#AkberJKT Entrepreneurship oleh @LucyWiryono

akberjktOke, well isi postingan yang akan saya share ini mungkin emang udah lama banget, karena ngerasa belum nemu moment yang pas aja, berhubung akhir-akhir ini saya lagi hobi ngebahas soal finansial atau entrepreneur, maka mungkin sekaranglah saat yang tepat untuk melanjutkan post yang tertunda ini. Jadi 11 Oktober 2012 lalu, saya ikut kelas #AkberJKT mengenai Entrepreneurship oleh Lucy Wiryono. Berhubung saya hobi livetwit, maka postingan ini saya rangkum dari livetwit saya ketika mengikuti kelas tersebut.

Bisnis apa ya?

Kelas @lucywiryono malam itu dibuka dengan pertanyaan yang paling banyak ditanyakan sebelum memulai usaha: Bisnis apa?

Orang-orang awalnya mikir pengen punya usaha sendiri kenapa sih? Karena mereka pikir: Banyak duit, flexible time & dapat membuka lapangan pekerjaan. Pada kenyataannya, jadi pengusaha tuh lebih capek karena ga ada jam kerjanya. Semua hasil tergantung kita, makin rajin hasilnya makin banyak, kalau kita males ya ga dapat apa-apa.

Tapi sayangnya, banyak orang yang terkena “jebakan” untuk berusaha sendiri!

Jebakan!

- Latah, contohnya, Rainbow cake booming, semua ikut berbondong-bondong jual rainbow cake. Kalau ngikut doank, nanti “produk” lo gak keliatan dong, soalnya semua jualan produk yang sama.
- Tegiur omzet usaha lain, kalau jenis usaha itu ga cocok & bukan bidangmu, jangan ikut-ikutan jual produk tersebut. Nanti pasti jadi kalah pamor sama yang udah ahli.
- Merasa punya modal uang banyak, kalau punya uang banyak jadi ngerasa mampu ngelakuin apa aja, alhasil langsung kepikiran buat buka bisnis lain, tapi hasilnya malah jadi ga fokus sama yang dikerjain.
- Merasa tidak punya modal, bikin usaha pertama kali gak harus langsung gede. Buka usaha ya sesuai dengan kemampuan dan finansial.
- Merasa tdk punya bakat bisnis, perasaan seperti ini yang bikin kita jadi gak maju. Bisnis itu ga pake “bakat-bakatan”. Siapa aja bisa asal berani utk memulai dan ga setengah2.

Bisnis itu gak ada kata “balik lagi”. Gak boleh nyerah, apalagi kalo udah ada karyawan. Gimanapun juga itu amanah. *sama kayak mantan donk ya? Kalau udah putus pantang balikan lagi… #eh

Setelah punya MODAL, sebelum terjun usaha, di “breakdown” dulu biar jelas lari kemana aja uangnya. Dan prioritas adalah: menggaji karyawan. Misal punya modal 70 juta, modal harus di “breakdown” untuk hal-hal seperti beban langsung, beban umum, beban variabel (seperti yang saya sebutkan di postingan sebelum ini).

Start small.. Start early.. Start RIGHT now!

akber lucy3

Dari mana mulainya?

- Keunikan, tiap orang itu unik, jadi kenapa kita harus bikin usaha yang sama persis sama yang udah ada? Cari keunikanmu sendiri.
- Brand story, jual lah “brand story” yang akan memperkuat keunikan dari produkmu, sebuah produk biasanya akan lebih menarik bila ada Brand Story dibalik brand itu, orang kita masih gampang tersentuh sama hal-hal seperti itu.
- Personal touch, sebuah bisnis tidak boleh kehilangan “sentuhan” personal dari pemiliknya,  jangan pernah takut untuk turun tangan. Jangan pernah tinggalin bisnis mu (terutama F&B), jangan dilimpahkan tugasnya ke orang lain.
- Damage control, menerima komplen orang, kalau ada black campaign ya kita juga harus siap mental menerima kritikan thd produk/bisnis kita.
- INOVASI, mau bisnis apapun, harus terus berinovasi biar gak ketinggalan jaman, harus siap ngeluarin resep baru/model baru agar produk dapat bertahan di pasaran.
- Marketing gimmick, boleh menggunakan jasa buzzer, dll. Tapi alangkah lebih baik jika “kepuasan” konsumen yang menjadi promo tidak langsungnya.

Lalu apa saja yang harus kita lakukan kalau sudah membuka usaha?

Harus dilakukan!

