannya, antara lain segi keamanan dan resiko. Hal ini penting untuk dipertimbangkan karena menjalankan usaha tidak hanya dalam 1-2 hari tapi tentunya jangka panjang.

Oh iya, di Startup Bisnis, juga ada artikel menarik tentang Memulai Usaha dengan Badan Usaha yang Tepat, bisa sebagai sumber alternatif bacaan.

Kesimpulannya kami memilih Badan Usaha Berbentuk Badan Hukum yaitu PT karena:

1. Suatu badan hukum terdapat pemisahan kekayaan pemilik dengan kekayaan badan usaha, sehingga pemilik hanya bertanggung jawab sebatas harta yang dimilikinya. *ngeri bwok kalau usaha kami suatu hari ada apa-apa, Amit-amit jabang bayi, ya kita gak pengen donk, sampe rugi bandar dibawa-bawa ke keuangan pribadi*

2. Pemegang Saham hanya bertanggung jawab sebatas saham yang dimilikinya. *jadi semua partner punya  peran sebesar sahamnya, termasuk menanggung kerugian yang mungkin terjadi*

3. Walaupun berbentuk badan hukum, tapi yang jelas kami tidak bergerak dibidang sosial, kemanusiaan, ataupun keagamaan, maka kami tidak memilih bentuk Yayasan.

4. Kami  tidak memilih koperasi, karena kami tidak bergerak di usaha kerakyatan, walaupun kami bertiga sepakat bila ada konflik semua akan diselesaikan dengan asas kekeluargaan, serta musyawarah dan mufakat.

So far, kayaknya itu aja sih yang membuat kami memutuskan untuk membentuk Badan Usaha kami menjadi Perseroan Terbatas. Mengenai persyaratan detailnya akan saya bahas ketika seluruh perizinan PT kami sudah lengkap (sampai mana tulisan ini dibuat, kami baru memiliki Akte Notaris, dan SK Menkeh nya saja).

Ada yang punya pandangan lain mengenai bagaimana memilih Badan Usaha yang tepat?

10 comments

  1. Outbound says:

    Hi Mba Dita. Kunjunan kedua nih. Anyway pertimbangan memilih PT dan bukan CV kalau saya sih waktu itu atas saran biro jasa yg ngurus hehe. Ya mungkin dia mikirnya lebih mahal. Kalau saya waktu itu mikirnya mana yg cepet aja.
    Outbound recently posted..Sejarah Paintball

Leave a Reply

CommentLuv badge