81tahun Sumpah Pemuda

ya saya masih muda. dan saya juga merasa tidak/belom memberikan sumbangsih apapun untuk bangsa tercinta kita ini.. dan seharian kemarin, di twitter maupun radio banyak sekali bertebaran fakta-fakta sumpah pemuda, yang sebelomnya sudah pasti kita pernah dengar, tapi belom tentu ingat. oleh karena itu, sekaligus membantu mengingat, sepertinya menarik kalo fakta tersebut dituangkan/dikumpulkan disini….

sebelom nyamber kemana-mana, mari kita ingat dan resapi kembali apa isi teks dari sumpah pemuda itu,

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Nah, rumusan teks Sumpah Pemuda yang tiap tahun kita baca/ingat dan amini ini, ditulis oleh Muhammad Yamin, seorang sastrawan yang terkenal pertama kali dengan karya nya yang berjudul “Tanah Air”. Rumusan tersebut sebelum akhirnya menjadi Sumpah Pemuda seperti yang kita ketahui selama ini, ketika pertama kali dirumuskan memiliki nama lain, yaitu Sumpah Setia. Muhammad Yamin pada tahun 1920-an menulis karya sastra “Tanah Air” bukan bercerita tentang Indonesia, melainkan tentang Sumatra, baru pada pada tahun 1928, Beliau menulis karya “Indonesia Tumpah Darahku”.

Sumpah Pemuda ini di bacakan pertama kali pada Kongres Ke-3 yang berlangsung di Gedung Indonesisch Huis Kramat. Sebelum Kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia” karya Wage Rudofl Supratman, setelahnya baru ditutuop dengan membacakan hasil perumusan Kongres, yang sampai sekarang kita sebut dengan Sumpah Pemuda. WR. Supratman sang pengubah Indonesia Raya, menciptakan lagu tersebut diusia yang masih sangat muda, yaitu ketika berumur 21 tahun, di tahun 1924. Sayang sekali Beliau meninggal ketika masih sangat muda. Meninggal di usia yang ke 35 tahun. di tahun 1938, jauh sebelum Indonesia merdeka. WR Supratman meninggal karena sakit, Beliau dikejar-kejar Belanda karena menggubah lagu Indonesia Raya, lalu jatuh sakit dan dipenjara sama Belanda. Ironis nya, WR Supratman belajar Biola dari kakak ipar nya yang notabene seorang Belanda.

Sumpah Pemuda itu sendiri dihasilkan setelah rapat 3 kali Kongres pemuda kedua yang berasal dari PPPI (Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia) sebuah organisasi pemuda yang berisi pelajar dari seluruh Indonesia. Jauh sebelum Kongres tersebut. ada sebuah organisasi yang kelak juga melatar belakangi tumbuhnya organisasi pemuda lainnya, yaitu Boedi Oetomo. Boedi Oetomo lahir di kampus STOVIA pada 20 Mei 1908. Lalu ada pula yang dikenal dengan “Manifesto 25″ yang isinya kelak menjadi dasar dari poin-poin Sumpah Pemuda. Manifesto 1925 saat itu dimuat dalam edisi majalah Indonesia Merdeka. Majalah Indonesia Merdeka awalnay berasal dari Buletin Hindia Putra, yang dipimpin oleh Muhammad Athar atau biasa kita kenal dengan Muhammad Hatta. Isi dari Manifesto 25 adalah:

(1) Rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih mereka sendiri;
(2) Dalam memperjuangkan pemerintahan sendiri itu tidak diperlukan bantuan dari pihak mana pun dan;
(3) Tanpa persatuan kukuh dari pelbagai unsur rakyat tujuan perjuangan itu sulit dicapai.

Nah, Buletin Hindia Putra itu sendiri sebetulnya dibuat oleh organisasi mahasiswa Indonesia yang sedang berada di Belanda, yang bernama Perhimpunan Hindia. Awalnya, Perhimpunan Hindia bukan merupakan perkumpulan gerakan Nasionalisme, mereka kerjanya hanya bikin pesta-pesta dansa saja, sebelum akhirnya dirubah oleh 2 pemuda yang berjiwa Nasionalis tinggi, Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hadjar Dewantoro. :)

baiklah sampai sini saja tulisan serius nya..

oh iya… berhubung kemaren nya adalah Hari Blogger (27 Okteober), maka seperti tulisan masa lampau bang Enda soal Manifesto Blogger Indonesia, mari kita kembali ke khitah… rajin apdet blog… :lol:

sumber:

Manifesto 1925: Prolog dari Belanda
twitternya @pandji
Sejarah Sumpah Pemuda

=================================

Harusnya di posting tanggal 29 kemaren, tapi saya ketiduran… *ahlesyan* :shock:

12 comments

  1. Chic says:

    jadi inget kapan tau itu ada yang ditanya “tau Budi Oetomo ga?” dan dijawab “tau, nama pahlawan revolusi kan” dengan sumringah.

    duh! pengen saya timpuk pake buku sejarah rasanya… :|
    .-= Chic´s last blog ..Akhirnya… =-.

  2. Rizal says:

    tdk terasa udah 81 tahun yaa …

    ayoo generasi penerus bangsa teruskan perjuangan para pahlawan kita ..:D

    salam hangat dari Kalsel

  3. ciwir says:

    pemuda pada masa itu bersumpah untuk bersatu atas indonesia
    lha pemuda sekarang bgm? masihkan mau bersumpah bahwa indonesia itu tanah air, bangsa, nusa, dan bahasanya???

    kalo masih mau katanya, mengapa sekarang justru sering pake bahasa asing tinimbang bahasa indonesia?
    kok sering liat film asing dari pada film indonesia?
    kok lebih marah jika negara lain terlibat perang daripada negeri ini diserang teroris?

    bingung aku liat ini.
    (http://kaumbiasa.com/ilusi-ilusi-nasionalisme.php)
    .-= ciwir´s last blog ..Air Siap Minum Solo Menghilang =-.

Comments are closed.