BNI Present “Urban Digger” Hosted by Marie Claire #IFW15

Masih tentang Indonesia Fashion Week 2015 lalu, kali ini saya akan membahas:

The main show of the first day of IFW 2015, BNI presents Urban Digger hosted by Marie Claire Indonesia.

Indonesian designers, Ardistia New York, Populo and Sofie will share the stage with Amanda Cumming & Kate Reynolds from Australia and Hong Hye Jin from Korea. IFW mengundang desainer-desainer internasional untuk pamer karya di panggung utamanya. Di hari pertama IFW, Kamis 26 Februari 2015, kelima disainer tersebut menghadirkan rancangan busana ready to wear, dengan konsep dan potongan yang menarik.

Oke, ini mungkin memang bukan kolaborasi antara 5 disainer, melainkan bagaimana para disainer yang berbeda (bahkan beda negara bisa disatukan dalam satu panggung mengangkat tema yang sama. Urban Digger adalah tema inti dari show kali ini, para disainer diminta menterjemahkan tema Urban Digger tetapi tetap menampilkan koleksi sesuai dengan gaya mereka masing-masing.

Ardistia lewat labelnya, Ardistia New York, menjadi desainer lokal pertama yang tampil dengan rancangan busana siap pakai dalam kualitas internasional.

Ardistia offers exclusive innovations to simple outfits, by the proportions of panels and some asymmetrical assemblies. A fresh breath of color that is earthy with a hint of futuristic influences like pale gray. Other colors also present in this collection are lime green, taupe and blush. The Scientist pre-spring collection offers colors that brighten your day without being too over the top. The mix between futuristic geometric and organics nature, such as algae forms that produces geometrical natural patterns are the bodice of the perfect dresses and tops. Macroscopic cell and netting texture of bio products is implemented onto the garment choices. Simple, structured with a gush of a more light weight fabric and textured ones that bear a resemblance of the organic nature feel. Continue reading →

Collaboration of The Executive & Designers #IFW15

The collaboration between garment and designer that happened on the last year’s show continued again this year. The Executive by Delami Brands is collaborating with Hannie Hananto, Jenahara and Ria Miranda creating pieces that is suitable for young hijabis.

Walaupun keriaan Indonesia Fashion Week 2015 yang berlangsung dari 26 Februari 2015 hingga 1 Maret 2015 yang bertemakan “Fashionable People, Sustainable Planet” telah usai, namun rasanya tidak terlambat kalau saya baru sempat mengulasnya sekarang.

Sebelum kita mulai mari kita bahas terlebih dahulu mengenani Indonesia Fashion Week 2015, tahun ini sebagaimana juga tahun-tahun sebelumnya, IFW  mengusung gerakan untuk menggaungkan gaya lokal melalui kampanye “Sarong is The New Denim”.

Dalam exhibition (pameran dagang) Indonesia Fashion Week 2015 menyajikan 747 label fashion lokal beragam kategori: women’s wear, men’s wear, kid’s wear, moslem wear, accessories, dan textile dan menampilkan 2.522 outfits karya 230 desainer tanah air dan manca negara (Jepang, Korea, India, dan Australia) dalam 32 fashion show di dua panggung runway. Di area exhibition terdapat pula zona B2B (Business to Business) yang menampung 100 label lokal yang siap B2B, Starting Point (zona display konsep atau ide desain dari para kreator kreatif), Concept Point (zona display brand yang memiliki konsep multi-produk dari pakaian hingga aksesori pelengkapnya), dan Green Point (zona edukasi dan display inovasi sustainable fashion atau produk mode ramah lingkungan).

Berhubung banyak sekali yang bisa dibahas, dan ada 32 fashion show, maka di beberapa postingan ke depan, saya hanya akan mengangkat beberapa tematik dari segi aspek yang ingin saya tonjolkan. Apakah itu? Continue reading →

New Best MPV with Flexibility and Comfort

Sebagai seorang anak yang lahir dari keluarga yang mencintai mobil, dan cinta pertama saya dulu adalah Nissan Terrano, maka bagi saya mengikuti perkembangan automotive terkini adalah hal yang lumrah. Keluarga kami hampir setiap tahun bela-belain dateng ke IIMS (Indonesia Internasional Motor Show) nun jauh di Kemayoran hanya untuk melihat-lihat mobil-mobil keluaran terbaru setiap tahunnya.

