Latih Sarafmu, Kurangi Risiko Neuropati

Tau gak kalau dokter gigi adalah satu profesi yang para pekerjanya berisiko terkena neuropati? Dalam suatu kesempatan, ketika sedang berbincang dengan seorang dokter gigi senior, beliau menasehati kami para dokter gigi muda agar sering berolah raga. Entah yoga, aerobik, yang penting gerak badan ya (bukan olah raga ekstrim loh). Selain itu beliau juga berkata agar sering melemaskan pergelangan tangan, karena beliau sendiri ternyata menderita CTS.

Badannya di jaga ya. Terutama tangan, karena gimanapun tangan itu aset bagi praktisi kedokteran gigi (dokter gigi). ~ Begitu pesan seorang dokter gigi senior itu.

Eh apa itu Neuropati? Penyakit jenis apapula CTS itu?

Jadi, hari Kamis minggu lalu (28 Mei 2015), Neurobion mengadakan “Media Workshop” di Singosari Room Hotel Borobudur. Sebagai dokter gigi tentunya saya sih sering mendengat dua istilah tersebut, namun belum tentu buat kalian yang awam. Di Media Workshop tersebut tentunya dijelaskan apa itu Neuropati dan bagaimana cara menghindarinya. Saya selalu seneng dateng ke acara yang pembicaranya ada dokternya. Anggep nambah2in ilmu lah, soalnya ilmu kedokteran lintas bidang masih bersinggungan. Saya sendiri terus terang pernah beberapa kali meresepkan Neurobion bagi pasien saya di klinik.

Continue reading →

Serunya Memiliki Mesin Kopi Dolce Gusto

Pacar saya sering bercerita kalau di klinik gigi tempat dia bekerja, bosnya punya mesin kopi yang bentuknya bagus dan canggih gitu. Disana pasien-pasiennya disuguhi kopi enak yang rasanya dan bentuknya cantik kayak kalau kita minum kopi di cafe. Daku jadi penasaran donk, tapi si Abang kalau ditanya apa nama mesinnya selalu menjawab begini “Itu loh yang suka ada iklannya di TV.” Sejak saat itu sibuklah daku melototin iklan tv di rumah maupun di klinik. Ternyata mesin kopi tersebut adalah Nescafe Dolce Gusto. Dan tipe mesin yang ada di kantor bosnya adalah jenis Circolo.

Perjalanan Mencari Nescafe Dolce Gusto

Setelah melihat iklannya, mulailah saya mencari tahu dimana saya bisa mendapatkan mesin kopi ini. Tujuan utamanya selain agar bisa membuat kopi mudah dan cepat, saya sendiri adalah pecinta kopi juga, dan mengkonsumsi kopi sehari bisa dua kali (sekali di rumah pagi-pagi, sekali lagi sore di tempat praktek), saya kepengen banget minum kopi enak tanpa perlu ribet. Eng-ing-eng… Walau tahu bahwa mesin kopi Dolce gusto di jual di Metro Gandaria City, tapi masih penasaran nyobain sendiri eh scroll di timeline nya @DolceGustoID, mereka lagi buka cafe di Lotte Shopping Avanue. Langsung donk ngacir kesana sama Bapak Ari :lol:

Cafe Nescafe Dolce Gusto Lotte Shopping Avenue Continue reading →

Green Smoothie Selama Sebulan, Why Not?

Akhir-akhir ini saya merasa badan udah gak enak banget, kayak begah gitu tapi terasa hampir setiap saat. Belum lagi mama juga udah mulai komentar “kamu kok gendut banget sekarang ya??”

PADAHAL KAN MAMA YANG BIASA MENSUPLAY MAKANAN DIRUMAH *emosi*

Ari dan Widya pun turut andil menyarankan agar saya mulai menjalani hidup sehat dengan berolah raga, yoga, atau diet. Masalahnya, saya itu paling males sama yang namanya diet, dan ngerasa kalau tubuh saya tuh butuh banyak asupan makanan guna mencukupi kebutuhan harian saya yang sangat banyak kegiatan ini *halah*.