– Menjaga hubungan yang baik dengan konsumen, karyawan, supplier, lingkungan usaha, pemerintah, dan semua aspek penunjang usaha.
- Menjaga reputasi: JUJUR! Apalagi kalo berpartner. Banyak hubungan pertemanan yg hancur pas berbisnis karena gak jujur..
- Menghindari marketing mercusuar, marketing yang tidak diperlukan/tidak sesuai terhadap produk hanya demi mendapatkan “buzz”-nya. Oh iya, marketing mercusuar itu maksudnya, lebay berlebihan dan egosentris (bersumber ke diri sendiri gak mikir org lain).

Contoh buat marketing mercusuar: Warung jualan sayur asem tapi ngasih hadiah mercedez S600. Gak nyambung, Hambok kalo warung sayur asem gimmick-nya gratis krupuk kek, gratis ikan asin kek.

Kalau mau bisnisnya langgeng, kata mba Lucy, pakailah prinsip marketing nya UMKM, terutama kalau modal awal kita kecil. Apa sih UMKM itu? Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Konsep Marketing UMKM

- Unik
– Tidak banyak syarat
– Porsi yang pas (kalau F&B), ukuran yang tepat
– Organik

Keluhan Konsumen

– Salah/tidak salah: jangan gengsi untuk minta maaf
– Jangan defensif
– Damage control yg SEGERA
– Sense of urgency in service

Kalau ada keluhan konsumen, tangani langsung secara personal, jangan mentang-mentang promonya lewat twitter/sosial media, nyelesaiinnya juga disitu. Twitter/sosial media lainnya hanya memiliki 140 karakter (terbatas). Misalnya komplain di twitter, langsung DM minta nomer yang bisa dihubungi, lalu langsung telpon. Jangan lupa minta maaf terlebih dahulu, dengarkan keluhannya dan beri solusi.

Kalau misalnya usaha kita ada kompetitornya, apa yang harus kita lakukan?

Kompetitor

– Pioneers DO NOT mirroring themselves to newbies, Kalau ada yang meniru, jangan malah kita mirroring kita ke dia, lha wong kita sebenernya udah 10 langkah ke depan, sedangkan dia baru 2 langkah.
– Amati tapi jangan mudah teringimidasi, jangan mudah terpancing dan insecure. Amati saja pergerakannya.
– Tahan emosi, jangan anggep kompetitor itu sebagai lubang di jalan, tapi anggap saja bensin yang bisa bikin kita lari melaju lebih cepat.
– Tetap bertahan pada pakem usaha yg ada, harus punya planning, lihat growth product nya seperti apa.. Jangan gagap ditengah jalan.
– INOVASI

Jangan Lupa!

– Siap mental bila gagal, tidak pelu besar kepala jika sukses
– Think BIG, start small!
– Serving the customers NOT serving your ego.

Berikut beberapa tips dari mba Lucy Wiryono:

Punya bisnis berpartner itu gak gampang untuk menjaga keharmonisannya.

Rebranding itu adalah sesuatu yg amat sangat penuh resiko.. Harus consumer related. Sehingga konsumen punya attachment sama brand nya..

Produk lo cocoknya pake teori marketing apa? Gak semua teori cocok untuk semua produk.

Kalau ada masalah di bisnis kita, jangan denial.. *gak bisnis aja kaleee.. Dalam segala aspek kehidupan kok*. Jangan karena kita udah gak mood kerja terus kita memutuskan untuk berhenti aja usahanya, padahal udah punya karyawan. Kan mereka (karyawan) sudah menggantungkan hidup di kita, maka bertanggung jawablah.

Dari awal pas break down modal harus nyisain safety nett, kalo usahamu sudah make safety nett dikit demi sedikit ya mau ga mau re-evaluasi. Begitu ada masalah, acknowledge the problem dan solve the problem. Ada itungannya, jangan pake kata “belum rejeki”

Makasih mba Lucy atas pencerahannya soal Entrepreneurship :D

Suasana kelas AkberJKT ketika mba Lucy mengajar..

Suasana kelas AkberJKT ketika mba Lucy mengajar..

——————–
Gambar diambil dari web Akademi Berbagi

5 comments

  1. Agustin Castro says:

    Kalau kita bicara bisnis modal kecil berarti kita memang harus tetap punya modal yang cukup untuk memulai bisnis tersebut. Kita tetap harus mengelurkan uang, selain itu kita juga harus punya modal non-materil seperti pengetahuan tentang bisnis yang akan dijalankan, dan modal kemauan & usaha yang keras. Kita bisa memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar kita untuk memaksimalkan usaha yang akan dijalankan, misalnya memanfaatkan rumah sebagai tempat usaha agar bisa mengurangi biaya sewa tempat, memanfaatkan anggota keluarga dalam menjalankan bisnis untuk mengurangi biaya gaji karyawan, dan lain-lain.
    Agustin Castro recently posted..No last blog posts to return.

Leave a Reply

CommentLuv badge