Jadi jangan heran ketika hari Jumat pagi tanggal 13 Maret 2015 kemaren, saya sudah sampai di Pondok Indah Mall, demi menyaksikan launching Nissan New Serena. Bayangkan, padahal Senin-Jumat adalah jadwal hari bermalas-malasan saya (baca: bangun siang), soalnya ketika weekday, klinik saya beroperasi jam 2 siang. Tapi demi bisa menyaksikan wujud langsung Serena keluaran terbaru, saya sudah bangun pagi dan bergegas ke PIM.

Anyway, kenapa saya tertarik sama launchingnya #SerenaBestMPV? Padahal tadi katanya cinta pertamanya dulu Nissan Terrano? Padahalkan Serena bukan termasuk tipe SUV? You want to know why? Karena saya sekarang sehari-harinya mengendarai mini MPV, ya kali gitu tergiur pengen upgrade ke MPV beneran.. Continue reading →

Organic and Eco-Fashion for Us

“Heal the world. Make it better place for you and for me and the entire of human race. There are people dying. If you care enough for the living, make it better place for you and for me.” Heal the World ~ Michael Jackson

Ada yang gak tau lagu ini? Pasti tau semua ya.. Secara gak langsung lagu ini mengajak kita agar peduli dengan lingkungan sekitar. Untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan bumi tempat kita tinggal ini, sudah sepantasnya kan kalau setiap orang harus turut melestarikan lingkungan hidup.

Di akhir Februari lalu, salah satu pagelaran Fashion Week yang ada di Indonesia yang berfondasikan keafiran dan kayaan lokal (Local Movement) serta kepedulian lingkungan hidup (Green Movement) di tahun keempatnya kembali dengan mengusung konsep Sustainable Fashion atau Eco-Fashion sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan hidup melalui kampanye “Fashionable People, Sustainable Planet”. Selain itu mereka juga mengadakan “Green Talkshow” guna mengajak masyarakat untuk #100persenMentalAlam dengan tidak hanya memperhatikan fashion sebagai gaya hidup tetapi juga peduli akan lingkungan.

Continue reading →

Produk Budaya yang berbasis Lingkungan

Kemarin sambil jaga saya iseng browsing-browsing batik untuk project saya yang lain. Halaman demi halaman ditelusuri baru saya kemudian ngeh kenapa ada batik yang mahal banget, mahal aja dan murah. Terlepas dari proses pembuatannya yang secara ‘tulis’, ‘cap’ dan ‘print’, ternyata proses pewarnaannya juga dapat mempengaruhi kualitas dan harga jualnya. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan bagaimana cara para pengrajin batik itu mewarnai kainnya agar dapat memiliki warna-warna yang sering kita lihat itu. Fokus utama kita ketika membeli batik adalah jenis pembatikannya.

Batik merupakan kerajinan khas Indonesia yang sudah diakui dunia. Seni kerajinan batik adalah teknik melukis di atas kain yang menggunakan malam sebagai tintanya dan canting atau cetakan yang terbuat dari tembaga sebagai alat lukisnya dengan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Teknik ini dikenal sebagai wax resist dyeing.

Kita sudah mulai mengerti, “belilah batik tulis, atau paling tidak cap” karena dengan begitu kita membantu kehidupan dan mata pencaharian para pengrajin batik tersebut. Yang jarang kita ketahui adalah bagaimana cara pewarnaan batik.

Continue reading →

#Rangkuman2014 dan #Harapan2015

Di penghujung tahun 2014 ini, saya memutuskan untuk pergi mencuci Dmitry. Kenapa? soalnya Abang udah cerewet banget ngomentari mobil kesayanganku itu. Katanya takut jamuran lah, karatanlah.. Yo wes diturutin aja, demi kebaikan ini tho.