Hingga akhirnya di akhir april kemarin, munculah pemberitahuan pengingat bahwa #30DayChallenge nya Simple Green Smoothies bakal ada lagi. Saya pertama kali mengetahui tantangan ini hampir setahun lalu dari Mahmon dan Mamin, tapi entah kenapa rasanya malas banget untuk ikut saat itu juga, jadilah saya subscribe newsletter di web-nya dengan harapan, saat masanya tiba maka saya akan ikut!

Continue reading →

BNI Present “Urban Digger” Hosted by Marie Claire #IFW15

Masih tentang Indonesia Fashion Week 2015 lalu, kali ini saya akan membahas:

The main show of the first day of IFW 2015, BNI presents Urban Digger hosted by Marie Claire Indonesia.

Indonesian designers, Ardistia New York, Populo and Sofie will share the stage with Amanda Cumming & Kate Reynolds from Australia and Hong Hye Jin from Korea. IFW mengundang desainer-desainer internasional untuk pamer karya di panggung utamanya. Di hari pertama IFW, Kamis 26 Februari 2015, kelima disainer tersebut menghadirkan rancangan busana ready to wear, dengan konsep dan potongan yang menarik.

Oke, ini mungkin memang bukan kolaborasi antara 5 disainer, melainkan bagaimana para disainer yang berbeda (bahkan beda negara bisa disatukan dalam satu panggung mengangkat tema yang sama. Urban Digger adalah tema inti dari show kali ini, para disainer diminta menterjemahkan tema Urban Digger tetapi tetap menampilkan koleksi sesuai dengan gaya mereka masing-masing.

Ardistia lewat labelnya, Ardistia New York, menjadi desainer lokal pertama yang tampil dengan rancangan busana siap pakai dalam kualitas internasional.

Ardistia offers exclusive innovations to simple outfits, by the proportions of panels and some asymmetrical assemblies. A fresh breath of color that is earthy with a hint of futuristic influences like pale gray. Other colors also present in this collection are lime green, taupe and blush. The Scientist pre-spring collection offers colors that brighten your day without being too over the top. The mix between futuristic geometric and organics nature, such as algae forms that produces geometrical natural patterns are the bodice of the perfect dresses and tops. Macroscopic cell and netting texture of bio products is implemented onto the garment choices. Simple, structured with a gush of a more light weight fabric and textured ones that bear a resemblance of the organic nature feel. Continue reading →

Collaboration of The Executive & Designers #IFW15

The collaboration between garment and designer that happened on the last year’s show continued again this year. The Executive by Delami Brands is collaborating with Hannie Hananto, Jenahara and Ria Miranda creating pieces that is suitable for young hijabis.

Walaupun keriaan Indonesia Fashion Week 2015 yang berlangsung dari 26 Februari 2015 hingga 1 Maret 2015 yang bertemakan “Fashionable People, Sustainable Planet” telah usai, namun rasanya tidak terlambat kalau saya baru sempat mengulasnya sekarang.

Sebelum kita mulai mari kita bahas terlebih dahulu mengenani Indonesia Fashion Week 2015, tahun ini sebagaimana juga tahun-tahun sebelumnya, IFW  mengusung gerakan untuk menggaungkan gaya lokal melalui kampanye “Sarong is The New Denim”.

Dalam exhibition (pameran dagang) Indonesia Fashion Week 2015 menyajikan 747 label fashion lokal beragam kategori: women’s wear, men’s wear, kid’s wear, moslem wear, accessories, dan textile dan menampilkan 2.522 outfits karya 230 desainer tanah air dan manca negara (Jepang, Korea, India, dan Australia) dalam 32 fashion show di dua panggung runway. Di area exhibition terdapat pula zona B2B (Business to Business) yang menampung 100 label lokal yang siap B2B, Starting Point (zona display konsep atau ide desain dari para kreator kreatif), Concept Point (zona display brand yang memiliki konsep multi-produk dari pakaian hingga aksesori pelengkapnya), dan Green Point (zona edukasi dan display inovasi sustainable fashion atau produk mode ramah lingkungan).

