AWAS daging daur ulang masih berkeliaran

**Postingan penting wajib baca!!!*

daging-busuk

masih inget ndak, beberapa saat yang lalu, kita sempat dikejutkan dengan beredarnya daging daur ulang dari sisa sampah hotel. menurut kabar, daging tersebut berasal dari sisa-sisa daging yang diolah di hotel, diambil oleh pemulung dan diolah kembali seperti dicuci, direndam formalin (pengawet), dan diberi pewarna agar warnanya terlihat seakan-akan daging tersebut adalah daging segar alu digoreng, menggorengnya pun dengan minyak jelantah yang entah telah berapa kali dipakai proses menggoreng. daging yang telah diperlakukan sedemikian rupa itu, kemudian dijual ke pasar-pasarsetelah dibungsuk kantong plastik… dan sudah dapat dipastikan target penjualannya adalah masyarakat dengan keadaan ekonomi menengah kebawah. karena daging tersebut dijual dengan harga yang muranhnya sangat tidak masuk akal.

alangkah tidak berperikemanusiaannya si pengolah daging tersebut, sebab yang namanya daging sampah, sudah busuk pasti banyak kumannya, apalagi pas pengolahan diberikan zat pengawet dan pewarna yang pastinya tidak memiliki izin badan POM. pasti dapat menyebabkan orang-orang yang mengkonsumsinya keracunan, atau bahkan sakit. setelah pemerintah bertindak, dan si pengolah tersebut digelandang ke kantor polisi, serta pembakaran 100kg daging sampah berita marak tentang daging daur ulang ini perlahan mulai surut terdengar.

gulai kakap palsujadi tentu saja dita merasa kaget sekaligus dongkol, ketika pulang tadi sore dita dikejutkan oleh mama, soal daging aneh yang dibelinya tadi siang. begini ceritanya, tadi siang mama membeli gulai ikan kakap di tukang rempeyek langganan yang biasa mendatangi rumah kami. si ibu penjual itu biasa menjual buntil dan rempeyek, tapi keluarga kami biasanya hanya membeli rempeyek. tadi siang, sang penjual mambawa gulai ikan. nah dasar keluarga kami keluarga padang sejati, yang tiap hari harus makan santan, maka mama tergiur untuk mencoba membelinya. ketika ditanya berapa harganya, si ibu penjual menjawab, Rp. 6. 500,- perbungkus. seharusnya dengan harga yang begitu murah, mama bisa langsung curiga. entah kenapa tadi mama tidak ada firasat apapun. dan bahkan memutuskan untuk memborong langsung 3 bungkus.

setelah itu, si gulai kakap itu, tidak langsung dimakan mama. setelah menjelang sore hari beraktifitas, mama menyadari kalau tadi membeli gulai. ketika mama akan makan dan membuka bungkus plastiknya, mama mencium bau agak ndak enak. lalu mama memutuskan untuk menghangatkannya terlebih dahulu sebelum memakannya. ketika sudah masuk wajan dan mulai dihangatkan, aroma aneh itu tidak juga hilang, dan mama terkejut ketika membolak-baliknya dengan irus. kok isinya aneh. setelah diteliti lebih lanjut ternyata… isi gulai yang diaku oleh si ibu penjual sebagai gulai ikan kakap ternyata isinya, ada buntut, babat, daging, limpa, sosis dan ikan (ikannya, ikan apa tidak diketahui). begitu melihat begitu mama langsung mual. mematikan kompor dan memutuskan untuk membuang saja gulai tersebut.

daging campur2

foto potongan2 daging tersebut

pesan moralnya adalah… berhati-hatilah dan waspada… daging olah tampaknya kembali merebak, dan kali ini dijual dalam bentuk yang sudah diolah menjadi masakan, dan dijual ke komplek-komplek perumahan… (target pasar bahkan ikut berubah) jadi kalo menemukan ada daging yang dijual dengan harga murah, harap diteliti dengan baik.

8-)

6 comments

Comments are closed.