Kelar urusan cuci mencuci Dmitry maka kami pergi mencari buah tangan untuk keponakan baru dari Rudy dan Adis, serta calon keponakan baru dari pasangan Icit dan Ipul. Pencarian kado tersebut tidaklah lama, karena kami sudah mengetahui apa yang ingin kami beli, thanks to postingan di blog masing-masing pasangan. Nah, setelah itu ngapain Dit?

Walaupun ini malam/sore menjelang pergantian tahun, kami memutuskan untuk tahuan baruan di rumah masing-masing saja. Sesampainya dirumah, duduk di depan laptop sambil mengingat-ingat, apa saja yang sudah terjadi selama 2014 ini sih? Akhirnya jadi ngetwit pakai tagar #Rangkuman2014. Continue reading →

B101: Memilih Badan Usaha yang Tepat

Melanjutkan postingan B101 sebelumnya yang berisikan pembukaan, sekarang saya ingin memceritakan bagaimana akhirnya kami (saya dan partners) memilih untuk membuat PT, bukannya CV atau Firma, atau yang lainnya. Ketika hendak memulai suatu usaha, kita seringkali bingung mau memilih bentuk usaha yang mana. Ada beberapa bentuk badan usaha yang sudah umum dan kita kenal, antara lain CV (Persekutuan Komanditer/Comanditaire Venootschaap), Perusahaan Dagang/Perusahaan Perorangan, Firma dan Perseroan Terbatas. Yang paling banyak dikenal dan digunakan oleh masyarakat adalah bentuk CV dan PT. Selain itu Firma banyak digunakan untuk usaha jasa, antara lain jasa hukum (diluar negeri mungkin kita biasa dengar istilah Law Firm?), sedangkan untuk Perusahaan Dagang/Perusahaan Perorangan digunakan oleh perorangan yang memulai usaha kecil-kecilan seperti warung. Lalu apakan bedanya CV dan PT, kapan kita menggunakan CV dan Kapan kita menggunakan PT?

Sebelum kita mengupas lebih dalam mengenai CV dan PT, mari kita lihat apa saja yang termasuk Badan Usaha berbentuk Badan Hukum dan Bukan Badan Hukum berdasarkan situs Hukum Online,

A.     Badan Usaha berbentuk Badan Hukum

Karakteristik suatu badan hukum yaitu terdapat pemisahan kekayaan pemilik dengan kekayaan badan usaha, sehingga pemilik hanya bertanggung jawab sebatas harta yang dimilikinya.

Badan Usaha yang berbentuk Badan Hukum terdiri dari :

(1)     Perseroan Terbatas (“PT”)
§      Memiliki ketentuan minimal modal dasar, dalam UU 40/2007 minimum modal dasar PT yaitu Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah). Minimal 25% dari modal dasar telah disetorkan ke dalam PT;
§      Pemegang Saham hanya bertanggung jawab sebatas saham yang dimilikinya;
§      Berdasarkan peraturan perundang-undangan tertentu diwajibkan agar suatu badan usaha berbentuk PT.

Continue reading →

Kenangan Blogger vs Blogger Kenangan #KumpulBlogger

Jadi pada hari Sabtu (25/10/2014) minggu lalu, dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional pada tanggal 27 Oktober, maka IDBlogNetwork mengadakan Kumpul Blogger. Ngapain aja disana? Ya temu kangen sama temen-temen blogger lawas, baik yang masih aktif ngeblog ataupun yang sudah pada lupa sama password blognya. Udah lama banget gak kumpul-kumpul rame begini sejak Pesta Blogger tak  diadakan lagi.

Di Kumpul Blogger ini berasa diingetin banget untuk rajin apdet blog lagi, secara ya daku juga sudah mulai memasuki era males ngeblog. Ini aja ceritanya mau mulai aktif ngeblog lagi karena pengen mendokumentasikan “bisnis” baru saya dan partners.

Isi acaranya ngebahas “kasus-kasus” yang sempat ngehits pada masanya, dan sempat dilakukan pula video conference sama Momon, Bang Enda dan Ndorokakung.

Continue reading →