Berhubung banyak sekali yang bisa dibahas, dan ada 32 fashion show, maka di beberapa postingan ke depan, saya hanya akan mengangkat beberapa tematik dari segi aspek yang ingin saya tonjolkan. Apakah itu? Continue reading →

New Best MPV with Flexibility and Comfort

Sebagai seorang anak yang lahir dari keluarga yang mencintai mobil, dan cinta pertama saya dulu adalah Nissan Terrano, maka bagi saya mengikuti perkembangan automotive terkini adalah hal yang lumrah. Keluarga kami hampir setiap tahun bela-belain dateng ke IIMS (Indonesia Internasional Motor Show) nun jauh di Kemayoran hanya untuk melihat-lihat mobil-mobil keluaran terbaru setiap tahunnya.

Jadi jangan heran ketika hari Jumat pagi tanggal 13 Maret 2015 kemaren, saya sudah sampai di Pondok Indah Mall, demi menyaksikan launching Nissan New Serena. Bayangkan, padahal Senin-Jumat adalah jadwal hari bermalas-malasan saya (baca: bangun siang), soalnya ketika weekday, klinik saya beroperasi jam 2 siang. Tapi demi bisa menyaksikan wujud langsung Serena keluaran terbaru, saya sudah bangun pagi dan bergegas ke PIM.

Anyway, kenapa saya tertarik sama launchingnya #SerenaBestMPV? Padahal tadi katanya cinta pertamanya dulu Nissan Terrano? Padahalkan Serena bukan termasuk tipe SUV? You want to know why? Karena saya sekarang sehari-harinya mengendarai mini MPV, ya kali gitu tergiur pengen upgrade ke MPV beneran.. Continue reading →

Organic and Eco-Fashion for Us

“Heal the world. Make it better place for you and for me and the entire of human race. There are people dying. If you care enough for the living, make it better place for you and for me.” Heal the World ~ Michael Jackson

Ada yang gak tau lagu ini? Pasti tau semua ya.. Secara gak langsung lagu ini mengajak kita agar peduli dengan lingkungan sekitar. Untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan bumi tempat kita tinggal ini, sudah sepantasnya kan kalau setiap orang harus turut melestarikan lingkungan hidup.

Di akhir Februari lalu, salah satu pagelaran Fashion Week yang ada di Indonesia yang berfondasikan keafiran dan kayaan lokal (Local Movement) serta kepedulian lingkungan hidup (Green Movement) di tahun keempatnya kembali dengan mengusung konsep Sustainable Fashion atau Eco-Fashion sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan hidup melalui kampanye “Fashionable People, Sustainable Planet”. Selain itu mereka juga mengadakan “Green Talkshow” guna mengajak masyarakat untuk #100persenMentalAlam dengan tidak hanya memperhatikan fashion sebagai gaya hidup tetapi juga peduli akan lingkungan.

Continue reading →

Produk Budaya yang berbasis Lingkungan

Kemarin sambil jaga saya iseng browsing-browsing batik untuk project saya yang lain. Halaman demi halaman ditelusuri baru saya kemudian ngeh kenapa ada batik yang mahal banget, mahal aja dan murah. Terlepas dari proses pembuatannya yang secara ‘tulis’, ‘cap’ dan ‘print’, ternyata proses pewarnaannya juga dapat mempengaruhi kualitas dan harga jualnya. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan bagaimana cara para pengrajin batik itu mewarnai kainnya agar dapat memiliki warna-warna yang sering kita lihat itu. Fokus utama kita ketika membeli batik adalah jenis pembatikannya.

Batik merupakan kerajinan khas Indonesia yang sudah diakui dunia. Seni kerajinan batik adalah teknik melukis di atas kain yang menggunakan malam sebagai tintanya dan canting atau cetakan yang terbuat dari tembaga sebagai alat lukisnya dengan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Teknik ini dikenal sebagai wax resist dyeing.

Kita sudah mulai mengerti, “belilah batik tulis, atau paling tidak cap” karena dengan begitu kita membantu kehidupan dan mata pencaharian para pengrajin batik tersebut. Yang jarang kita ketahui adalah bagaimana cara pewarnaan batik.

Continue reading →